Fokus

Selasa, 27 Nopember 2007

Ibu Ani:

Sifat Alami Perempuan adalah Menanam, Bukan Menebang

 

Ibu Ani menyampaikan sambutan pada pembukaan Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia Dalam Perubahan Iklim Global, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (27/11) pagi. (foto:haryanto/presidensby.info)
Ibu Ani menyampaikan sambutan pada pembukaan Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia Dalam Perubahan Iklim Global, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (27/11) pagi. (foto:haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Meskipun pada tahun-tahun terakhir ini kesadaran untuk memelihara dan melestarikan lingkungan termasuk upaya sungguh-sungguh untuk memberantas penebangan liar dan pengerusakan lainnya makin meningkat, harus diakui bahwa tingkat kerusakan akibat kelalaian selama ini cukup besar. Solusi untuk membenahinya adalah dengan gerakan nasional dan tindakan nyata untuk memelihara dan melestarikan lingkungan. Demikian dikatakan Ibu Ani Bambang Yudhoyono dalam pidatonya saat membuka Konferensi Kearifan Lokal Perempuan Indonesia Dalam perubahan Iklim Global di Ruang Flores, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (27/11) pagi.

"Selaku pribadi maupun Ibu Negara, saya sangat mendukung kegiatan penanaman dan pemeliharaan sepuluh juta pohon dengan tujuan dapat memberikan sumbangan berarti bagi terselenggaranya kelestarian lingkungan hidup, yang pada gilirannya bermanfaat bagi upaya masyarakat dunia dalam menanggulangi berbagai isu mengenai perubahan iklim global," kata Ibu Ani.

Perempuan mempunyai sifat nature dalam dirinya untuk mendidik, merawat, dan memelihara. "Kaum perempuan tidak suka menebang, dan lebih suka menanam. Dengan sifat nature yang dimiliki kaum perempuan ini, saya yakin pelaku illegal logging hampir pasti bukan kaum perempuan," tambah Ibu Ani, disambut tepuk tangan undangan yang sebagian besar adalah kaum perempuan. "Gerakan sederhana seperti menanam pohon, bila dilakukan secara nasional merupakan salah satu langkah kongkrit agar pemanasan global dapat dikurangi," tambahnya.

Menurut penelitian, lanjut Ibu Ani, bila terjadi peningkatan suhu terus-menerus secara merata di seluruh bagian bumi, maka diperkirakan 33 tahun mendatang lapisan es di kutub bumi akan habis meleleh. "Bilamana kondisi bumi terus memanas seperti itu, maka diperkirakan 50 tahun lagi akan terjadi kekurangan air tawar. Bayangkan bila hal itu terjadi, maka Indonesia yang merupakan negara kepulauan akan kehilangan ribuan pulaunya. Kenaikan suhu bumi secara makro dapat direduksi melalui penanaman pohon dalam jumlah besar dan dilakukan secara intensif dimana-mana," tambahnya.

"Saya yakin, sebenarnya pemerintah dan pihak swasta telah menyisihkan cukup banyak sumber daya bagi penghijauan. Namun derajat keberhasilannya masih relatif kecil. Banyak acara penghijauan dilakukan, tetapi hanya sukses pada saat penanamannya saja. Sedangkan untuk pemeliharaannya sering dilupakan, sehingga banyak tanaman yang mati sebelum tumbuh besar. Oleh karena itu gerakan yang akan kita laksanakan nanti harus disertai dengan pemeliharaan," tegas Ibu Ani. Diharapkan perilaku menanam dan memelihara pohon dapat ditiru oleh anak dan cucu kita. "Kelak bila mereka dewasa akan mencontohnya dengan menanam pohon juga, atau minimal merawat pohon yang telah kita tanam," lanjutnya.

Usai membuka secara resmi konferensi tersebut, Ibu Ani dan rombongan meninjau pameran dan bazar yang menampilkan berbagai produk tanaman, dan buku panduan merawat tanaman. Sebelum meninggalkan tempat acara, Ibu Ani beramah tamah sejenak dengan para pemain musik tradisional Bali yang hampir seluruhnya dimainkan oleh perempuan. (osa)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang