July 26, 2021

2 Kebijakan SBY Paling Kontroversial Semasa Kepemimpinannya

2 Kebijakan SBY Paling Kontroversial Semasa Kepemimpinannya 2

Pada masa pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau yang juga akrab dipanggil SBY, pernah menyebutkan jika pemerintah Indonesia harus membuat kebijakan-kebijakan yang strategis guna menyikapi kondisi perekonomian dan ragam masalah nasional lainnya.

Beliau juga menegaskan agar kebijakan yang sudah dimatangkan perlu dijalankan secara maksimal dan ditaati oleh berbagai pihak. Nah, ternyata dibalik kesuksesannya menerbitkan sejumlah kebijakan makro, terdapat beberapa kebijakan yang menimbulkan kontroversi bagi masyarakat Indonesia. Lantas, apa sajakah itu?

Rentetan Kebijakan Paling Kontroversial dari SBY

Di bawah ini merupakan kebijakan-kebijakan paling kontroversial yang dikeluarkan oleh SBY di akhir periode pemerintahannya. Let’s check these out!

1. Pembentukan Paspampres Grup D
Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres membuat Grup D dengan amanat untuk pengamanan fisik jarak dekat terhadap mantan Presiden dan Wakil Presiden RI berikut keluarganya. Dimana Grup D itu terdiri dari sekitar 257 personel yang kemudian akan dibagi ke dalam beberapa tim dengan anggota 30 personel. Dalam sebuah kesempatan, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengungkapkan jika masing-masing tim akan memperoleh 1 ‘objek’ untuk dijaga.

Pada waktu yang sama, Moeldoko menambahkan jika nantinya tugas utama dari para Paspampres ialah untuk menjaga mantan Presiden/Wapres dari berbagai ancaman. Beliau mengakui jika pembuatan Grup D sebagai pasukan pengaman memang akan menambah anggaran baru. Yang mana anggaran tersebut banyak digunakan untuk keperluan operasional seperti mobilitas kendaraan, program kerja, serta perkantoran.

Kabarnya, permintaan penambahan personil pengaman itu didasarkan atas pengajuan dari Danjen Paspampres Mayjen Doni Monardo kepada Panglima TNI. Kemudian, Panglima TNI tersebut menyerahkan proposal itu ke Presiden dan berhasil memperoleh persetujuan. Pada akhirnya, pembentukan Paspampres Grup D disahkan sejalan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No 59 tahun 2013.

2 Kebijakan SBY Paling Kontroversial Semasa Kepemimpinannya

Baca juga : Prestasi Susilo Bambang Yudhoyono

2. Perpres Mantan Presiden & Wapres Memperoleh Rumah Layak
Kebijakan lain yang tak kalah kontroversial dari poin sebelumnya ialah pengadaan rumah bagi Mantan Presiden dan Wakil Presidennya. Melansir dari pernyataan Julian Aldrin Pasha yang kala itu menjabat sebagai Juru Bicara Kepresidenan, penerbitan Peraturan Pemerintah kontroversial tersebut tidak digagas ataupun merupakan hasil permintaan SBY. Menurutnya, mantan Presiden dan Wakil Presiden yang sudah pensiun berhak memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.

Pasha juga menjelaskan bahwa tujuan utama diterbitkannya Perpres No 53 Tahun 2014 itu ialah agar mantan presiden beserta wakilnya bisa mendapatkan tempat tinggal layak dengan keamanan yang terjaga. Pasalnya, dalam kebijakan baru tersebut, terdapat peningkatan kualitas keamanan pada tempat tinggal mantan pemimpin negara pun dengan wakilnya. Sementara itu, terkait adanya tambahan klausul mengenai pajak atau biaya lain yang terkait dengan rumah tersebut akan ditanggung oleh negara, Pasha mengaku tidak terlalu paham.

Pengeluaran Perpres ini kemudian memunculkan sejumlah penolakan dan tanda tanya dari beberapa pihak. Termasuk pula Siti Zuhro, seorang pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/LIPI, yang secara gamblang mempertanyakan maksud kebijakan SBY itu. Sebab, SBY dianggap pamrih ketika menjalankan tugasnya sebagai presiden selama ini.

Siti juga menambahkan, SBY seharusnya tidak perlu mengesahkan Peraturan Presiden ini. Karena jika pengadaan rumah layak kepada Mantan Presiden dan Wakil Presiden menjadi tradisi seharusnya tetap dijaga kelestariannya. Sehingga makna dari pemberian rumah beralih dari yang sebelumnya merupakan pengamanan keselamatan, berubah menjadi tanda jasa pengabdian.

Bagaimana menurut Anda? Dari kedua kebijakan kontroversial di atas, manakah yang paling mengesankan bagi Anda?

Baca juga : Sekilas Tentang Perjalanan Politik Obama