Fokus

Rabu, 22 Februari 2012

Onkolog Jangan Menumpuk di Jakarta

 

Ibu Ani ketika menyampaikan sambutan pembukaan Seminar Nasional Kanker di Istana Negara, Rabu (22/2) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Ibu Ani ketika menyampaikan sambutan pembukaan Seminar Nasional Kanker di Istana Negara, Rabu (22/2) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jakarta: Sistem penatalaksanaan penyakit kanker di Indonesia belum optimal. Ahli spesial kanker atau Onkolog, misalnya, jumlahnya masih terbatas dan sebagian besar mereka bermukim di Jakarta. Inilah tantangan yang harus dijawab oleh Kementerian Kesehatan dan perguruan tinggi untuk mencetak lebih banyak lagi tenaga medis andal, khususnya onkolog di daerah terpencil di Indonesia.

Oleh karena itu, Ibu Negara mendorong daerah turut membiayai lahirnya onkolog baru sehingga masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke Jakarta. Namun, harus dengan perjanjian awal. "Jangan sampai sudah dibiayai untuk menjadi onkolog semuanya pindah ke Jakarta," kata Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono pada pembukaan Seminar Nasional 'Kanker Masalah Kita Bersama' di Istana Negara, Rabu (22/2) pagi.

"Itu yang tidak kita harapkan. Jadi sebelumnya harus ada perjanjian bahwa setelah selesai kembali ke daerahnya, mengabdi ke daerahnya," Ibu Ani menegaskan. Suatu daerah dikatakan berhasil, lanjut Ibu Ani, apabila layanan kesehatan masyarakat daerah sudah meningkat, berkualitas, terjangkau secara fisik dan ekonomi.

Disamping itu, peningkatan kemampuan, kesadaran, serta kepedulian masyarakat terhadap kanker juga penting, agar lebih banyak orang yang terselamatkan. Dengan minimnya pengetahuan masyarakat tentang kanker seperti sekarang, masih banyak kasus di Indonesia sering terjadi keterlambatan penanganan kanker sehingga upaya penyelamatan menjadi lebih sulit. Selain itu, hampir 70 persen kasus kanker diketemukan pada kondisi stadium lanjut. Ini mengakibatkan peluang untuk diselamatkan menjadi kecil.

"Secara teori, hampir semua jenis kanker dapat dicegah dan sepertiga dapat disembuhkan bila diketemukan pada stadium dini serta mendapat pengobatan yang cepat dan tepat," Ibu Ani menambahkan.

Walapun pengobatan terus ditingkatkan, namun lebih baik bila dilakukan pencegahan. Kurang lebih 90 persen dari penyebab kanker terkait dengan faktor lingkungan dan gaya hidup. "Hidup sehat tak hanya membuat kita lebih fit dan energik tetapi juga dapat menghindarkan diri dari segala macam penyakit, termasuk kanker," Ibu Ani mengingatkan. (yun)

 

Link Terkait:

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang