Pidato Presiden

Hotel Mulia, Jakarta, Selasa, 22 Juli 2008

Sambutan Acara 'Untukmu Perempuan Indonesia`

 

TRANSKRIPSI
PENGARAHAN IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
“UNTUKMU PEREMPUAN INDONESIA”
HOTEL MULIA SENAYAN, JAKARTA
22 JULI 2008



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat malam dan salam sejahtera buat kita sekalian,

Yang saya hormati dan saya cintai Ibu Mufidah Jusuf Kalla,
Yang saya hormati Bapak Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta beserta Ibu Priyanto,
Yang saya hormati Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Ibu Adiati Arifin Siregar,
Yang saya hormati Ibu Umar Wirahadikusumah,
Para Donatur dan Hadirin Undangan sekalian yang berbahagia,

Sayapun ingin mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya lah, maka pada malam hari ini, kita dapat berkumpul di dalam ruangan yang sangat indah ini dalam keadaan sehat walafiat.

Sebelum saya lanjutkan pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan salam hangat dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono kepada seluruh hadirin dan para Pengurus Yayasan Kanker Indonesia. Beliau menyampaikan penghargaan kepada seluruh Pengurus YKI dan masyarakat yang berhati mulia, yang telah peduli terhadap kesehatan diri maupun masyarakat. Beliau berharap, agar apa yang dilakukan oleh Yayasan Kanker Indonesia pada malam hari ini dapat berjalan lancar, sehingga tercapai apa yang menjadi hajat dan tujuan diadakannya Malam Dana “Untukmu Perempuan Indonesia”.

Hadirin sekalian,
Secara pribadi, saya menyambut baik acara silaturahmi yang diadakan pada malam yang amat membahagiakan ini, apalagi tujuannya berkumpulnya kita di sini bukan hanya sekedar silaturahmi belaka, akan tetapi untuk membangun persahabatan, sekaligus menggalang kepedulian kita bersama terhadap masalah kanker, yang tentu merupakan salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh bangsa kita saat ini.

Ada beberapa hal pada kesempatan ini yang ingin saya sampaikan, mencermati perkembangan masalah kesehatan masyarakat, termasuk kasus-kasus kanker yang semakin meningkat di Indonesia dewasa ini, seperti yang telah disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Ibu Adiati Arifin Siregar tadi, tentu sangat mengkhawatirkan kita semua, karena hal tersebut akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, khususnya sumber daya manusia.

Di pihak lain, kita menyadari bahwa pengetahuan masyarakat tentang hal yang berkaitan dengan kesehatan, terutama kanker serta perilaku yang berkaitan dengan pola hidup sehat masih perlu ditingkatkan lagi. Penanganan kedua masalah yang saling berpengaruh ini, tentu memerlukan ketersediaan sumber daya yang tidak sedikit, serta perhatian dan kepedulian semua pihak. Masalah ini tidak mungkin diserahkan kepada Pemerintah, kalangan medis atau kepada Yayasan Kanker Indonesia saja, ini adalah masalah dan tanggung jawab kita bersama. Saya yakin bersama seluruh komponen masyarakat, kita bisa mengatasinya.

Yayasan Kanker Indonesia dengan program-program kemanusiaan yang tadi telah disampaikan oleh Ibu Adiati Arifin Siregar, khususnya yang berkaitan dengan penanggulangan kanker yang telah dikerjakan selama ini, perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak, baik secara moril maupun materil. Agar program mulia tersebut dapat berkesinambungan dan dapat menjangkau masyarakat luas secara lebih merata lagi, sehingga akan memberi dampak yang bermakna terhadap penurunan tingkat kesakitan dan kematian karena kanker.

Merubah perilaku masyarakat ke arah yang lebih positif dan lebih baik dalam rangka menjauhkan diri, agar tidak terserang penyakit, tentu jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobatinya. Kita semua tahu bahwa tidak sedikit biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan kanker, apalagi bila penanganannya baru mulai setelah penyakit tersebut berada pada stadium lanjut. Seperti tadi apa yang disampaikan oleh Ibu Adiati. Karena ketidaktahuan atau ketidakmampuan, penderita mencari pertolongan ke tempat pelayanan yang kurang tepat terlebih dahulu, sehingga proses penyakit itu akan berjalan terus.

Untuk menghindari hal tersebut, program penyuluhan kepada masyarakat tentu sangat diperlukan dan harus dilakukan secara terus-menerus. Tema yang diangkat oleh Panitia pada malam hari ini, “Untukmu Perempuan Indonesia” patut pula menjadi catatan kita semua. Tema ini sungguh relevan dengan kondisi ketertinggalan perempuan Indonesia saat ini. Begitu banyak masalah yang dialami oleh kaum perempuan di Indonesia, baik dari aspek kesehatan, termasuk di dalamnya kanker payudara dan kanker servik. Dua jenis kanker yang terbanyak menyerang perempuan, selain masalah pendidikan, ekonomi, maupun aspek kehidupan lainnya telah menurunkan kualitas hidup kaum perempuan, sehingga tidak dapat memanfaatkan potensinya secara optimal dalam pembangunan.

Hadirin sekalian,
Tadi disebutkan 10 macam kanker, mulai dari kanker servik, kemudian kanker kulit, kanker hati dan lain sebagainya. Tapi saya kira ada Pak Tantowi Yahya, yaitu “kantong kering” yang selalu menghinggapi bukan hanya kaum perempuan Indonesia.

Hadirin sekalian,
Fakta dan data penduduk Indonesia menunjukan, bahwa jumlah perempuan dan laki-laki di Indonesia relatif sama. Kapasitas rasional dan kapasitas intelektualnya pun sama. Tetapi mengapa kualitasnya masih belum berimbang? Perempuan Indonesia masih perlu terus diberdayakan, agar mereka dapat meningkatkan pengetahuannya, serta mampu secara mandiri mengambil keputusan yang tepat dan cepat tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, terutama tentu saja kesehatannya reproduksinya. Hal ini akan memberi dampak positif, khususnya terhadap penurunan angka kematian ibu yang saat ini masih cukup tinggi di Indoesia.

Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua, baik yang ada di sini maupun yang tidak sempat hadir pada acara ini, untuk selalu peduli dan berkontribusi secara sukarela dan ikhlas sesuai dengan kapasitas yang dimiliki, tentunya saja khususnya dalam mendukung program-program penanggulangan penyakit kanker yang diprediksi akan terus meningkat dan mengancam masyarakat kita.

Kepada para perempuan Indonesia, saya mengajak untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan kapasitas diri di segala bidang kehidupan, terutama dalam bidang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup generasi yang akan datang sebagai penerus bangsa kita.

Akhirnya saya ucapkan terima kasih kepada para Donatur, Panitia, para Desainer, para Artis yang telah mendukung acara ini, khususnya kepada para Pengurus Yayasan Kanker Indonesia, dimana Yayasan Kanker ini merupakan mitra kerja dari Pemerintah. Saya ucapkan selamat berkarya, semoga Allah selalu memberi jalan kemudahan kepada Yayasan Kanker Indonesia, agar dapat terus dapat melaksanakan program-program.

Akhirnya sekali lagi, selamat menikmati santap malam bersama sambil menyaksikan peragaan busana dari para desainer kebanggaan Indonesia, ada Chosy Lattu, Adjie Notonegoro, Anne Avantie dan Obin, serta mendengarkan alunan merdu dari para artis kenamaan kita. Saya mendengar ada Harvey Malaiholo, Katon Bagaskara, Dewi Gita, Rafika Duri dan Lucky Octaviano. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi usaha kita. Amin.

Wabillahitaufik walhidayah wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*****


Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang