Selasa, 31 Juli 2007
Unesco Puji Presentasi Ibu Ani
Ibu Negara dan Ibu Chen Zhili, State Councellor, sebelum dimulainya Pembukaan UNESCO Regional Conference in Support of Global Literacy, Selasa (31/7) waktu setempat. (foto:abror/presidensby.info)
Beijing: Direktur Jendral Unesco, Koichiro Matsuura, memuji presentasi Ibu Ani Bambang Yudhoyono dalam Sidang Unesco
Unesco Reginal Conferences in Support of Global Literacy, di Diaoyutai State Guest House, Beijing Republik Rakyat Tiongkok (RRT), hari Selasa (31/7).
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco, Prof.Dr.Arief Rahman mengatakan kepada wartawan usai mendampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dalam pertemuan bilateral dengan Unesco, "Koichiro Matsuura sebagai Direktur Jendral Unesco menyampaikan ucapan selamat kepada Ibu Ani atas presentasi nya tadi pagi yang sangat informatif dan mempunyai kecanggihan teknologi, " kata Arif.
Presentasi Ibu Ani selama 8 menit yang dilengkapi dengan tayangan audio visual mengenai aktivitas monil pintar, motor pintar, dan rumah pintar di berbagai pelosok daerah di Indonesia, dinilai berhasil memadukan antara kecanggihan teknologi dengan keindahan, selain materi presentasi tersebut yang sangat informatif.
Pada kesempatan itu, kata Arif, Ibu Ani menyampaikan terimakasih atas undangan Unesco sebagai pembicara di dalam konferensi ini. Kemudian dibahas mengenai pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan wanita, dan juga pemberantasan kebutaaksaraan. "Matsura mengatakan bahwa Unesco dan lembaga yang dipimpin oleh Ibu Ani harus lebih banyak bekerjasama. Unesco mempunyai kantor di Jakarta maupun di Bangkok, untuk menindaklanjuti ini semua, dan Unesco Bangkok akan mengatur secara teknis tahapan - tahapan dan langkah - langkah apa saja yang harus dikembangkan," katanya.
Dikatakan Arif juga, dalam pertemuan bilateral tersebut dibahas mengenai rencana pertemuan 9 negara berpopulasi diatas 200 juta orang dalam pertemuan di Bali pada pertengahan tahun 2008 mendatang."Ibu Ani mengatakan bahwa negara berpenduduk banyak itu manajemennya tidak bisa disamakan dengan negara yang berpenduduk seditkit. Kerumitannya dan tantangannya jauh lebih banyak. Ibu Ani juga berterima kasih atas bantuan Unesco pada saat terjadi tsunami, dimana saat itu Unesco membantu dan memberikan asistensi yang banyak bukan hanya uang tapi juga program- program," kata Arif lagi.
Dibahas juga dalam pertemuan tersebut, rencana kehadiran Presiden SBY dalam forum
general conference Unesco di Paris, tanggal 16 Oktober 2007 mendatang, sebagai pembicara utama. "Ibu Ani mengatakan bahwa Presiden SBY sudah mengerti dan Ibu Ani akan terus mendorong agar ini terealisir dengan baik, " kata Arif. Pada forum ini dibicarakan mengenai tantangan dunia dalam masalah perubahan iklim, dan masalah ketersediaan air untuk populasi dunia yang makin padat.
Pada saat yang sama nanti, akan diadakan juga malam kesenian Indonesia yang didukung penuh oleh Unesco untuk menyambut para pserta
general conference dari seluruh dunia. "Kata Dirjen Unesco, akan ada program tersendiri untuk Ibu Ani, diantaranya melihat perpustakaan - perpustakaan yang nanti akan diatur, dan seluruh kegiatan Unesco yang terdiri dari lima pilar. Pilar pendidikan, pilar pengetahuan alam, pengetahuan
social and human sciences, kebudayaan, komunikasi dan informasi.
Dibahas juga mengenai bagaimana kita mengembangkan adanya hak intelektual. "Gagasan Mobil Pintar misalnya, oleh Unesco bisa didukung sebagai gagasan yang asli, dan original sumbernya dari Ibu Negara RI. Matsuura mengatakan Unesco akan mensupport dan ini harus ditindaklanjuti dengan
World Intellectual Property Organization (WIPO), " kata Arief. Ditambakan, hal ini akan ditindaklanjuti dengan Menkumham Andi Mattalata.
"Ditekankan oleh Ibu Ani, kami mau menjangkau
to reach the unreach atau menjangkau yang tak terjangkau, itu sebabnya Mobil dan Motor Pintar menjadi sangat utama. Akan diadakan kerjasama dengan Unesco, untuk mengadakan manajemen tutornya bagaimana. Melakukan pembinaan kepada guru -guru dan pembina mobil dan motor pintar itu, " kata Arief.
Ditambahkan oleh Nurhayati Ali Assegaf, Staf Khusus Ibu Negara yang juga turut mendampingi Ibu Ani dalam pertemuan bilateral tersebut, bahwa Ibu Ani menerima sebuah buku dari Dirjen Unesco, yang berjudul
60 Women Who Contribute to The Unesco. "Dirjen Unesco berharap agar Ibu Ani bisa masuk
60 Women Who Contribute To The Unesco pada buku tersebut edisi berikutnya, " kata Nurhayati. (nnf)