Jumat, 24 April 2009
Ibu Negara Buka Pameran Gebyar Adikriya Sulam Indonesia
Ibu Ani mempraktekkan menyulam usai membuka pameran Gebyar Adikriya Sulam Indonesia di Museum Nasional, Jakarta, hari Jumat (24/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, Jumat (24/4) pagi, membuka pameran Gebyar Adikriya Sulam Indonesia dengan tema `Kriya Sulam Indonesia Sebagai Produk Kreatif Masa Kini dan Masa Datang` di Museum Nasional, Jakarta.
Acara ini merupakan bentuk partisipasi aktif dari Yayasan Sulam Indonesia berkaitan dengan pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yayasan Sulam Indonesia sadar bahwa Indonesia kaya akan produk-produk kreatif, terutama yang berbasis budaya. Dengan menggalakkan produksi dan konsumsinya, berarti akan meningkatkan nilai ekonomisnya.
Ketua Umum Yayasan Sulam Indonesia, Ibu Triesna Wacik, mengatakan bahwa acara ini diharapkan dapat memperkenalkan serta mensosialisasikan bermacam-macam jenis sulam Indonesia. "Kami berharap acara ini menjadi ajang transaksi dan mendapatkan wawasan dan inspirasi untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta mutu sulaman Indonesia sehingga menghasilkan produk yang disukai, dibeli, dan dipakai oleh semua lapisan masyarakat. Bahkan diharapkan bisa menjadi komoditi ekspor yang kompetitif dan memiliki daya saing," kata Triesna Wacik dalam laporannya.
Acara ini juga diharapkan dapat menggugah rasa kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki beraneka ragam kebudayaan etnis beserta produk-produknya. Khusus untuk kriya sulam, kita memiliki begitu banyak macam, diantaranya Sulam Kasab dari NAD, Sulam Suji Cair, Suji Kepalo Samek dari Sumbar, Sulam Manik-Manik dari Sumut, NTT, dan Kaltim. Ada pula Sulam Terawang dari Gorontalo, Tapis dan Sulam Usus dari Lampung, dan masih banyak lagi.
Sementara itu, Ibu Negara yakin bahwa sulam sebagai khasanah kebudayaan Indonesia akan tetap terjaga kelestariannya. "Apalagi selain menggelar pameran untuk mengenalkan produk sulam warisan budaya dan
masterpiece karya perajin indonesia, juga menyelenggarakan lomba kreatif sulam nusantara yang diikuti penyulam dari seluruh provinsi di indonesia," kata Ibu Ani. Dengan pameran ini, lanjut Ibu Ani, masyarakat akan lebih digugah minatnya terhadap sulam. "Sehingga pemasaran hasil sulam dapat dperluas lagi," Ibu Negara menambahkan.
Pameran akan berlangsung lima hari, 24 - 28 April 2009. Kegiatan ini juga diramaikan dengan serangkaian acara, seperti lomba sulam yang diikuri oleh sekitar 200 peserta dari kalangan perajin dari berbagai daerah. Selain itu juga digelar
workshop, pelatihan, dan bazaar. Selain itu juga dibuka pula klinik-klinik konsultasi bagi para penyulam.
Usai membuka Gebyar Adikriya Sulam Indonesia, Ibu Ani didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla berkeliling Museum Nasional, menyaksikan pameran. Hadir pula stand dari Filipina, Thailand dan Vietnam. (mit)