Fokus

Rabu, 11 Juli 2007

Ibu Negara Akan Hadiri Forum Unesco di Beijing

Menjangkau yang Tidak Dapat Dijangkau

 

Ibu Ani menerima Ketua Harian Komisi Nasional Indoesia untuk Unesco, Arief Rachman, dan timnya, yang melaporkan persiapan Hari Anak Nasional, di Istana Negara, Rabu (11/7) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Ibu Ani menerima Ketua Harian Komisi Nasional Indoesia untuk Unesco, Arief Rachman, dan timnya, yang melaporkan persiapan Hari Anak Nasional, di Istana Negara, Rabu (11/7) siang. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Rabu (11/7) siang, menerima Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman dan timnya di Istana Negara. Kedatangan Arief Rachman adalah untuk memaparkan persiapan kegiatan Hari Anak Nasional pada tanggal 17 Juli 2007 dan persiapan keberangkatan Ibu Negara ke Beijing, RRT, pada akhir Juli 2007.

"Untuk peringatan Hari Anak Nasional, Ibu Ani berkesempatan untuk bertemu dengan anak-anak dari kalangan bawah serta memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada orang tua dari kalangan bawah soal pendidikan," kata Arief, usai bertemu Ibu Negara. "Acaranya sendiri akan diadakan di Perguruan Dipenogoro, Jakarta Timur," tambahnya.

"Sedangkan untuk acara di Beijing nanti, Ibu Ani akan memaparkan kreativitas dan inovasi Ibu Negara tentang program mobil, motor, dan rumah pintar," ujar Arief. "Ibu Ani akan berbicara bersama-sama dengan sembilan Ibu Negara lainnya dari seluruh dunia masalah kebutaaksaraan. Negara yang hadir antara lain adalah Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand," Arief menjelaskan.

Fokus pesan dari Ibu Ani pada forum UNESCO pada tanggal 31 Juli 2007 itu adalah memotivasi anak untuk membaca. "Mengajari anak membaca harus dengan keinginan dan motivasi," terang Arief. "Karena buku dan perpustakaan kadang-kadang sulit untuk dijangkau maka mobil dan motor itulah yang mendatangi mereka. Temanya adalah 'Menjangkau yang Tidak Dapat Dijangkau, To Reach The Unreach'. Di sana juga akan hadir negara-negara donor untuk mengetahui bagaiamana caranya untuk membantu. Indonesia sebetulnya sangat berhasil dalam menghilangkan kebutaaksaraan, tetapi dengan program mobil dan motor pintar ini saya yakin akan lebih melejit lagi," tegas Arief.

Arief Rachman berpendapat bahwa konsep mobil dan motor pintar yang diusung Ibu Negara adalah salah satu konsep kreativitas dan inovasi yang cukup orisinal. "Saya sebagai Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, berusaha menjembatani semua program UNESCO yang diminta dari Indonesia untuk dunia dan dari UNESCO untuk Indonesia," Arief menegaskan.

Ibu Negara didampingi Ibu Murniati Widodo AS, sementara Arief Rachman didampingi antara lain oleh Ketua Yayasan Al-Hidayah Jakarta Imam Parikesit, Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Silvi, dan Mantan Kepala Sekolah SD Besuki Sudajiono. (osa)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang