Kamis, 5 April 2007
Ibu Negara Menerima Pengurus Dharma Pertiwi
Ibu Ani Bambang Yudhoyono menerima pengurus Dharma Pertiwi yang dipimpin oleh Ketua Umum Dharma Wanita Ibu Ratna Djoko Suyanto di Istana Negara, Kamis (5/4) siang.(foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Ani Bambang Yudhoyono menerima pengurus Dharma Pertiwi yang dipimpin oleh Ketua Umum Dharma Wanita Ibu Ratna Djoko Suyanto di Istana Negara, Kamis (5/4) siang. Pengurus lainnya yang diterima Ibu Negara, antara lain, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Angky Djoko Santoso, Ninuk Endang Suwarya, Ratna Herman Prayitno, dan Iwan Sulandjana. Sementara Ibu Negara didampingi Ibu Murniati Widodo AS dan Ibu Priharum Juwono Sudarsono.
Kehadiran pengurus Dharma Pertiwi menghadap Ibu Negara adalah untuk bersilaturahmi sekaligus melaporkan kegiatan-kegaiatan dalam rangka HUT ke-43 Dharma Pertiwi. "Dulu Ibu Ani adalah bagian dari Dharma Pertiwi sehingga tali silaturahmi Ibu dengan para pengurus Dharma Pertiwi tetap harus dijaga," kata Staf Khusus Ibu Negara Nurhayati Assegaf.
Para pengurus Dharma Pertiwi melaporkan kegiantan-kegiatannya yang sudah dimulai pada bulan Februari lalu, antara lain, mengunjungi korban banjir di Jakarta, memberikan ceramah tentang dampak media terhadap perilaku anak, memberikan ceramah tentang keharmonisan keluarga, melakukan kunjungan ke rumah sakit-rumah sakit AD, AL, AU sekaligus juga donor darah, lomba memasak, kursus memasak bagi Warakawuri. "Mereka juga mengunjungi Lapas perempuan dan memberikan kursus ketrampilan bagi ibu-ibu yang berjumlah kurang lebih seribu orang selama enam hari untuk membuat bros," ujar Nurhayati. Acara puncak HUT ke-43 Dharma Pertiwi akan diselenggarakan pada tanggal 17 April 2007 secara sederhana di Balai Sudirman, Jakarta.
Ibu Ani merasa bahwa kegiatan-kegiatan Persit sangat membanggakan karena bukan saja bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya tapi juga membantu masyarakat di sekitarnya. "Untuk ke depan, Ibu Ani berpesan agar Persit dapat selalu mendukung tugas-tugas dari para suami. Kesuksesan suami adalah kesuksesan dari ibu-ibu," lanjut Nurhayati. "Ibu Ani juga berpesan agar ibu-ibu tidak hanya berpikir nasional tapi juga berpikir secara internasional, memahami apa yang terjadi di dunia saat ini, sepeti perubahan cuaca, sehingga dapat menceritakan bahwa perubahan cuaca yang terjadi sekarang ini adalah akibat dari perubahan cuaca yang tidak hanya terjadi di Indonesia," Nurhayati menambahkan.
Ibu Negara menekankan pentingnya para ibu yang tergabung dalam Dahrma Pertiwi membaca tentang UU Penyiaran dan memahami bagaimana siaran-siaran apa saja yang tidak baik bagi anak-anaka karena nantinya dapat menggangu perkembanganjiwa anak. "Bila memang tidak baik bagi anak, siaran-siaran seperti itu dapat dilaporkan ke Kepolisian atau kepada Komisi penyiaran," kata Nurhayati.
Ibu Ani juga berpesan untuk selalu menjaga keharmonisan keluarga. "Membina keluarga yang harmonis bagaikan menanam pohon, karena pernikahan itu seperti pohon yang ditanam berdua dan harus disiram bersama dengan perhatian dan kasih sayang. Anak-anak harus diajak untuk menjaga keharmonisan keluarga," jelas Nurhayati. "Ketahan keluarga merupakan kunci utama dan bagi ibu-ibu yang bekerja dan mempunyai karir agar tidak lupa untuk memainkan peran ganda sebagai pendidik anak-anaknya. Karena ini adalah komitmen dari pernikahan," lanjutnya. (osa)