


Wisma Negara, Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2008
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU HJ. ANI BAMBANG YUDHOYONO
PADA ACARA PENYERAHAN 1O MOBIL PINTAR UKURAN BESAR
DAN 1 MOBIL PINTAR UKURAN KECIL DAN 15 MOTOR PINTAR
DI WISMA NEGARA
TANGGAL 29 AGUSTUS 2008
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yang saya hormati Ibu Widodo beserta teman-teman dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu
Para Bupati, Walikota yang hadir pada hari ini dari Sumatera Utara, dari Lombok Tengah, dari Papua Barat dan Ibu Wardana istri dari Duta Besar Indonesia di Singapura, Opung kita yang tercinta,
Kemudian juga ada Pak Yusuf, Pak Haryanto
Dan hadirin sekalian yang berbahagia.
Patutlah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan ridho-Nya lah maka pada pagi hari ini kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat walafiat.
Bapak dan Ibu sekalian seperti yang tadi disampaikan oleh Ibu Widodo, biasanya memang penyerahan mobil pintar dan motor pintar mungkin di SIKIB, di gerbang pemuda tetapi bisa juga di tempat seperti waktu kita memberikan ke Kalimantan Timur sebanyak 11 mobil dan 20, maaf 14 mobil dengan 28 motor kita lakukan di Balikpapan, jadi kalau kita bisa datang sendiri ke tempat, maka kita akan datang ke tempat. Kebetulan pada waktu itu saya ikut mendampingi Bapak Presiden Republik Indonesia untuk meninjau Latihan Gabungan TNI dan syukur alhamdulillah sekarang se-Kalimantan Timur mereka juga sudah ada Mobil dan Motor Pintar.
Kemudian kini pada pagi hari ini kita menyaksikan 10 mini bus untuk Sumatera Utara, yang tentunya ini merupakan suatu hal yang sangat baik sekali, dan tentu kita berharap di tempat-tempat lainpun nantinya dapat mengikuti contoh-contoh yang sudah kita lihat bersama, Kalimantan Timur mungkin juga di Sumatera Utara.
10 mobil bus ini lebih besar bapak. mungkin nanti akan lihat di depan, jadi ini besar kalau tadi di filmnya yang di Pacitan, Pacitan itu mini bus seperti itu, kalau boleh saya menceritakan sedikit tentang bagaimana si awal mulanya konsep ini ada. Ketika pada tahun 2004 yang lalu, saya mendampingi Bapak Presiden Republik Indonesia berkeliling ke daerah-daerah maupun menerima anak-anak sekolah di Istana Negara ini, mereka sering menyampaikan atau curhat kepada kita, bahwa mereka ingin belajar tetapi tidak mempunyai cukup uang untuk membeli buku.
Mereka ingin belajar membaca, ingin komputer tidak punya uang, untuk itu pada waktu itu saya berpikir bersama-sama dengan ibu-ibu dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu, mengapa tidak kita wujudkan semacam apa namanya, perpustakaan keliling, karena kalau satu persatu saya berikan perpustakaan tentu kami tidak mampu, tapi kalau perpustakaan keliling, yang mendatangi mereka anak-anak di tempat mereka sendiri, maka barangkali akan lebih efektif.
Karena yang sering menjadi masalah adalah, anak tidak bisa datang ke perpustakaan, saya tahu perpustakaan daerah rata-rata sudah punya, tetapi masalahnya adalah mereka tidak punya uang untuk datang ke perpustakaan. Itulah awal mula dari keinginan atau cetusan dari program ini berdiri.
Jadi kita wujudkan seperti apa namanya perpustakaan keliling tetapi dengan sedikit berbeda, dengan konsep-konsep perpustakaan keliling yang lainnya. Yang tentu saja biasanya kalau orang mendengar kata perpustakaan itu selalu berpikir sesuatu yang serius, belajar, tidak boleh ribut, kemudian serius sekali, tetapi konsep yang kita tawarkan ini adalah belajar sambil bermain, bermain sambil belajar.
Kemudian juga kita menggali multi intelligent dari seseorang. Nah, inilah yang akhirnya kita wujudkan dalam perpustakaan itu. Oleh karena itu namanya pun bukan perpustakaan, kita sebut dengan nama mobil pintar, biar lebih trendi, lebih trendi dan lebih apa namanya? menjual sesuatu yang lain. Kemudian yang membedakan lagi dengan perpustakaan biasa, karena disitu ada selain buku-buku juga permainan edukatif dan audio visual atau televisi dimana anak-anak bisa menonton tayangan-tayangan edukatif.
Kita sering mengeluh kalau di televisi itu seringnya kita tidak bisa menyensor yang namanya tayangan-tayangan untuk anak-anak. Disinilah anak-anak bisa disuguhi dengan tayangan-tayangan yang edukatif. Kemudian juga ada kita siapkan laptop dimana anak-anak tidak mampu membelinya bisa memanfaatkan laptop ini untuk pembelajaran teknologi atau IT nya. Jadi kita betul-betul ingin mengajari anak-anak atau memberikan bekal kepada anak-anak, memberikan kesempatan sebetulnya kepada anak-anak yang kurang mampu tersebut.
Hadirin sekalian,
Dan lagi yang membedakan adalah tadi kita dengar lagu ya bapak, itulah jingle yang kita punyai karena mobil, motor dan kita punya kapal loh pak, jadi waktu pertama kali adalah mobil kalau datang kesuatu tempat maka jingle itu akan dibunyikan sehingga anak-anak sudah terpatri atau terbayang di dalam pikirannya. Mendengar suara itu ataupun musik itu dia akan terbayang disitulah saya bisa belajar, disitu saya membaca, disitu saya bermain, disitu saya bisa main komputer, jadi ini yang kita ingin persepsikan ataupun kita bangun persepsi itu kepada pikiran anak-anak. Kemudian yang juga menjadi lebih, atau lebih, bukan lebih baik ya, tetapi menjadi nilai tambah dari mobil pintar ini juga ada tutornya. Tutor ini masing-masing mobil biasanya dua, satu orang tutor ditambah dengan satu asisten tutor.
Dan saya pikir untuk yang ini Ibu Widodo dan Ibu-ibu dari SIKIB saya mohonkan untuk kiranya para tutor dari yang tadi kita berikan, kita serahkan mobil dan motornya, serta rumahnya bisa diundang. Bagaimana nanti diaturnya, apakah diundang ke Jakarta untuk mendapatkan pelatihan atau barangkali, kesana ya, ke tempat ya? Barangkali bisa, kalau di Sumatera Utara mungkin opung bisa ya, ke Sumatera ya, kita bikin ke Sumatera nanti, biar kita datangkan para ahli kita di sini ke Sumatera Utara. Kemudian yang lainnya barangkali bisa menggabung, kalau yang di Raja Ampat mungkin juga menggabung dengan yang wilayah timur, nanti kita lihat jadi kita akan atur dulu, tutor itu juga diberikan apa namanya?, semacam pelajaran maupun pelatihan agar mereka bisa membimbing anak-anak nanti dengan secara benar begitu. Jadi nanti segera dilakukan jadwalnya,
Terus terang saja kalau tadi bapak dan ibu melihat ada ketika saya di undang ke UNESCO di Beijing, akhirnya mereka sangat tertarik dan juga memberikan bantuan kepada kita yaitu berupa pelatihan kepada tutor. Jadi kadang-kadang UNESCO pun yang langsung datang untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada tutor kita. Mudah-mudahan ketika mereka nanti suatu saat sudah menjalankan tugasnya, suatu saat pula mereka bisa kita undang untuk semacam apa namanya, penyegaran kembali mungkin ada ilmu-ilmu yang baru.
Di sini ada Ibu Ratna Megawangi yang mempunyai konsep baru tentang pendidikan yang ramah otak, mungkin ini pula yang bisa disampaikan kepada para tutor kita, sehingga bukan ramah lingkungan juga, ini ramah otak, otak juga harus ramah. Jadi, beliau ahlinya ya mungkin juga apa namanya sering melihat beliau memberikan ceramah di mana-mana dan juga memberikan ceramah barangkali di televisi, entah itu di stasiun Televisi Republik Indonesia maupun yang lainnya. Jadi sekali lagi bahwa ramah itu bukan hanya lingkungan, otak juga harus ramah, bagaimana kita menangani anak-anak kita dengan sebaik-baiknya.
Jadi bapak dan ibu sekalian,
Ketika pertama terutama mungkin yang belum mendengar yang kita lahirkan adalah mobil pintar. Tetapi setelah itu kita berpikir ada tempat-tempat yang tidak bisa di datangi oleh mobil, karena apa? mereka terbuat dari, ataupun jalan itu kecil nggak mungkin mobil masuk. Kemudian kita berpikir mengapa tidak lahirlah adiknya yang kita sebut dengan motor pintar. Motor itu juga persis pak di desain secara khusus dan isinya itu sama dengan mobil hanya lebih kecil muatannya, kalau televisinya mobil itu lebih besar, motor itu kecil 14 inci tetapi kita juga beri dia genset sendiri dan kemudian yang lebih menjadi beda dengan mobil, motor itu si pengemudinya dia harus menjadi tutor ya, jadi sekaligus.
Konsep ini juga pernah dilihat oleh polisi. Jadi kepolisian Republik Indonesia dari Aceh mereka berkirim surat kepada saya minta untuk bisa mengoperasikan motor pintar itu di Aceh. Kami kirimkan 10 motor di Aceh dan sekarang polisi yang sedang menggalakan menjadi perpolisian masyarakat, mereka bukan saja hanya membina masyarakat dengan senjata atau hanya kosongan begitu saja, tetapi mereka bersama-sama dengan motor pintar ini bisa membina masyarakat.
Dan alhamdulillah selain Opung, selain motor pintar yang 10 di Aceh kami juga sudah menyerahkan kepada polisi di seluruh tanah air sekarang, jadi semua sudah ada, berapa Pak Yusuf waktu itu ya, berapa ratus? 125 tambahannya ya, 125 motor di seluruh wilayah di Indonesia sampai ke Papua yang di apa namanya, dikemudikan, ataupun dioperasikan oleh polisi.
Dan kemudian juga setelah motor, mobil, anak-anak ditempat itu menangis, dia bilang “Jangan dibawa pergi dong mobilnya ibu” Jadi kita juga berpikir bagus sekali, kalau mereka bisa menyiapkan tempatnya mengapa tidak, ya kita isi bukunya, ya jadi itulah konsep rumah pintar. Jadi sebetulnya pertama kali mobil, motor, kemudian rumah pintar ya, jadi saya betulnya dreaming, saya punya cita-cita, saya punya mimpi, kalau seluruh rumah di Indonesia ini menjadi rumah pintar, alangkah indahnya pasti bangsa Indonesia akan maju dan tentu saja itu keuntungannya adalah untuk negara kita sendiri.
Mudah-mudahan suatu saat dreaming saya ini bisa terwujud, apa artinya jadi setiap rumah mampu menyediakan sarana pendidikan, sarana permainan, sarana juga untuk komputer dan juga audio visual buat putra putra-putrinya. Tentu itu ya masih panjang ya mimpi yang tidak mudah untuk diwujudkan tetapi kalau dengan niat kita Indonesia bisa, kita juga bisa. Saya kira itu mudah-mudahan ya entah suatu saat nanti yang muda-muda yang akan meneruskan tetapi dreaming saya ya mudah-mudahan didengar oleh Allah Subhanahu Wataala dan bisa terwujud suatu saat nanti.
Kemudian kita juga mempunyai kapal pintar, pada waktu itu saya juga berpikir kita ini terdiri dari pulau-pulau 17 ribu lebih pulau di Indonesia, banyak yang kecil-kecil barang kali suatu saat ada kapal pintar, terwujud, terwujud betul Bapak. Dan syukur alhamdulillah, saya dibantu oleh PPSM Bapak Dr. Yusuf disini barangkali bisa berdiri Pak Dr. Yusuf, ini juga sudah menjadi staf ahli boleh dikatakan staf ahli, staf ahli kita dan SIKIB disini. Beliaulah yang banyak membantu kita dari PPSM mewujudkannya dengan kapal kecil, bukan kapal besar seperti Titanic tidak, tetapi semacam motor boat begitu. Motor boat kita ini sekarang ada tiga Bapak, satu di Maluku, dua di Kalimantan Barat kan bukan pulau tapi ada sungai yang sungai apa namanya, sungai Kapuas ya? Di sungai Kapuas kita bekerjasama dengan Angkatan Laut. Jadi kembali kita bisa bersama-sama dengan Angkatan Laut dan juga Kepolisian Republik Indonesia, kalau di darat barangkali nanti suatu saat dengan Angkatan Darat.
Kalau dilihat dari Tanah Bumbu tadi, bapak dan ibu sekalian itu adalah Rumah Pintar yang dikelola oleh FKPPI Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI. Jadi mereka yang datang kepada saya, bertemu beraudensi ingin mewujudkan sesuatu ingin berbuat masyarakat apa ya kira-kira. Kemudian saya tawarkan program mari bekerjasama dengan SIKIB akhirnya beliau, anak-anak itu kemudian bertemu dengan Bupati Tanah Bumbu yang kebetulan juga FKPPI, jadi akhirnya mendapatkan tempat dan kita isi dengan bukunya. Kebetulan Presiden waktu itu juga berkunjung untuk kunjungan kerja ke Tanah Bumbu sehingga bisa kita resmikan.
Sekali lagi ini adalah sebuah contoh bapakdan ibu sekalian, bapak dan ibu sekalian, bapak dan ibu sekarang sudah menerima mobil, sudah menerima motor kemudian kalau di Raja Ampat, Raja Ampat saya juga terkejut Pak Yusuf itu menyampaikan kepada saya ibu akan kami beri nama ALMIRA, ALMIRA singkatan dari Anugerah Legenda Milik Raja Ampat. Saya bilang waduh oke, tapi saya tidak mengerti Anugerah Legenda milik Raja Ampat, tapi kalau misalnya depannya itu ALM-nya, A=Asli Lo Milik Raja Ampat.
Pak Haryanto, saya juga berterima kasih pada waktu itu saya juga menyampaikan ide saya, kira-kira misalnya di Papua ada pengusaha yang mempunyai apa namanya rasa ibaratnya ingin juga CSR nya boleh dikatakan seperti itu, membantu daerahnya saja dimana dia berusaha membantu daerahnya. Kebetulan saya dengar Raja Ampat baru Pak ya? Jadi kabupaten yang dalam pemekaran, jadi pemekaran baru dari Papua Barat ya Pak ya? Dari Papua Barat. Ini betul-betul baru, kemudian saya berbicara, “ada Bu”, Pak Yusuf mengatakan seperti itu. Kemudian inilah hasilnya dalam waktu yang sangat singkat akhirnya diwujudkan 1 mobil, 1 rumpin. Mungkin rumpin yang milik Raja Ampat sendiri tetapi isinya dari Pak Haryanto dan juga setiap kecamatan diberi 1 motor. Ini saya pikir sangat bagus sekali kalau di seluruh Indonesia kita menemui orang-orang yang seperti ini akhirnya Insya Allah semuanya juga bisa memiliki fasilitas yang sama, semua ini kita abdikan untuk anak-anak dan sebetulnya masyarakat kita.
Bapak dan ibu sekalian,
Kita tentu berterima kasih bahkan Pak Haryanto waktu itu menyampaikan bagaimana ibu kalau di rumah pintar ini akan diperluas atau diperbesar semacam bengkel, bengkel kerjanya. Inilah yang ingin saya sampaikan kepada bapak dan ibu sekalian, rumah pintar, kalau di empat, motor pintar-motor pintar ada empat sentra, di rumah pintar ini ditambah satu sentra, sentra kriya. Sentra kriya ini disinilah dimana kita bisa memberikan pendidikan skill, life skill kepada kaum perempuan, kaum remaja bahkan sekarang kaum pria pun bisa memanfaatkannya dengan baik. Ini yang disampaikan oleh Pak Haryanto kalau kita perbesar di tempat pelatihannya bisa mendidik anak-anak remaja kita, kaum perempuan kita untuk memiliki skill sehingga mereka bisa memanfaatkan apa yang ada.
Saya mendengar bapak, saya belum pernah ke Raja Ampat, tapi saya mendengar betapa indahnya Raja Ampat, mudah-mudahan suatu saat bisa sampai kesana, tapi sekarang saya hanya melihat dari film, buku-buku, cerita-cerita orang bahwa Raja Ampat itu indah sekali, mudah-mudahan bisa tetap terpelihara Bapak.
Dan kemudian juga saya mendengar katanya disana masih banyak ikan yang belum terdaya gunakan dengan baik. Bahkan saya dengar cerita bahwa kalau rakyat sangat ingin mendapatkan sesuatu tukar dengan ikan yang ada. Saya membayangkan luar biasa ini bisa, dan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, ikan yang ada di sana mungkin jadi keahlian-keahlian yang ada sesuai dengan potensi yang ada di daerah masing-masing, itu bisa kita kembangkan Bapak.
