Jumat, 10 Agustus 2007
Ibu Ani di Semarang:
Banyak Membaca dan Belajar Akan Maju
Ibu Ani memberi sambutan saat meninjau Rumah Pintar Sasana Wiyata di Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Jateng, Jumat (10/8) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Semarang: Ibu Ani Bambang Yudhoyono mengingatkan agar masyarakat Indonesia senang membaca.
Reading society akan menuju kepada
learning society. Masyarakat yang banyak membaca dan belajar pada suatu saat akan menjadi
advance society atau masyarakat yang maju. Demikian dikatakan Ibu Negara saat meninjau Rumah Pintar Sasana Wiyata di Krobokan, Semarang Barat, Jumat (10/8) pagi.
"Oleh UNESCO, Indonesia dianggap sudah maju ataupun berhasil dalam memberantas buta aksara. Tahun 1945 ketika negara ini didirikan, 97 persen penduduk Indonesia buta aksara. Tetapi secara signifikan kita turunkan persen demi persen sampai 2006 yang lalu tinggal 8,07 persen. Masih ada, tetapi kita tidak usah berkecil hati karena di Amerika pun juga masih ada orang yang buta aksara," ujar Ibu Ani.
Buta aksara di Indonesia, menurut Ibu Ani, 50 persen atau lebih disandang oleh kaum perempuan. "Oleh karena itu mari kita bergandeng tanggan memelekkan kaum perempuan Indonesia. Kalau ibunya terdidik, ibunya melek aksara, insya Allah anak-anaknya pun tidak ada yang buta aksara," jelasnya.
Kepada lebih kurang 500 undangan yang hadir, Ibu Ani berbagi mimpinya sebagai Ibu Negara. "Saya berharap satu hari nanti diseluruh Indonesia ini akan menjadi Rumah Pintar. Suatu saat di Indonesia semua rumah menjadi Rumah Pintar sehingga semua anak di Indonesia menjadi anak-anak yang pintar. Dan tentu saja, kepintaran anak-anak membuat kesejahteraan akan meningkat," seru Ibu Negara.
Usai acara, rombongan Presiden dan Ibu Negara langsung menuju Bandara Internasional Ahmad Yani untuk segera bertolak kembali menuju Jakarta. (osa)