Jumat, 23 Nopember 2007
Ibu Ani:
Perempuan Indonesia Harus Jeli Menangkap Peluang
Ibu Ani menyerahkan secara simbolis bantuan 300 mesin jahit, pada pembukaan Seminar Sehari Peringatan Hari Ibu di Jakarta, Jumat (23/11) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Sebagai Ibu Negara yang sering mendampingi Presiden SBY dalam setiap kunjungan kerja ke beberapa daerah di Indonesia, Ibu Ani banyak menemui kaum perempuan yang pasrah menerima keadaan dalam kondisi kekurangan. Yang lebih memprihatinkan, kebanyakan dari mereka masih dalam kategori usia produktif. "Saya melihat keadaan ini disebabkan karena budaya pasrah atau
nrimo yang melekat kuat pada diri mereka, disamping tingkat pendidikan mereka yang tidak cukup," ujar Ibu Ani dalam sambutannya saat membuka Seminar Sehari Peringatan Hari Ibu Ke-79 di Gedung Dwi Warna Purwa, Lemhanas, Jakpus, Jumat (23/11) pagi.
"Mereka seolah-olah kehabisan akal dan tidak tahu bagaimana cara meningkatkan taraf hidup mereka. Padahal sesungguhnya banyak yang bisa dilakukan mereka untuk membantu mencari tambahan pendapatan," Ibu Ani menerangkan. Menurut BPS, lanjut Ibu Ani, dari hasil sementara proyeksi penduduk 2005-2025 per 8 November 2007 tercatat perempuan usia produktif antara 16-54 tahun berjumlah 66.853.000, sedangkan laki-laki 66.543.000. "Melihat jumlah yang hampir seimbang antara laki-laki dan perempuan, maka sesungguhnya kaum perempuan merupakan suatu kekuatan yang tidak boleh diabaikan karena bila digabungkan dengan kaum laki-laki pasti akan menjadi sesuatu kekuatan yang dahsyat," terangnya dihadapan lebih kurang 300 peserta seminar.
Ibu Ani sering mengingat sewaktu masih bersekolah dulu, ia sering diajarkan ketrampilan seperti menjahit dan memasak. "Keterampilan tersebut sesungguhnya dapat menjadi suatu profesi untuk mencari nafkah atau menambah penghasilan keluarga," kata Ibu Ani. "Saya mendorong kaum perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dirinya agar lebih banyak lagi peluang yang dapat diraih," tegas Ibu Ani. Khusus bagi perempuan yang ingin berkiprah pada bidang usaha, Ibu Ani meminta mereka untuk lebih jeli menangkap peluang yang ada. (osa)