Fokus

Sabtu, 10 Mei 2008

Seminar Pencerahan Guru

Ibu Negara: Guru Harus Kompeten, Sabar, Kreatif dan Jadi Teladan

 

Ibu Ani hari Sabtu (10/5) pagi menghadiri Seminar Pencerahan Guru, di Gedung Serba Guna Fakultas Keolahragaan, Universitas Negeri Jakarta. (foto: anung/presidensby.info)
Ibu Ani hari Sabtu (10/5) pagi menghadiri Seminar Pencerahan Guru, di Gedung Serba Guna Fakultas Keolahragaan, Universitas Negeri Jakarta. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Ani Bambang Yudhoyono hari Sabtu (10/5) pagi menghadiri Seminar Pencerahan Guru, di Gedung Serba Guna Fakultas Keolahragaan, Universitas Negeri Jakarta. Acara ini sebagai rangkaian acara peringatan Seabad Kebangkitan Nasional dan Ulang Tahun ke-3 Mobil Pintar. Dalam seminar tersebut Ibu Ani tampil sebagai pembicara kunci.

Ketua Penyelenggara Murniati Widodo A.S. melaporkan bahwa Seminar Pencerahan Guru ini diikuti 1200 guru. "Para guru yang mengikuti seminar ini adalah perwakilan para guru yang berasal dari semua daerah di Indonesia, para guru dari sekolah binaan TNI/Polri dan juga mahasiswa UNJ sendiri," jelas Murniati.

Selain Ibu Negara, yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut antara lain Mendiknas Bambang Sudibyo, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO Arief Rachman, dan Ratna Megawangi Sofyan Djalil. "Kepada setiap guru yang mengikuti seminar, Menpora memberikan 1 buah bola voli dan netnya secara gratis, dengan catatan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, namun digunakan untuk kepentingan sekolah," lanjut Widodo.

Ibu Ani dalam pidatonya menerangkan bahwa salah satu cita-cita pendiri Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945 adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. "Dengan kecerdasan tersebut tujuan yang ingin dicapai yaitu Indonesia adil, makmur, dan sejahtera bisa dicapai," ujar Ibu Ani. "Pendidikan dalam arti luas memiliki peran penting. Menurut undang-undang, alokasi anggaran sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Kita menyadari bahwa pemerintah belum dapat memenuhi 20 persen tersebut, namun pemerintah secara bertahap terus berusaha meningkatkan anggaran itu," jelasnya.

Guru memiliki peran sentral dalam pengembangan sumber daya manusia. "Untuk itu guru harus memiliki empat hal yaitu kompetensi, kesabaran, kreatifitas, dan keteladanan. Kalau hal ini diaplikasikan, maka Insya Allah akan menghasilkan anak dididk yang bermutu," Ibu Ani menjelaskan. "Tahun 2004 Presiden SBY sudah menetapkan guru sebagai profesi. Oleh karena itu setiap guru harus dapat mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Sosok guru harus tampil sebagai sosok yang disegani, bukan ditakuti. Kita menyadari bahwa kemampuan dan pertumbuhan intelektual setiap anak berbeda-beda sehingga seorang guru harus sabar membimbing mereka," ujar Ibu Ani.

"Presiden SBY menitipkan pesan untuk para guru, jangan pernah berhenti memberikan pengabdian yang terbaik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga tugas mulia sebagai guru yang diemban bapak dan ibu dapat menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang cerdas sehingga sejajar dengan bangsa lain," seru Ibu Ani.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Mendiknas Bambang Sudibyo, Rektor UNJ Bejo Suyanto, Ibu Supriyanto, dan para istri menteri yang tergabung dalam SIKIB. (osa)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang