Minggu, 4 Nopember 2007
Peringatan Hari Osteoporosis Nasional 2007
Ibu Ani SBY dan Ibu Mufidah JK diantara masyarakat pada acara Puncak Peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON) di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu (4/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Minggu (4/11) pagi menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2007 di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Acara tersebut diawali dengan melakukan pemanasan bersama Ibu Negara dan dilanjutkan dengan gerak jalan 10.000 langkah dengan rute Lapangan Monas - Bundaran HI - Lapanan Monas. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan tersebut dihadiri oleh sekitar 8000 anggota masyarakat.
Selain dilaksanakan senam pemanasan dan pelepasan peserta jalan kaki, pada peringatan HON ini Ibu Negara menyerahkan secara simbolik alat Dexabone Densitometer kepada 3 direktur rumah sakit, yaitu Dr. Irma Binarso Mochtar dari RSUP Karyadi Semarang, Dr. Budi Mulyono dari RSUP Sardjito Yogyakarta serta Dr. I Gusti Lanang M. Rudiartha dari RSUP Sanglah Denpasar. Alat ini digunakan untuk melakukan diagnosa dan evaluasi pengobatan osteoporosis (tulang keropos). Pilihan penerima alat ini disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan tenaga ahli. Selanjutnya alat deteksi dini densitometer akan diberikan kepada 20 rumah sakit umum daerah di 7 provinsi.
Dalam sambutannya, Ibu Negara menyampaikan dukungannya kepada Depkes untuk mengadakan acara gerak jalan tersebut. Menurut Ibu Ani, gerak jalan adalah olahraga dengan beban yang mudah serta murah. "Olahraga yang dapat dilakukan siapa saja, kapan saja, dimana saja dan risiko rendah adalah berjalan kaki 10.000 langkah perhari seperti yang akan kita lakukan bersama sebentar lagi," jelas Ibu Ani. Dengan melakukan aktivitas fisik selama kurang lebih 30 menit, 3 kali seminggu, kita dapat mencegah osteoporosis dini.
Dijelaskan oleh Ibu Negara, osteoporosis adalah kondisi dimana tulang berkurang massanya sehingga menipis, rapuh serta keropos lalu menjadi mudah patah. "Kerusakan tulang ini terutama diakibatkan kekurangan kalsium, dan prosesnya berlangsung dalam waktu lama. Buruknya selama proses penipisan berlangsung, penderita rata-rata tidak menunjukkan tanda-tanda khusus sehingga Osteoporosis terkenal dengan sebutan
Silent Epidemic Disease," papar Ibu Negara sebelum memulai senam pemanasan selama lima menit yang dipimpin oleh Tanya Rotikan, Ivana Lie serta Indy Barends.
Gaya hidup yang sehat juga membentuk tulang yang sehat, kata Ibu Negara. Osteoporosis dapat dicegah dengan mengatur pola makan dengan gizi yang seimbang, juga menghindari merokok, alkohol serta menjaga untuk tidak mengkonsumsi kopi, kafein, dan sodium secara berlebihan yang dimulai sejak usia dini.
Usai melakukan pemanasan, Ibu Negara mengibarkan bendera
start sebagai tanda pelepasan peserta gerak jalan menuju Bundaran HI. Ibu Negara pun ikut memeriahkan gerak jalan dengan mengikuti rombongan peserta untuk berjalan kaki sehat. Selama mengikuti gerak jalan, Ibu Ani tampak memberikan semangat kepada peserta lainnya untuk terus berolahraga.
Turut hadir mendampingi Ibu Negara pada acara tersebut, antara lain, Menkes Siti Fadillah Soepari, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. (mit)