Fokus

Selasa, 27 Nopember 2007

Ibu Ani Buka Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia

 

Ibu Ani dan Ibu Mufidah JK mengamati pohon usai pembukaan Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia Dalam Perubahan Iklim Global, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (27/11) pagi. (foto:abror/presidensby.info)
Ibu Ani dan Ibu Mufidah JK mengamati pohon usai pembukaan Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia Dalam Perubahan Iklim Global, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (27/11) pagi. (foto:abror/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Ani Bambang Yudhoyono, hari Selasa (27/11) pagi membuka Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia Dalam perubahan Iklim Global, di Ruang Flores, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Konferensi yang berlangsung tanggal 27 dan 28 November 2007 ini diikuti lebih kurang 750 tokoh perempuan Indonesia. Nantinya, konferensi ini akan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi bersama.

Sebagai tindak nyata dari deklarasi tersebut, pada tanggal 1 Desember 2007, Perempuan Indonesia akan melaksanakan Program Tanam dan Pelihara Sepuluh Juta Pohon di seluruh Indonesia. Koordinator Konferensi, Murniati Widodo A.S., dalam laporannya menjelaskan bahwa aksi tanam dan pelihara sepuluh juta pohon ini akan dilaksanakan pada waktu yang bersamaan, yaitu pukul 08.00 WIB, 09.00 WITA, dan 10.00 WIT.

"Setelah ide awal konferensi tentang pemberdayaan dan partisipasi perempuan dalam menyikapi perubahan iklim global dilaporkan kepada Ibu Negara, beliau memberikan sambutan yang sangat positif dan memberikan arahan agar melibatkan serta bekerjasama dengan organisasi perempuan yang mempunyai anggota sampai ke daerah-daerah," kata Murniati. Kegiatan ini, lanjut Murniati, diselenggarakan tujuh organisasi perempuan terbesar di Indonesia dan Panitia Hari Ibu ke-79 Tahun 2007.

Ketujuh organisasi tersebut adalah SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu), KOWANI (Konggres Wanita Indonesia), Dharma Wanita Persatuan, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, Tim Penggerak PKK, dan Aliansi Perempuan Untuk Pembangunan Berkelanjutan (APPB).

Ibu Ani yakin upaya penanggulangan permasalahan global yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup kita semua. "Saya mengajak kaum perempuan Indonesia di manapun berada, dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Pulau Rote, untuk bersama-sama metanam dan memelihara pohon sebanyak-banyaknya untuk kelestarian generasi penerus kita. Mari kita selamatkan negeri kita untuk anak cucu," seru Ibu Ani.

Dalam kesempatan tersebut Ibu Ani membubuhkan tandatangan pada seri perangko Kupu-kupu Delias Kristiani. Delias berarti putri dari Delos di Yunani, sedangkan Kristiani diambil dari nama lengkap Ibu Ani. Jenis kupu-kupu Delias Kristiani ini mempunyai bentangan sayap 4,5 Cm. Kupu-kupu jenis baru ini ditemukan di Pegunungan Foya, Papua, oleh Henk Fan Mastreq pada tahun 2006. Pemberian nama Ibu Negara untuk kupu-kupu ini sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden SBY atas upayanya dalam melindungi dan menyelamatkan hutan Indonesia dari pembalakan liar, khususnya dalam penanganan kasus penebangan liar di Papua.

Hadir dalam pembukaan konferensi ini antara lain adalah Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Meneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Menkominfo M.Nuh, Ketua KOWANI Linda Agum Gumelar, Ketua Dharma Pertiwi Ratna Djoko Suyanto, Ketua APPB Dewi Motik Pramono, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Nila Moeloek. (osa)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang