Rabu, 25 Juli 2007
Ibu Ani dan SBY Bertemu Tiga Staf Lokal KBRI Seoul
Cinta yang Tak Lekang Oleh Waktu
Ibu Ani dan Presiden SBY bertemu deengan Chouw, Chang, dan Kim, mantan staf lokal KBRI Seoul di Presidential Suite, Hotel The Shilla, Korsel, Rabu (25/7) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Seoul: Kenangan terhadap orang yang dicintai dan mencintai tak akan lekang oleh waktu. Itulah yang dialami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani dengan mantan staf Kedubes RI di Seoul. Rabu (25/7) siang, disela-sela padatnya jadwal SBY di Korea Selatan, tiga orang staf KBRI yang pernah dekat dengan SBY dan Ibu Ani, datang ke Presidential Suite, Hotel The Shilla.
Ketiga orang tersebut adalah Mrs. Chang, Mrs. Kim, dan Mr. Chouw. Chang adalah mantan sekretaris almarhum Sarwo Edhie Wibowo, Dubes pertama RI di Seoul periode 1973-1976, yang juga ayah Ibu Ani. Sedangkan Kim adalah pelayan, dan Chouw ketika itu sopir. Chang dan Kim kini masih bekerja di KBRI, Chouw sudah pensiun. Sebenarnya ada satu lagi mantan tukang masak KBRI Seoul yang ingin bertemu, tapi ia sedang sakit.
Rupanya, walaupun sekian lama tidak pernah bertemu, kenangan akan masa lalu tak pudar di benak SBY dan Ibu Ani serta ketiga orang tersebut. Maka, pertemuan di tempat menginap SBY dan Ibu Ani itu menjadi momentum yang mengharukan. Ibu Ani dan SBY memeluk erat begitu bertemu mereka.
Cerita masa lalu pun mengalir. Ibu Ani pernah empat tahun tinggal di Seoul, mengikuti tugas ayahanda. Beberapa sudut kota Seoul masih diingat jelas oleh Ibu Ani. "Tapi sebenarnya Ibu Ani sudah
pangling dengan kota Seoul. Tempat-tempat yang dulu dikenal akrab oleh Ibu Ani kini telah berubah. Hanya sedikit bayang-bayang kota Seoul yang masih terisa," SBY bercerita, di sela-sela konferensi pers menjelaskan tentang kunjungan kerja di Republik Korea, sore tadi.
SBY juga sedikit mengenal kota Seoul. Ketika Ibu Ani masih mengikuti ayahanda, SBY yang waktu itu berpangkat letnan, pernah datang. "Saya hanya sekitar sepekan di Seoul," kata SBY, seperti dituturkannya dalam sebuah wawancara dengan majalah
Diplomacy, edisi Januari 2006. Pernikahan SBY-Ibu Ani berlangsung di Jakarta pada 30 Juli 1976, setelah SBY menyelesaikan studi kemilitierannya di Amerika Serikat.
Sekitar 21 tahun SBY dan Ibu Ani tak pernah bertemu dengan Chang, Kim, dan Chouw. SBY kini presiden dan Ibu Ani adalah
first lady, sementara Chang dan Kim masih bekerja di KBRI. Yang mempertemukan mereka kembali adalah rasa cinta yang tak lekang oleh waktu. Hubungan antarmanusia semacam inil akan membantu mengukuhkan persahabatan Indonesia-Korsel, seperti misi kinjungan kerja SBY di Seoul kali ini. (har)