Jumat, 29 Mei 2009
Temu Kader Menuju Pemantapan Posyandu
Angka Kematian Ibu Makin Menurun
Ibu Negara memukul gong untuk meresmikan Temu Kader Menuju Pemantapan Posyandu Tahun 2009, di Hotel Mercure, Jakarta Utara, hari Jumat (29/5) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Ibu Negara Ani Yudhoyono hari Jumat (29/5) pagi membuka Temu Kader Menuju Pemantapan Posyandu Tahun 2009, di Krakatau Room, Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Temu kader yang mengambil tema
Kader Posyandu Mewujudkan Keluarga Sehat itu diikuti 900 kader Posyandu dan Tim Penggerak PKK dari 33 provinsi dan 440 kabupaten/kota. Mereka akan menerima pembekalan dan pendalaman selama 3 hari, dari tanggal 28 hingga 30 Mei 2009.
Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari melaporkan, pertemuan itu bertujuan untuk meningkatkan kinerja Posyandu dan keterampilan teknis kader dalam memberdayakan keluarga. "Diharapkan, keluarga akan mampu memelihara kesehatan ibu dan anak-anak termasuk imunisasi, keluarga berencana, penanganan diare, keluarga sadar gizi, serta perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga melalui temu kader tingkat nasional, lebih memantapkan jejaring dalam pembinaan kader Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota," katanya.
Menurut Menkes, berbagai upaya terobosan dan program prioritas yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin, penanggulangan penyakit menular dan prevalensi gizi kurang, telah memperlihatkan hasil yang cukup bermakna. "Keberhasilan program pembangunan kesehatan dapat dilihat dari turunnya angka kematian ibu (AKI) dari 307 tahun 2004, menjadi 228 per 100 ribu kelahiran hidup tahun 2007," kata Siti.
"Turunnya angka kematian bayi atau AKB dari 35 pada tahun 2004 menjadi 26,9 per seribu kelahiran hidup pada tahun 2007. Sedangkan prevalensi gizi kurang dari 23,2 persen pada tahun 2003 menjadi 18,4 persen tahun 2007," papar Menkes. "Revitalisasi Posyandu dan pembentukan Desa Siaga juga telah berhasil meningkatkan jumlah Posyandu dari 232 ribu menjadi 267 ribu di seluruh Indonesia. Begitu pula dengan jumlah balita ditimbang di Posyandu meningkat dari 43 persen tahun 2004 menjadi 74,5 persen," Siti menambahkan.
Ibu Ani menaruh perhatian yang besar kepada kegiatan temu kader Posyandu itu. "Pertama karena saya yakin temu kader tingkat nasional ini merupakan forum yang sangat penting untuk meningkatkan kader melalui tukar menukar pengalaman dalam mengelola Posyandu. Sekaligus sebagai ajang untuk menumbuhkan motivasi dan semangat kebersamaan kader dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama kelompok rentan yaitu kaum perempuan dan anak-anak," terang Ibu Ani.
"Kedua, karena saya tahu tujuan pendirian Posyandu yang didirikan pada tahun 1980an ini sangat sinergi dengan program Indonesia Sehat yang saya kembangkan dengan ibu-ibu dari SIKIB," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut Ibu Ani menyematkan pin Kader Posyandu kepada tujuh orang perwakilan kader posyandu, antara lain Lindawati dari Dusun Pekan Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Taniang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, masa kerja 14 tahun, Ony Mulyadi dari Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, masa kerja 13 tahun, dan Wenny dari Kelurahan Pringgo Kusuman, Kecamatan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, masa kerja 9 tahun.
Ibu Ani juga berdialog dengan para kader posyandu yang dipandu Menteri Kesehatan. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Mendagri Mardiyanto, Ketua Tim Penggerak PKK Nasional Effie Mardiyanto, Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Tati Fauzi Bowo, dan Ketua Pelaksana Indonesia Sehat Dani Hendarman Supandji. (osa)