Kamis, 3 April 2008
Pameran Adi Wastra Nusantara
Sosialisasi Kain Tradisional Indonesia
Ibu Ani menerima Panitia Pameran Adi Wastra Nusantara 2008 di Istana Negara, hari Kamis (3/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Ani Bambang Yudhoyono menerima Panitia Pameran Adi Wastra Nusantara 2008 di Istana Negara, Kamis (3/4) pagi. Pemeran Adiwastra Nusantara adalah pameran yang diselenggarakan Himpunan Wastra Prima, yang menampilkan kain unggulan nusantara. "Dalam pameran ini kami mengumpulkan perajin-perajin dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan bisa mencerminkan kekayaan kebudayaan Indonesia, khususnya di bidang textile atau wastra," kata Ketua Panitia Pameran, Ibu Adiati Arifin Siregar usai diterima Ibu Ani.
Himpunan Wastra Prima sudah berdiri sejak 30 tahun dengan misi melestarikan peninggalan kebudayaan, khususnya di bidang pembuatan seni kain tradisional, kepada generasi penerus agar tetap mencintai dan menghargai karya-karya anak bangsa. Wastra berarti kain, dan Prima berarti kecintaan. "Kami ingin melestarikan agar kebudayaan ini jangan sampai hilang, karena kencenderungan masyarakat luas tidak begitu peduli terhadap nilai-nilai tinggi yang kita miliki. Kain yang kami buat ini bukan buatan pabrik, namun kerajinan tradisional, tambahnya.
Pameran Adi Wastra Nusantara ini, menurut Adiati, sebagai rangkaian acara untuk mengisi peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional. "Di sini kita ingin menunjukkan bahwa warisan kebudayaan kita ini sudah jaya sejak jaman dulu. Tinggi nilainya, indah seninya, dan agar mereka turut bangga bahwa ini sudah ada sejak jaman dulu. Akhir-akhir ini kami sangat khawatir dengan adanya pengakuan dari negara-negara sahabat kita bahwa batik itu milik mereka. Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia itu jauh lebih kaya di dalam keragaman," lanjutnya.
Ibu Negara berkenan untuk membuka pameran yang akan berlangsung dari tanggal 16 s/d 20 April 2008. "Kami sangat senang dan bahagia, beliau memberikan penghormatan terhadap penyelenggaraan acara ini," ujar Adiati. "Ibu Negara sangat setuju dengan misi kita untuk bersama-sama melakukan upaya-upaya pelestarian budaya ini dan pesan beliau adalah jangan lupa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas," tegasnya.
"Pengembangan wastra tradisional ini tentu tetap akan terjadi, karena ini adalah suatu seni di mana para pengrajin selalu mempunyai kreasi yang berkembang. Kita juga mempunyai program untuk masuk sekolah, dari mulai tingkat bawah sampai ke kampus-kampus untuk memberikan sosialisasi informasi mengenai kain Indonesia. Tidak mengenal tentu tidak mencintai. Bila sudah mencintai tentu akan merasa memiliki. Dengan rasa memiliki, kita akan merasa bangga," kata Adiati, yang sehari-hari selalu mengenakan kain tradisional Indonesia.
Panitia Adi Wastra Nusantara yang diterima Ibu Ani antara lain adalah Wakil Ketua Panitia Edith Ratna, Bendahara Essy Eddriono, Koordinator Bidang Pameran Noes Moeijanto, dan Ketua Bidang Publikasi Loekri Darmadji. Saat menerima tamunya Ibu Ani didampingi Ketua SIKI Murniati Widodo A.S., dan Okke Hatta Rajasa. (osa)