Fokus

Kamis, 12 Januari 2012

Ibu Ani:

Untuk Menjaga Regenerasi, Ajarkan Membatik di Sekolah

 

Ibu Ani dan Presiden SBY melihat-lihat batik hasil produksi pembatik Ngadirojo, Pacitan, usai audiensi di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jatim, Kamis (12/1) malam. (foto: haranto/presidensby.info)
Ibu Ani dan Presiden SBY melihat-lihat batik hasil produksi pembatik Ngadirojo, Pacitan, usai audiensi di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jatim, Kamis (12/1) malam. (foto: haranto/presidensby.info)
Pacitan, Jawa Timur: Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono berharap regenerasi pembatik sebagai salah satu warisan budaya yang berharga tetap terus terjaga. Caranya bisa dengan mengajarkan membatik di sekolah-sekolah.

"Barangkali menjadi ekstrakulikuler, kemudian suatu saat nanti diadakan lomba-lomba sehingga akan membuat minat dari anak-anak untuk membatik lebih banyak lagi," kata kata Ibu Ani dalam audiensi dengan kelompok pembatik Ngadirojo, di Pendopo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (12/1) malam.

Ibu Ani berada di Pacitan mendampingi Presiden SBY melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kota di Jawa Timur. Salah satu agenda kunjungan kerja tersebut adalah bertemu dengan pembatik Ngadirojo, Pacitan.

"Dengan lomba-lomba tersebut, lanjut Ibu Ani, akan merangsang anak-anak meminati seni membatik. Di tingkat pusat, pemerintah memfasilitasi lomba menggambar motif batik setiap memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. "Sudah dua tahun ini mendesain batik kita ikutkan dalam lomba," Ibu Negara menambahkan.

Ibu Negara mencontohkan bahwa beberapa sekolah di Pekalongan dan Cirebon sudah mengajarkan membatik kepada murid-muridnya. Kedua kota tersebut dikenal sebgai sentra batik. "Untuk itu tidaklah salah bila Pancitan mencontohnya," kata Ibu Ani.

Dalam kesempatan ini, Ibu Ani mengingatkan agar kegiatan membatik juga memperhatikan faktor lingkungan. Limbah yang dihasilkan dari pewarna batik harus dikelola sehingga tidak merusak lingkungan.

"Ada negara konsumen yang tidak menghendaki kalau limbahnya ini tidak dikelola dengan baik. Andai kata limbah batik ini sampai merusak lingkungan maka mereka tidak ingin membeli batiknya," Ibu Ani menjelaskan. (dit)

 

Link Terkait:

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang