Rabu, 1 Agustus 2007
Ibu Ani:
Ini Adalah Kehormatan Untuk Bangsa
Ibu Negara didampingi Dubes RI untuk Unesco, Aman Wirakarta Kusumah dan Dubes RI di Beijing, Sudradjat (kanan), memberi keterangan pers kepada wartawan Indonesia, Rabu (1/8) petang di Diaoyutai State Guest House, Beijing. (foto: abror/presidensby.info)
Beijing: Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono menyatakan rasa bangganya atas kehormatan diundang di sebuah
event internasional. "Alhamdulillah ini adalah suatu kehormatan bagi bangsa dan bagi saya, seorang Ibu Negara diundang untuk berbicara di sebuah
event internasional, dimana kita dapat membagi pengalaman bagaimana memberantas buta aksara, khususnya di RRC dan Mongolia," kata Ibu Ani dalam keterangan pers kepada wartawan Indonesia, Rabu (1/8) petang, di Diaoyutai State Guest House Villa No.10, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
"Pada kali ini saya sebagai Ibu Negara Indonesia diundang untuk berbicara bagaimana sebagai seorang ibu negara kapasitas saya mempunyai peran dalam memberantas buta aksara. Pada sidang kemarin itu saya mengungkapkan program yang saya jalankan bersama-sama dengan Istri Kabinet Indonesia Bersatu dalam program Mobil Pintar, Motor Pintar dan juga Rumah Pintar," kata Ibu Ani.
"Seperti diketahui, kita mempunyai satu program, terutama yang menyangkut program Rumah Pintar. Di dalam Rumah Pintar itu bukan saja ada buku untuk bahan bacaan, tetapi juga permainan edukatif, TV, CD, VCD, komputer, yaitu mendidik kaum perempuan dalam
life skill. Mungkin di sinilah yang bisa disampaikan untuk membantu bagaimana memberdayakan kaum perempuan, dimanapun berada agar mereka satu saat nanti dapat meningkatkan kesejahteraannya. Tentu saja dengan meningkatnya kesejahteraan keluarga, anak-anak akan mendapatkan pendidikan yang terbaik," katanya.
Ibu Ani juga menjelaskan rencana pengembangan program ini lebih lanjut. "Untuk ke depan saya berharap agar program yang kita jalankan ini dapat berkembang terus. Seperti diketahui bahwa selain di Jakarta, kita sudah menyebarkan Motor Pntar ini ke seluruh Indonesia termasuk ke Papua dan Papua Barat, juga sebentar lagi Aceh. Pengembangan dari Mobil Pntar dan Motor Pintar ini sangat tergantung dari penyiapan yang dilakukan. Motor dan mobil ini juga memerlukan waktu untuk menyiapkannya. Oleh karena itu sambil kita siapkan, sambil kita menerima permintaan dari daerah yang membutuhkan. Tapi saya berharap ke depan, saya juga menghimbau bantuan ataupun partisipasi dari masyarakat luas agar program ini yang kita rasakan manfaatnya untuk anak-anak dan juga masyarakat dapat terus berkembang sampai ke daerah. Saat ini Mobil Pintar sudah ada di Papua, Bali, Natuna, Wonogiri, Pacitan, Maluku ada Rumah Pitar 4, mobil dan motor pintar. Itu semua adalah demi anak-anak dan masyarakat Indonesia," kaa Ibu Ani lagi.
Ibu Ani juga memaparkan pertemuannya dengan Direktur Jenderal Unesco Koichiro Matsuura, dan rencana kerjasama dengan Unesco lebih lanjut. "Saya berkesempatan bertemu dengan Dirjen Unesco, dan menyampaikan bahwa ada keinginan untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam memberantas buta aksara ini," jelas Ibu Ani.
Sementara Duta Besar RI untuk Unesco, Aman Wirakarta Kusumah yang mendampingi Ibu Ani pada keterangan pers mengatakan, yang disampaikan oleh Dirjen Unesco terkait dengan Unesco yang dikembangkan oleh Ibu Negara itu ialah bagaimana agar target-target untuk menghilangkan buta aksara bisa lebih cepat tercapai, khususnya ke daerah-daerah yang tidak terjangkau dan juga sasaran-sasaran kelompok yang spesifik seperti wanita dan juga anak-anak.
"Dalam pembicaraan dengan Dirjen Unesco, kemungkinan yang bisa diupayakan untuk dibicarakan lebih lanjut yaitu mengenai pengadaan material bahan-bahan untuk disampaikan kepada para pengguna. Bantuan ahli dalam mengembangkan isi dari program itu sendiri. Unesco mengharapkan bahwa pemberantasan buta aksara ini tidak cukup berhenti pada saat yang bersangkutan bisa membaca, bisa menulis, tapi harus terkait dengan satu keahlian dalam kehidupannya. Ini yang mempunyai dampak terhadap pengembangan dan kegiatan ekonomi bagi mereka di masa depan yang terlibat," kata Aman.
"Kemudian Unesco bisa membantu di dalam merencanakan dan mengembangkan sistem pengelolaan ke masa depan, sehingga ide ini tidak hanya berhenti pada saat kita bisa, tetapi ja dipelihara dan dikembangkan secara lebih berkesinambungan untuk masa-masa yang akan datang agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," lanjut Aman.
Aman juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Ibu Ani dari para delegasi negara lain pada sidang Unesco tersebut atas upaya dan gagasan orisinal Ibu Ani dalam pemberantasan buta aksara ini. "Saya kebetulan sebagai Duta Besar berinteraksi dengan berbagai delegasi dan tuan rumah. Jadi setelah Ibu Negara memberikan penyajian dengan penampilan yang sangat baik, para delegasi memberikan komplimen terhadap ide Ibu Negara yang memulai adanya pemikiran sebagai upaya mendorong, membantu penanggulangan masalah buta aksara ini yang saya kira orisinil. Saya sebagai warga negara Indonesia dalam kesempatan ini merasa sangat bangga dan terharu, bahwa kita di dalam forum internasional mendapat pujian dan penghargaan yang sangat baik," kata Aman.
Ibu Ani juga mengatakan bahwa ada pertanyaan apakah ide Rumah Pintar, Mobil Pintar dan Motor Pintar ini bisa dijalankan di negara lain. "Kemarin ada yang menanyakan kepada saya bagaimana kalau ide Rumah Pintar dapat dijalankan di negara lain. Tentu saya merasa sangat berbahagia, karena tujuan dari program ini Mobil Pintar, Motor Pintar dan Rumah Pintar ini adalah untuk mencerdaskan semua anak bangsa Indonesia. Saya berharap bangsa Indonesia semua anak-anak pintar, untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Tapi lebih jauh lagi adalah juga agar dapat menciptakan dunia yang lebih baik. Kalau misalnya nanti program ini dijalankan oleh negara lain, saya bersenang hati untuk bisa menerima kenyataan ini. Jadi tentu saja bila ide kita dijalankan oleh orang lain tentu saya akan senang sekali, karena ini akan menjadi sebuah sharing dengan negara lain, bisa sama-sama kita menciptakan dunia yang lebih baik ke depannya," kata Ibu Ani.
Presiden SBY yang telah dilapori mengenai hasil presentasi Ibu Ani, menyatakan dukungannya kepada Ibu Ani untuk terus melanjutkan program ini. "Ketika selesai presentasi, Pak Dubes RI di RRT langsung menelepon Bapak Presiden melaporkan apa yang dilaksanakan di sini. Setelah malam hari saya sempat berkomunikasi dengan Bapak, tentu Bapak ingin mendengar sekali lagi dari saya sendiri, walaupun sudah mendengar dari Bapak Duta Besar. Beliau sangat gembira bahwa hasilnya baik dan diakui oleh para peserta pada saat itu. Beliau juga terus mendorong semangat saya untuk melanjutkan program ini kemudian insya Allah bisa menjangkau lebih banyak lagi daerah-daerah di Indonesia," kata Bu Ani.
Sesuai jadwal, kunjungan Ibu Negara di Beijing berakhir pada hari Rabu (1/8), dan hari Kamis pagi Ibu Ani beserta rombongan kembali ke Jakarta. (nnf)