Jumat, 9 Mei 2008
Indonesia Hijau dan Bersih
Lingkungan dan Sanitasi yang Baik Menghasilkan Generasi Muda Bermutu
Ibu Ani saat memberi sambutan acara Indonesia Hijau dan Bersih dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan HUT ke-3 Mobil Pintar di SDN 02 Menteng, Jakarta, Jumat (9/5) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono memprihatinkan keadaan sekolah-sekolah yang memiliki lingkungan kotor dan sanitasi yang buruk. Sanitasi yang baik bagi sebuah sekolah merupakan sebuah prasyarat utama karena hal tersebut membuat proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lebih baik. Dalam kondisi seperti itu pula diharapkan hasil didik yang didapat menjadi jauh lebih bermutu.
"Saya memantau, masih banyak sekolah di Indonesia yang belum memperhatikan permasalahan sanitasi ini," kata Ibu Ani saat menghadiri acara Indonesia Hijau dan Bersih dalam rangka Seabad Kebangkitan Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-3 Mobil Pintar di SDN 02 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/5) pagi. "Pada beberapa kunjungan mendadak yang dilakukan Presiden dan saya di beberapa sekolah, tampak mereka mengabaikan fasilitas bagi kebutuhan alami anak-anak tersebut. Tidak ada air bersih dan jamban," terang Ibu Ani kepada lebih kurang 300 undangan.
"Hal seperti ini pasti menyusahkan, karena tidak jarang anak-anak dan guru melaksanakan hajat alaminya harus menumpang di rumah sekitar sekolah atau pulang ke rumahnya terlebih dahulu. Yang paling parah harus terpaksa melakukannya di halaman atau kebun sekolah. Bisa dibayangkan kerugian waktu dan terganggunya aktivitas belajar mereka. Situasi seperti ini pasti tidak menyenangkan dan tidak sehat. Hal ini tidak boleh kita biarkan tanpa usaha untuk mencarikan solusinya. Lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk memudahkan munculnya berbagai macam penyakit yang bisa menjangkit anak-anak sekolah," lanjutnya.
Pada hakekatnya kebersihan lingkungan dan sanitasi sekolah menurut Ibu Ani merupakan tantangan bagi semua pihak, tidak hanya pengelola sekolah. "Dengan tindakan kecil, kami ingin menggugah kepada semua pihak untuk secara bersama-sama mengatasinya. Bila saja masyarakat yang mempunyai kelebihan bersedia untuk membantu sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas yang memadai, saya kira akan sangat baik dan bermakna," Ibu Ani menegaskan.
Tanpa bermaksud menyombongkan diri, Ibu Ani memberi contoh yang bisa menggerakkan hati orang-orang yang memiliki rejeki berlebih. "Gaji ke-13 Presiden SBY yang diterima sejak pertama kali beliau menjabat sebagai Presiden RI, kami berikan dan sumbangkan kembali. Gaji ke-13 Presiden SBY yang pertama disumbangkan untuk membangun fasilitas MCK di SD dan sekolah yang ada di sekitar Cikeas. Sedangkan gaji ke-13 berikutnya diberikan untuk membantu para guru dari daerah terpencil yang sengaja diundang ke Istana. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini juga dapat menggerakkan hati bapak dan ibu yang mempunyai rejeki berlebih," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut Ibu Ani juga mencanangkan pemberantasan Sarang Nyamuk di seluruh SD/MI se-Jakarta. Nampak hadir antara lain Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoler, Koordinator Indonesia Hijau Erna Witoelar, Ketua SIKIB Murniati Widodo A.S., Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni, dan para istri menteri yang tergabung dalam SIKIB (osa)