Jumat, 7 Nopember 2008
Silaturahmi Ibu Negara dengan IPPNU
Ibu Ani menerima peserta Halagoh Pelajar dan Konferensi Besar IPPNU 2008, di Istana Negara, Jumat (7/11) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono bersilaturahmi dengan peserta Halagoh Pelajar dan Konferensi Besar Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Tahun 2008, di Istana Negara, Jumat (7/11) sore. IPPNU mengadakan Halagoh Pelajar dan Konferensi Besar yang berlangsung selama empat hari, yaitu mulai tanggal 6 sampai 9 November 2008 di Pondok Pesantren Asshidiqiyah.
Ketua Umum IPPNU, Wafa Patria Uma menjelaskan bahwa IPPNU adalah salah satu badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama. "IPPNU adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki target group dari pelajar, santri sampai remaja. IPPNU berdiri tanggal 2 Maret 1955, memiliki hak penuh dalam mengendalikan organisasi serta merupakan kader muda yang telah banyak terlibat dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Wafa. "IPPNU memiliki 30 pimpinan wilayah di seluruh propinsi dengan 300 pimpinan cabang tingkat kabupaten atau kotamadya di seluruh Indonesia, "lanjutnya.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Mendiknas Bambang Sudibyo, Menag Maftuh Basyuni, Meneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Ketua PBNU Said Agil Siraj, Ketua SIKIB Murniati Widodo A.S., Okke Hatta Rajasa dan Herawatie Wirajuda. Dalam kesempatan tersebut para undangan menyaksikan film dokumenter program kerja SIKIB yaitu
Indonesia Sejahtera.
Ibu Ani mengatakan, IPPNU yang sudah berdiri dari tahun 1955 dengan visi membangun kader yang berkualitas, mandiri, berakhlak mulia dan bersikap demokratik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ini, telah dikenal kiprahnya dan dapat menjadi contoh serta panutan bagi generasi muda lainnya guna membangun bangsa dan negara. "Dengan mengedepankan sendi-sendi moralitas dan nilai-nilai agama Islam disertai dengan pembekalan diri dengan berbagai disiplin ilmu dan ketrampilan, IPPNU bersama-sama dengan kaum perempuan dan elemen masyarakat lainnya serta pemerintah akan mampu mengatasi permasalahan bangsa, Ibu Ani menjelaskan.
"Saya yakin dengan persatuan dan kesatuan, Insya Allah Indonesia akan mampu keluar dari permasalahannya dan menjadi bangsa yang mandiri, berdaulat dan bermartabat. Presiden SBY dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa burung garuda tidak akan mampu terbang tinggi apabila hanya menggunakan satu sayap laki-laki saja. Ada dua kekuatan yaitu kekuatan perempuan dan kekuatan laki-laki yang keduanya sama-sama pentingnya," tambah Ibu Ani. (osa)