Fokus

Sabtu, 30 Januari 2010

Ibu Negara: Narkoba Ancaman Serius Bagi Indonesia

 

Ibu Negara berdialog dengan mantan pengguna pada acara peluncuran  program Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba di Central Park Podomoro City, Jl. S. Parman, Jakarta Barat, hari hari Sabtu (30/1) pagi. (foto:anung/presidensby.info)
Ibu Negara berdialog dengan mantan pengguna pada acara peluncuran program Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba di Central Park Podomoro City, Jl. S. Parman, Jakarta Barat, hari hari Sabtu (30/1) pagi. (foto:anung/presidensby.info)
Jakarta: Indonesia menghadapi ancaman narkoba yang cukup serius dewasa ini karena Indonesia bukan lagi sebagai konsumen narkoba, melainkan juga sebagai produsen. "Ini dibuktikan dengan ditemukannya home industri extacy dan shabu di beberapa tempat di Indonesia," kata Ibu Ani Bambang Yudhoyono saat meluncurkan program Aksi Peduli Anak Bangsa Bebas Narkoba di Central Park Podomoro City, Jl. S. Parman, Jakarta Barat, Sabtu (30/1) pagi.

"Menurut Mabes Polri, jumlah kasus narkoba yang ditangani cenderung naik setiap tahun, demikian pula penggunaan narkoba yang menunjukkan kenaikan signifikan. Hampir tidak ada kelompok masyarakat yang terbebas dari narkoba. Menurut BNN, sebagai kelompok yang paling banyak menyalahgunakan narkoba adalah kelompok remaja dan pemuda dengan jumlah lebih dari 14 ribu orang atau 19 persen dari keseluruhan pengguna," jelas Ibu Ani.

Maraknya penggunaan dari kalangan remaja merupakan pertanda buruk bagi eksistensi bangsa di kemudian hari. "Dampak narkoba terhadap produktifitas remaja menjadi rendah. Anak-anak menjadi pemalas. Tidak peduli dengan sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Mudah berbohong. Mudah melakukan kejahatan atau tindak kriminalitas. Yang paling membahayakan adalah kualitas kesehatan menjadi turun, mudah terserang penyakit seperti hepatitis dan HIV/AIDS," ujar Ibu Ani.

"Setelah diamanati ternyata penyebabnya antara lain adalah perhatian keluarga yang sangat kurang, pergaulan bebas dan penegakan hukum yang dapat menimbulkan efek jera. Kita harus berani mengatakan tidak kepada narkoba dengan segala bentuknya. Hari ini saya sangat gembira mendengar langsung pelajar, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya yang menyatakan akan menjauhkan diri dan membebaskan dirinya dari bahaya narkoba. Ini berarti tidak ada tempat untuk narkoba," Ibu Ani menerangkan.

Sebagai generasi penerus bangsa, Ibu Ani menghimbau agar hendaknya mengenali narkoba bukan untuk dicoba tapi harus dihindari. "Belajarlah kalian dari pengalaman orang lain. Jauhi narkoba karena narkoba hanya akan merusak otak dan menghantarkan kalian pada kehancuran jasmani dan rohani. Banyak hal sebenarnya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba diantaranya adalah dengan memasukkan pengetahuan tentang narkoba dalam kurikulum SD. Kita berharap siswa dapat mengenali dan memahami apa itu narkoba sejak dini," seru Ibu Ani. (osa)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang