Fokus

Selasa, 29 April 2008

Wayang Orang Maharesi Bisma

 

Jakarta: Ibu Negara hari Selasa (29/4) malam, menghadiri Pagelaran Wayang Orang ke 6, berjudul Maharesi Bisma, di Nusa Indah Theatre Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Pagelaran ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini, oleh Paguyuban Seni Wayang Orang Serba Putri Kunti Nalibroto yang diketuai Ratih Dardo Subroto.

Menurut Ratih Dardo, pertunjukan malam ini sangat istimewa dan unik karena pemainnya semua ibu-ibu, baik penari, dalang, sutradara, bahkan pengrawitnya. "Keunikan itulah yang membuat MURI (Museum Rekor Indonesia) memberi penghargaan sebagai pertunjukan yang pertama kali diselenggarakan, di mana seluruhnya dilakonkan wanita, " ujar Ratih Dardo saat membuka acara. Penghargaan MURI ini diserahkan langsung oleh Direktur MURI, Jaya Suprana, di hadapan Ibu Negara beserta sekitar 500 undangan yang memenuhi Theatre Balai Kartini.

Didampingi Menteri Kesehatan Siti Fadillah Soepari dan Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, Ibu Negara menyaksikan pagelaran wayang orang ini hingga selesai. Lakon Maharesi Bisma adalah cerita dari kisah Mahabarata, yang banyak mengandung nilai-nilai luhur budaya nusantara, yang dewasa ini sudah banyak yang ditinggalkan. Selama hidupnya Maharesi Bisma atau Dewabrata (Bisma Muda) selalu memegang teguh perkataannya sesuai dengan perbuatannya, dan mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadinya.

Dalam lakon ini, antara lain diceritakan bagaimana jiwa besar Dewabrata bersumpah untuk tidak menikah selama hidupnya, agar kelak tidak ada keturunannya yang menuntut tahta kerajaan Astina, guna meyakinkan Dewi Setyawati, calon istri ayahnya Prabu Sentanu, yang memberi syarat bahwa dirinya bersedia dinikahi asalkan kelak hanya keturunannyalah yang akan memegang tahta Astina. (win)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang