Fokus

Senin, 1 Desember 2008

Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon

Langkah Nyata Perempuan Selesaikan Masalah Bangsa

 

Ibu Negara menanam pohon sukun untuk memulai Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon, di Gelanggang Samudera, Ancol, Jakarta, hari Senin (1/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Ibu Negara menanam pohon sukun untuk memulai Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon, di Gelanggang Samudera, Ancol, Jakarta, hari Senin (1/12) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Dengan melakukan penanaman pohon, bukan penghargaan atau pengakuan yang ingin diperoleh, namun sesungguhnya yang diharapkan adalah ridho dari Allah SWT agar bangsa Indonesia terhindar dari segala bencana seperti banjir, longsor, kekurangan pangan dan kekuarangan air. Demikian dikatakan Ibu Ani Bambang Yudhoyono dalam sambutannya ketika memulai secara resmi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon di Gelanggang Samudera, Ancol, Senin (1/12) pagi.

Ibu Ani menjelaskan bahwa Presiden SBY juga memberikan apresiasi kepada semuanya yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. "Beliau mengatakan apa yang kita lakukan hari ini dan hari-hari mendatang adalah bagian yang penting dari upaya nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus guna melestarikan bumi kita," ujar Ibu Ani.

"Tanggal 28 November 2008 yang lalu, saya bersama Presiden dan para menteri serta komponen masyarakat lainnya telah melakukan penanaman pohon di kompleks LIPI Cibinong sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan penanaman 100 juta pohon, menandai peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional. Kita optimis, target yang telah dicanangkan pemerintah dapat dicapai. Bila separuh penduduk Indonesia yang berjumlah 230 juta orang ini menanam pohon, berarti akan tertanam 115 juta pohon," katanya. Tanggal 28 November telah ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional, tambah Ibu Ani.

Perempuan, lanjut Ibu Ani, merupakan salah satu kekuatan bagi kemajuan bangsa. "Perempuan Indonesia yang berjumlah lebih dari 50 persen dari jumlah penduduk ini, merupakan salah satu kekuatan yang dahsyat. Selain itu perempuan juga mempunyai keahlian tersendiri terutama dalam hal memelihara dan menyayangi sebagaimana sifat alami yang dipunyai kaum perempuan. Oleh karena itu, gerakan ini merupakan satu kerja nyata dari kaum perempuan Indonesia dalam ikut menyelesaikan permasalahan bangsa khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga dan mengatasi dampak perubahan iklim," seru Ibu Ani. (osa)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang