


Selasa, 27 Mei 2008
Ibu Ani Menerima Kelompok Gita Kinarsih
Jakarta: Ibu Ani Bambang Yudhoyono, Selasa (27/5) pagi, menerima Kelompok Gerakan Insan Pecinta Lingkungan Indah dan Bersih (Gita Kinarsih) di Ruang Bendera, Wisma Negara. Pertemuan selama lebih kurang dua jam tersebut berlangsung sangat efektif dengan dialog dan pengarahan dari Ibu Negara.
Wakil Ketua Gita Kinarsih, Nanik Wiyono di awal pertemuan menjelaskan, Gita Kinarsih adalah kelompok masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan. "Oleh karena itu visi dari kelompok ini adalah mendorong terwujudnya masyarakat yang peduli lingkungan,” kata Nanik. “Kegiatan yang sudah kami lakukan antara lain adalah penyuluhan kebersihan, terutama tentang pembuangan sampah,” lanjutnya.
Sementara itu, Dewan Penasihat Gita Kinarsih, Dr. Sartono, menjelaskan bahwa anggota kelompok Gita Kinarsih berasal dari warga perumahan Jatiwaringin Antilop, dekat kali Buaran, Jakarta. “Sebelum tahun 90-an, banjir di perumahan kami hanya sekali dalam setahun. Namun akhir-akhir ini, dalam setahun kami bisa terkena banjir sepuluh kali. Ini kebanyakan disebabkan oleh para developer yang tidak mempedulikan aspek lingkungan,” Sartono menjelaskan.
Luas perumahan Jatiwaringin Antilop sekitar 40 hektar dengan lebih kurang 1000 rumah. Selama ini warga berjuang memelihara lingkungan dan mengupayakan berbagai cara untuk mencegah banjir. “Usaha ini tentu kami lakukan bersama. Kami tidak berjuang untuk kepentingan pribadi dan kami membuka peluang untuk membagi pengalaman kami kepada pemerintah,” Sartono menambahkan.
Ibu Ani sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan Gita Kinarsih untuk lingkungan. “Baik sekali bahwa Gita Kinarsih ini memiliki inisiatif terlebih dahulu untuk melestarikan lingkungan. Dulu ketika saya hendak membeli rumah di Bekasi, saya dan SBY juga berusaha mempertimbangkan masak-masak, apakah nanti rumah yang kami beli itu terkena banjir atau tidak. Setelah mensurvei dan benar-benar yakin bahwa tidak akan terkena banjir, baru kami beli,” ujar Ibu Ani.
Ibu Ani juga mengingatkan agar setiap rumah memiliki sumur serapan dan membuat lubang biopori untuk mempercepat turunnya banjir. “Lubang biopori itu membuatnya mudah dan menggunakan alat yang tidak mahal. Dengan lubang sedalam 1 meter dan berdiameter 10 cm yang telah ditimbun dengan daun-daun kering, Insya Allah dapat cepat menyerap air ketika banjir. Nanti kalau musim penghujan sudah lewat, maka di dalam tanah tersebut masih memiliki cadangan air dari banjir tersebut,” jelas Ibu Ani.
“Warga yang terkena dampak banjir jangan pernah menyerah,” pesan Ibu Ani. “Pasti masih banyak jalan yang bisa diusahakan,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut Ibu Ani menjelaskan lima program yang dijalankan Ibu Negara dan SIKIB agar bisa memberi inspirasi bagi anggota Gita Kimarsih untuk melakukan kegiatan. Lima program tersebut adalah Indonesia Pintar, Indonesia Hijau, Indonesia Sehat, Indonesia Kreatif, dan Indonesia Peduli.
Saat menerima tamunya Ibu Ani didampingi Ibu Murniati Widodo AS. Ibu Okke Hatta Rajasa, Ibu Rossi Anton Apriyantono, dan Ibu Erna Witoelar. (osa)
