Senin, 9 April 2007
Perlu Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu
Ibu Ani menerima panitia Gerakan Sayang Ibu yang dipimpin Menneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono di Istana Negara, Senin (9/4) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono menerima panitia Gerakan Sayang Ibu yang dipimpin Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono di Istana Negara, Senin (9/4) pagi. "Kami memohon kesediaan Ibu Negara untuk hadir dan memberikan dukungan dalam acara Revitalisasi Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang akan diadakan tanggal 19 April 2007 mendatang di Kabupaten Karawang," kata Meutia. "Nanti Ibu Ani juga akan menandatangani prasasti Revitalisasi GSI," lanjutnya.
"Kami sangat mengharapkan sekali kedatangan Ibu Ani karena revitalisasi GSI sangat penting. Ini berkaitan erat dengan peningkatan IBM dan juga mencapai target MDGs tahun 2015," Meutia menjelaskan. "Ibu Ani tadi berpesan agar kita harus maju terus. Program GSI berhubungan dengan ASI eksklusif, penurunan angka kematian ibu, kematian bayi dan juga keluarga berencana. Ini harus ditingkatkan agar kualitas hidup perempuan dan anak Indonesia bisa ditingkatkan," tambahnya.
Menurut Meutia Hatta, GSI ini sudah berlangsung selama sepuluh tahun, tetapi perlu direvitalisasi karena dengan adanya otonomi daerah, masih ada daerah-daerah yang kurang menonjol dan kurang pesat. "Namun ada juga yang perkembangannya sangat pesat seperti Kabupaten Karawang dan ini adalah contoh yang baik. Bila nanti Ibu Negara hadir, dapat mendorong Kabupaten Karawang sebagai contoh bagi daerah lainnya," jelas Meutia.
Selain Meutia Hatta, panitia GSI yang diterima Ibu Negara antara lain adalah Sekretaris Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Koensatwanto Inpasihardjo, Bupati Kabupaten Karawang Dadang S. Muchtar, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Setiawati, dan Pakar Gerakan Sayang Ibu dan Gender Abdullah Cholil. Sementara Ibu Ani didampingi Ibu Murniati Widodo, Ibu Oke Hatta Rajasa, dan Ibu Anita Rusdi. (osa)