Rabu, 16 April 2008
Ibu Ani
Kecenderungan Masyarakat Global Kembali ke Gaya Etnik adalah Peluang
Ibu Ani meninjau stan usai membuka Pameran Adi Wastra Nusantara 2008, di Ruang Cendrawasih, JCC, Rabu (16/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Kecenderungan masyarakat global untuk kembali pada gaya etnik, merupakan peluang bagi para pengrajin Indonesia. Karena itu masyarakat diajak untuk menjemput ekonomi kreatif berbasis budaya, karena bangsa Indonesia dengan kekayaan tradisi merupakan gudang inspirasi. Demikian dikatakan Ibu Negara pada pembukaan Pameran Kain Tradisional Unggulan Nusantara Adi Wastra Nusantara, di Jakarta Convention Center, hari Rabu (16/4) pagi.
Diharapkan, dengan melihat keindahan kain tradisional yang mengandung seni dan nilai historis yang tinggi, masyarakat Indonesia dapat meningkatkan apresiasinya terhadap seni Indonesia. "Karena, dengan melihat pameran ini, masyarakat Indonesia dan internasional dapat lebih mengenal dan mencintai serta menggunakannya sebagai busana modern," tambahnya.
Selain meningkatkan rasa cinta kita terhadap budaya Indonesia, pameran ini dapat membuka kesempatan bagi para pengrajin untuk berinteraksi, menimba ilmu serta menambah pengalaman guna meningkatkan kreasi dan hasil produksi sehingga dapat bersaing di pasar internasional. "Diharapkan pameran ini jadi kegiatan yang mengundang wiasatawan untuk menggerakan ekonomi kreatif. Saya percaya bahwa bangsa kreatif adalah bangsa yang akan menang di abad milenium ini," ujar Ibu Negara.
Usai menyampaikan sambutan, Ibu Ani didampingi Ibu Mufidah JK meninjau stan pameran kain tradisional dan stan lain, termasuk sebuah stan yang menampilkan sabuk antik terbuat dari rambut perempuan, yang biasa digunakan oleh para priyayi Jawa pada abad XiX. Ibu Ani juga meninjau stand-stand pameran kerajinan dalam negeri, serta stand kain-kain tradisional dari Kamboja, Jepang dan China. Tampak hadir mendampingi Ibu Negara antara lain Menkop UKM, Suryadharma Ali. (mit)