Fokus

Kamis, 13 Maret 2008

Berkunjung ke Pulau Goree

 

Ibu Negara bersama ibu-ibu negara lainnya hari Kamis (13/3) siang waktu setempat  mengunjungi Pulau Goree. (foto: edytiawarman/presidensby.info)
Ibu Negara bersama ibu-ibu negara lainnya hari Kamis (13/3) siang waktu setempat mengunjungi Pulau Goree. (foto: edytiawarman/presidensby.info)
Dakar: Ibu Negara bersama istri para pemimpin negara lainnya, hari Kamis (13/3) siang waktu setempat mengikuti Ladies Program, mengunjungi Pulau Goree. Rombongan berangkat dari dermaga kehormatan Arsenal de la Marine Nationale, Dakar, menggunakan kapal ferry kepresidenan.

Perjalanan menuju Pulau Goree ditempuh sekitar 20 menit. Di kapal, Ibu Ani beserta para istri kepala negara lainnya peserta KTT ke 11 OKI memperoleh penjelasan mengenai sejarah Pulau Goree oleh pemandu dalam bahasa Perancis. Pulau Goree yang terletak di laut lepas pernah diduduki Belanda, Perancis, dan Inggris. Pada tahun 1816, Pulau Goree dikembalikan kepada Perancis melalui perjanjian Wina. Dari pulau tersebut, puluhan ribu budak Afrika dikirim ke benua Amerika dan benua Eropa.

Tiba di Pulau Goree, rombongan disambut walikota Pulau Goree. Kunjungan diawali ke tugu pembebasan perbudakan, kemudian dilanjutkan ke rumah budak atau maison de esclaves. Di bagian bawah anak tangga utama rumah budak, para Ibu Negara dipimpin Ibu Negara Senegal Viviane Wade berfoto bersama. Mendampingi Ibu Ani dalam kunjungan ke Pulau Goree antara lain adalah Ibu Hassan Wirajuda dan Staf Khusus Ibu Negara Nurhayati Assegaf. (osa/nas)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang