Pidato Presiden

Istana Negara, Sabtu, 16 Agustus 2008

Sambutan Silaturahmi dengan Guru Daerah Khusus, Guru Luar Biasa dan Pendidik Non Formal Tingkat Nasional

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU HJ. ANI BAMBANG YUDHOYONO
PADA ACARA
SILATURAHMI DENGAN PARA GURU DAERAH KHUSUS,
GURU LUAR BIASA DAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PENDIDIKAN NON FORMAL (PTKPNF) TINGKAT NASIONAL TAHUN 2008
ISTANA NEGARA, 16 AGUSTUS 2008



Bismilahirahmanirrahim,
Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera buat kita sekalian,

Yang saya hormati dan saya cintai Ibu Mufidah Jusuf Kalla,
Yang saya hormati Bapak Bambang Soedibyo, Menteri Pendidikan Nasional beserta jajarannya,
Yang saya hormati Ibu-Ibu dari Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu, para guru dari daerah khusus termasuk daerah terpencil, guru pendidikan luar biasa serta para tenaga kependidikan, pendidikan non formal berprestasi yang saya cintai dan saya banggakan,

Hadirin sekalian yang berbahagia,
Marilah pada kesempatan yang amat membahagiakan ini kita semua memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan ridho-Nya lah maka pada pagi hari ini kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat walafiat.

Saya sangat berbahagia dan bangga dapat bertemu secara langsung dengan guru dari daerah khusus termasuk yang terpencil, guru pendidikan luar biasa, berdedikasi, pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan non formal berprestasi dari seluruh Indonesia di Istana Negara yang sangat bersejarah ini.

Tatapan mata yang berbinar dan wajah yang cerah ceria dari Bapak dan Ibu sekalian merupakan refleksi dari semangat dan motivasi yang tinggi dari Bapak dan Ibu untuk tetap berjuang dan berinovasi demi keberlanjutan pembangunan bangsa kita melalui jalur pendidikan khususnya untuk anak-anak bangsa yang tinggal di daerah terpencil dan daerah konflik atau daerah khusus anak-anak yang memerlukan perhatian dan pendidikan khusus serta melalui kehadiran jalur pendidikan non formal.

Sebelum saya lanjutkan, saya ingin menyampaikan salam hangat dari Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Secara khusus beliau menyampaikan kegembiraannya dan mengucapkan selamat datang di Istana Negara yang didirikan pada tahun 1796 oleh seorang yang bernama J.A. Van Bram. Di tempat inilah Presiden melantik para Menteri, Duta Besar untuk negara sahabat, menjamu makan malam tamu-tamu negara serta membuka musyawarah dan rapat kerja. Di tempat ini pulalah ditandatanganinya persetujuan linggar jati antara Indonesia dan Belanda yang diwakili oleh Sutan Syahrir dari pihak Indonesia dan DR. Van Mock dari pihak Belanda.

Hadirin sekalian,
Di tengah-tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika percaturan global yang makin berat, rasanya kita makin bangga menjadi bangsa Indonesia, karena sebagai bangsa yang besar, yang memiliki semangat juang yang tinggi untuk memacu daya saing bangsa ke depan. Kita diingatkan bahwa untuk membangun masa depan yang kita cita-citakan bersama berarti ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun manusia Indonesia seutuhnya, termasuk membangun dan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Tadi disebutkan oleh Bapak Bambang Soedibyo disini hadir dan juga Ketua Panitia, 66 guru dari SD daerah khusus dan atau terpencil, 33 guru pendidikan luar biasa berdedikasi serta 16 guru PTKPNF berprestasi, yang hadir di Istana Negara ini telah dinilai sebagai guru dan tenaga kependidikan yang memiliki kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan yang tinggi dalam melaksanakan tugas di daerah khusus atau terpencil dan mendidik anak-anak dengan kekhususan tertentu.

Kalau boleh saya tahu, siapa yang dari daerah terpencil, barangkali bisa angkat tangan, terima kasih. Kemudian guru-guru dari sekolah luar biasa, terima kasih. Kemudian yang berprestasi yang pada Jambore, Semarang kemarin, baik, terima kasih.

Saya menyadari bahwa tugas bapak dan ibu sangatlah berat, akan tetapi percayalah bahwa tugas tersebut sangat terhormat dan mulia. Bapak, Ibu sekalian, mengemban tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan formal. Tentu saja Bapak dan Ibu yang sehari-hari bertugas di daerah khusus atau terpencil dan pada satuan pendidikan luar biasa mempunyai tugas yang jauh lebih berat dibandingkan dengan guru-guru lainnya, seperti tadi yang disampaikan juga oleh Bapak Bambang Soedibyo.

Bapak dan Ibu yang bertugas di daerah terpencil penuh dedikasi dan ikhlas memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak bangsa yang tinggal jauh di pedalaman, di pulau-pulau terdepan, di daerah-daerah perbatasan, di pinggir-pinggir sungai besar, di daerah rawan bencana dan lain-lain dengan tingkat kesulitan transportasi yang tinggi serta tentu saja dengan fasilitas yang belum memadai.

Tapi saya percaya sebagai penyandang profesi yang mulia, Bapak dan Ibu tetap memancarkan sinar optimisme dan kecerahan wajah untuk mendidik anak-anak bangsa. Bapak dan Ibu yang mengajar pada satuan pendidikan luar biasa juga secara ikhlas dan dengan dedikasi yang tinggi mengabdikan diri mendidik warga negara dan generasi muda yang memiliki kelainan fisik, emosional bahkan mungkin mental dan intelektual.

Saya dapat membayangkan betapa sulitnya tugas Bapak dan Ibu emban sebagai guru pendidikan luar biasa. Mendidik anak-anak yang normal saja tidak mudah apalagi mendidik anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus dengan segala kekurangan yang mereka miliki. Mereka membutuhkan sentuhan kasih sayang, perhatian dan kesabaran yang lebih, kadang-kadang bahkan sampai menguras tenaga dan pikiran.

Dengan tulus saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Pengorbanan Bapak dan Ibu curahkan selama ini sangatlah dirasakan oleh anak-anak kita yang kurang beruntung itu. Kalau mereka bisa berkata, kalau mereka bisa menyampaikan perasaannya maka mereka pun bisa mengucapkan terima kasih pula kepada Bapak dan Ibu sekalian.

Bapak dan ibu sekalian yang saya hormati,
Pada kondisi dan tingkat kesulitan apapun janganlah kita pernah menyerah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa di manapun mereka berada dan bagaimanapun kondisi fisik dan mental mereka, karena itu keteguhan dan semangat Bapak dan Ibu yang tidak pernah kenal lelah sangatlah dibutuhkan untuk mendidik dan mencerdaskan anak-anak itu, karena memang setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.

Hadirin yang saya muliakan,
Baik sebagai pribadi maupun sebagai Ibu Negara pada hampir setiap kesempatan yang relevan saya selalu mengutarakan keinginan untuk meningkatkan profesionalitas guru sehingga menjadi profesi yang bermartabat dan sekaligus sejahtera.

Kegiatan silaturahmi ini merupakan salah satu bentuk keberpihakan yang tinggi terhadap guru-guru. Saya menyadari bahwa diperlukan kemampuan dan komitmen yang sangat besar untuk membangun pendidikan dalam rangka meningkatkan kecerdasan dan keterampilan anak-anak bangsa. Tentu saja sebesar apapun potensi dan kemampuan kita tidak pernah akan cukup mengingat banyaknya program-program khusus yang juga harus menjadi prioritas. Dan upaya pencerdasan itu sendiri memang tidak pernah berhenti. Saya berharap kasih sayang, keceriaan, keteguhan hati, semangat dan kreativitas yang Saudara miliki tersebut dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Hadirin yang saya hormati,
Pemerintah sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bapak Mendiknas, Bapak Bambang Soedibyo tadi setelah melakukan berbagai upaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan baik melalui pengangkatan guru honorer menjadi guru tetap, peningkatan kesejahteraan guru terutama guru-guru daerah khusus atau terpencil, tadi disebutkan adanya tunjangan sebesar 100 persen gaji pokok bagi mereka atau guru-guru yang berada di daerah terpencil maupun peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru, oleh karenanya mari kita dukung program pemerintah ini agar dapat mencapai sasarannya.

Kembali saya sampaikan bahwa pada Pidato Kenegaraan di depan Rapat Paripurna DPR tanggal 15 Agustus 2008 kemarin, Presiden menyampaikan bahwa anggaran pendidikan insya Allah akan mencapai 20 persen dari APBN pada tahun 2009. Hal ini tentu saja sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang Undang. Tentu kita semua merasa amat bersyukur karena kita berharap dengan anggaran yang cukup tinggi itu kita dapat meningkatkan mutu pendidikan yang juga sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru, tadi Bapak Mendiknas juga sudah menyampaikannya.

Hadirin sekalian,
Selesai Pidato Kenegaraan Presiden itu banyak sms yang masuk kepada saya, yang intinya mereka mengira atas keputusan pemerintah itu yang mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan, mereka berharap agar dana yang cukup atau kalau boleh dikatakan mungkin paling besar ya Bapak dari seluruh alokasi anggaran APBN dapat dikelola dengan sebaik-baiknya, kemudian diawasi penggunaannya agar tepat sasaran dan tidak bocor ke tempat yang tidak semestinya, bahkan banyak pula yang menyampaikan melalui saya agar tidak ada lagi pungutan-pungutan yang sering sangat memberatkan orang tua mereka. Ini yang masyarakat sampaikan kepada saya melalui sms maupun melalui telepon yang langsung kepada saya.

Hadirin sekalian,
Sejalan dengan hal tersebut maka saya, Ibu Negara, Ibu Mufidah Jusuf Kalla dibantu oleh ibu-ibu dari Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu yang duduk di depan sini dan juga yang ada di sana merasa perlu untuk ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan untuk anak bangsa ini khususnya melalui jalur pendidikan non formal dengan menggagas dan meluncurkan mobil pintar, yang dilanjutkan dengan motor pintar, rumah pintar dan kapal pintar.

Saya kira kemarin Ibu Okke Hatta Rajasa sudah menyampaikan kepada bapak dan ibu sekalian. Program yang akhirnya kita beri nama Indonesia Pintar ini mempunyai motto Gemar Membaca Meraih Cita-Cita, kita dedikasikan untuk anak-anak dan masyarakat Indonesia merupakan salah satu bukti keperdulian dan bukti nyata Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu dalam rangka memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Indonesia. Walaupun belum memadai namun dengan bangga saya katakan bahwa fasilitas ini sudah tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh sampai ke Papua bahkan Kepolisian Republik Indonesia juga sudah menggunakan mobil pintar, motor pintar, rumah pintar sebagai sarana pembinaan masyarakat.

Hadirin yang saya hormati,
Apabila kita melihat jumlah sasaran serta di daerah khusus atau terpencil dan anak-anak memiliki kebutuhan khusus yang harus dilayani dan berbagai beban atau tantangan yang harus dihadapi maka saya sangat sadar bahwa Bapak dan Ibu ada pada saat ini perlu terus ditingkatkan kualifikasi dan kompetensinya. Untuk itu saya mengharapkan kepada Bapak Menteri Pendidikan Nasional untuk terus memberikan perhatian yang lebih kepada guru-guru yang bertugas di daerah terpencil atau daerah khusus pada satuan pendidikan luar biasa ini.

Dengan beban dan tantangan yang mereka hadapi sudah sepantasnya dicarikan formula untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan mereka.

Hadirin sekalian,
Pada kesempatan yang membahagiakan ini saya mengucapkan selamat kepada guru-guru PTKPNF yang baru saja menyelesaikan Jambore di Semarang serta guru-guru daerah khusus termasuk yang terpencil, guru-guru sekolah luar biasa berdedikasi atas terpilihnya Saudara-Saudara untuk mewakili rekan-rekan sejawat dari seluruh pelosok tanah air.

Besok kita semua akan mengikuti Peringatan Detik-Detik Proklamasi Tahun 2008 serta Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman Istana Merdeka bersama-sama dengan Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, para Ketua Lembaga Tinggi Negara, para Menteri dan undangan terhormat lainnya.

Semoga acara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 63 yang bertepatan dengan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional itu akan membawa kesan dan kenangan yang mendalam bagi Bapak dan Ibu sekalian. Mudah-mudahan sekembalinya dari Jakarta ke daerah masing-masing, Bapak dan Ibu dapat menceritakan pengalaman yang didapat kepada teman-teman, kepada handai taulan dan para peserta didik lainnya.

Harapan saya semoga hal ini makin meningkatkan dedikasi dan kinerja Bapak dan Ibu demi pendidikan anak-anak kita. Semoga apa yang kita perjuangkan dan kita cita-citakan mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Pada kesempatan yang baik ini, nanti memenuhi permintaan dari Bapak Menteri Pendidikan Nasional kiranya saya juga ingin mendengar pengalaman-pengalaman suka, duka dari Bapak dan Ibu sekalian yang bisa menjadi masukan buat kita semua dan juga menjadi berbagi pengalaman dengan sesama rekan dari daerah lainnya.

Dan untuk diketahui oleh bapak dan ibu sekalian yang tadi disebutkan oleh Ibu Ketua Panitia yaitu bingkisan dari Bapak Presiden dan saya secara pribadi, buku Harus Bisa adalah buku seni memimpin ala SBY dan bukan karangan dari Bapak SBY tetapi itu karangan dari Bapak DR. Dino Patti Djalal yang akan diserahkan kepada Ibu-ibu sekalian dan Bapak-bapak tentunya.

Dan, bapak dan ibu sekalian saya kira bagi pegawai negeri juga sama pada bulan Juni yang lalu mendapatkan gaji ke-13. Gaji ke-13 Bapak Presiden tahun ini saya serahkan semuanya kepada Bapak dan Ibu sekalian dan ini sudah selama beberapa tahun ini menjadi kebiasaan dari Bapak Presiden dan saya untuk memberikan gaji ke-13 kepada Bapak dan Ibu-ibu sekalian dari daerah terpencil.

Mudah-mudahan bantuan yang tidak seberapa ini dapat diterima dengan sebaik-baiknya oleh Bapak dan Ibu sekalian karena ini semua menunjukan kecintaan yang sangat mendalam dari Bapak Presiden dan saya secara pribadi kepada Bapak dan Ibu sekalian.

Akhirnya pada saatnya nanti ketika Bapak dan Ibu sekalian kembali ke daerah masing-masing, saya ucapkan selamat kembali ke daerah masing-masing semoga selamat sampai di tujuan dan salam buat seluruh keluarga yang berada di rumah.

Wabilahitaufiq Walhidayah,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang