


Kamis, 16 Agustus 2007
Jakarta: Ibu Ani Bambang Yudhoyono hari Kamis (16/8) siang beramah tamah dengan guru-guru berprestasi dari daerah terpencil, dan guru-guru Sekolah Luar Biasa (SLB) berprestasi, di Istana Negara. Acara ramah tamah ini dihadiri 55 guru berprestasi dari daerah terpencil dan 33 guru SLB berprestasi.
Dalam laporannya, Ketua acara Ratna Sofyan Djalil menjelaskan bahwa acara ramah tamah dengan guru berprestasi dari daerah terpencil ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Ria Pembangunan. Namun baru pada tahun 2007 inilah guru-guru SLB berprestasi turut diundang. "Kegiatan ini kami lakukan sebagai ungkapan kehormatan atas dharma bhakti para guru-guru tersebut," ujar Ratna. "Selain dapat beramah tamah dengan Ibu Negara di Istana Negara, para guru berprestasi ini juga mendapatkan bantuan berupa uang dan buku sebagai oleh-oleh pengingat dari kami," lanjutnya.
Ibu Ani juga juga menyerahkan bantuan simbolis kepada guru terpencil dan SLB berprestasi. Hadir pula dalam acara ramah tamah ini antara lain adalah Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Mendiknas Bambang Sudibyo, Ibu Hassan Wirajuda, Ibu Anwar Nasution, Ibu Akbar Tandjung, dan Ibu Agung Laksono.
Ibu Ani dalam sambutannya menjelaskan bahwa Ria Pembangunan atau Rukun Ibu Ampera Pembangunan adalah organisasi yang pada awalnya memberikan penghargaan kepada guru-guru terpencil berprestasi yang diprakarsai Ibu Tien Soeharto. "Sekarang Ibu-ibu Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) juga tergabung dalam Ria Pembangunan," jelas Ibu Ani. "Guru merupakan pelita dan penerang. Oleh karena negara dan pemerintah akan terus memberikan motivasi kepada mereka untuk dapat mendidik murid-muridnya." Dalam kesempatan itu Ibu Ani juga menyerahkan gaji ke-13 Presiden SBY untuk para guru-guru daerah terpencil dan guru SLB berprestasi. "Karena jumlah gurunya banyak, maka harus dibagi-bagi ya," pesan Ibu Ani disambut tepuk tangan hadirin.
Diakhir sambutannya Ibu Ani menintipkan salam kepada anak didik mereka di daerah masing-masing. "Semoga kunjungan bapak dan ibu ke Jakarta bisa menjadi kenangan indah yang tidak terlupakan. Ibu Negara juga sempat berdialog dengan guru-guru yang hadir. (osa)
