Jumat, 29 Mei 2009
Ibu Negara:
Empat Tahun Terakhir Kesehatan dan Gizi Masyarakat Semakin Membaik
Ibu Negara menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Temu Kader Menuju Pemantapan Posyandu Tahun 2009, di Hotel Mercure, Jakarta Utara, hari Jumat (29/5) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Kondisi kesehatan masyarakat Indonesia dewasa ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan dan mencapai tujuan penting yang cukup mendasar. "Dalam empat tahun terakhir, derajat kesehatan dan status gizi masyarakat telah semakin membaik, yang ditandai dengan turunnya angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi gizi kurang." Demikian dikatakan Ibu Ani Bambang Yudhoyono saat meresmikan Temu Kader Menuju Pemantapan Posyandu di Ruang Krakatau, Hotel Mercure, Ancol, Jumat (29/5) pagi.
"Meskipun demikian, kita tidak boleh cepat berpuas diri karena masih banyak kekurangan yang perlu kita perbaiki. Kita juga menyadari bahwa kedepan tantangan yang besar masih akan menghadang kita, menyangkut kesehatan masyarakat. Sesungguhnya kita patut bersyukur karena saat ini sarana dan prasarana kesehatan sudah makin tersebar keseluruh daerah dan pelayanan kesehatan juga semakin baik, lebih merata, meningkat mutunya, serta dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil," tambah Ibu Ani.
Begitu juga dengan program-program yang berkaitan dengan kesehatan, terutama bagi ibu dan anak, telah memberikan pengaruh yang sangat positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. "Dan yang makin menggembirakan adalah hal ini didukung partisipasi masyarakat yang semakin peduli terhadap kesehatan," Ibu Ani menjelaskan.
Menurut Ibu Ani, peran serta para kader PKK di pedesaan dan perkotaan juga sangat menentukan keberhasilan tersebut. "Harus kita akui bahwa ibu-ibu PKK yang telah mengembangkan dan mengelola Posyandu sehingga dengan cepat berkembang di seluruh wilayah Indonesia," lanjutnya.
Menyadari keberadaan Posyandu yang sangat strategis dalam pencapaian sasaran kesehatan dan gizi, beberapa tahun lalu telah mulai dilakukan revitalisasi Posyandu. "Revitalisasi itu tiada lain ditujukan untuk mengembangkan kegiatan, diantaranya meningkatkan kualitas kemampuan dan ketrampilan kader, meningkatkan pemenuhan kelengkapan sarana dan prasarana, meningkatkan fungsi pendampingan dan kualitas pembinaan, serta meningkatkan peran serta masyarakat bahkan kemitraan dengan swasta dan dunia usaha, terutama yang memiliki program CSR," terang Ibu Ani.
Keberhasilan menjadikan Posyandu sebagai primadona seakan menjawab seruan Presiden SBY yang disampaikan pada Pekan Kesehatan Nasional di Karanganyar, Jawa Tengah. "Beliau mengajak mengaktifkan kembali Posyandu yang sempat menurun kegiatannya. Saya percaya keberhasilan tersebut adalah hasil kerja keras kita semua, termasuk para kader diseluruh wilayah Indonesia yang tidak pernah mengenal lelah dan sukarela menyumbangkan tenaga, pikiran dan waktunya untuk mengupayakan perbaikan gizi keluarga," lanjutnya.
Ibu Ani mengajak seluruh kader Posyandu untuk semakin giat lagi menggerakkan kaum ibu dan anak balitanya datang ke Posyandu untuk mendapatkan pelayanan gizi. "Lanjutkan apa yang sudah baik, dan tingkatkan dengan berbagai kegiatan yang inovatif yang sesui dengan situasi dan kondisi, serta memperhatikan kearifan lokal," kata Ibu Ani. (osa)