Silahkan nanti Bapak Bupati mungkin bisa melihat seperti itu kalau Bapak memerlukan apa namanya tenaga ahli untuk memberikan pelatihan pak, barangkali bisa caling pada SIKIB pak, kepada kami di sini, kami membutuhkan misalnya tenaga ahli untuk ini untuk mengajari either one bisa kita yang ke sana, atau tenaga dari sana kita datangkan kemari untuk kita latih, setelah itu datang ke sana melatih mereka yang ada di sana.
Jadi saya minta juga kepada yang lain, mungkin ini juga bisa menjadi contoh sudah punya mobil, sudah punya motor, silahkan bapak kembangkan untuk rumahnya. Apabila rumahnya ada barangkali nanti bisa kita mencarikan bantuan untuk mengisinya, dan tentu saya berharap bapak ini dapat dimanfaatkan, dipelihara dengan baik tentu saja ada cost untuk itu, tetapi saya jangan dibebankan oleh anak-anak, karena ini memang pengabdian kita kepada anak-anak, jangan dibebankan kepada anak-anak, biarlah saya mohon dengan sangat dengan rasa hormat kepada para kepala daerah untuk mencarikan begitu, mencarikan dana untuk mengoperasikan rumah, mobil dan motor ini, kan pasti butuh bensin, butuh STNK di perpanjang kemudian juga mungkin tutornya dikasih uang saku begitu yah.
Jadi saya serahkan kepada dan bapak ibu sekalian dan galilah potensi yang ada di daerah, misalnya di apa tadi Simalungun. Di Simalungun saya tidak tahu apa selain kemarin pertanian bapak, tentu ada potensi-potensi daerah tersendiri, kalau tadi, dimana tadi itu, di Cipambuan bapak, di sana yang dikelola adalah singkong karena sekitarnya banyak singkong, jadi memanfatkan singkong, di daerah Tanah Bumbu mereka mengajarkan Alqur’an jadi dari lima sentra itu bisa ditambah sesuai kemampuan.
Bapak dan ibu sekalian, Brimob jadi Kepolisian Republik Indonesia mempunyai satu rumah pintar di Kelapa dua sini. Dia mempunyai tambahan dua sentra yaitu sentra out bound yang satu lagi adalah konsultasi, baik itu dalam bidang psikologi maupun dalam kesehatan. Ini bisa dikembangkan, out bound yang dipunyai oleh Brimob, itu bagus sekali Bapak. Jadi ada tempat bagaimana peluncuran anak, kerjasama, latihan-latihan seperti itu yang bisa diajarkan kepada anak-anak kita. Daripada anak-anak itu main di luar kemudian tawuran lebih bagus kita ajarkan disitu.
Tetapi saya minta waktu itu juga supaya jangan langsung boleh ke out bound, kalau langsung ke out bound anak-anak nggak jadi baca ya, padahal kita ingin mengajari mereka. Oleh karena itu, bonus out bound itu hanyalah bonus, kalau mereka sudah belajar membaca, sudah yang lain-lain baru kasih bonus, kasih tiket untuk ke out bound, sehingga mereka pasti terpacu untuk juga belajar.
Hari ini Brimob atau Kepolisian Republik Indonesia sama pada jam yang sama ini meresmikan rumah pintar yang ada di Jambi, dikelola oleh Kepolisian juga. jadi alhamdulillah sekarang sudah berkembang kalau di seluruh Indonesia itu 81 untuk mobil, motor 268, rumpinnya 186 kalau ditambah dengan ini sudah dengan Raja Ampat ini belum tadi, 186, oh berarti belum, berarti ditambah, sekarang yang ada di Jambi hari ini diresmikan.
Jadi itu terserah kepada Bapak dan Ibu sekalian kalau memang bisa menambah dengan tambahan-tambahan lain monggo silakan, kalau di Wonogiri tadi mungkin dilihat juga. Saya juga mengapresiasi Wonogiri, banyak anak-anak yang tadinya suka ke Posyandu mereka lebih memilih ke rumah pintar dari pada Posyandu.
Oleh karena itu, kepala atau pimpinan daerah berpikir tidak mungkin toh Pos yandunya dibubarkan itu kan juga sangat penting untuk kesehatan kita, akhirnya Posyandunya didekatkan ditarik kerumah pintar. Jadi itu juga suatu kreasi baru dari mereka akhirnya mereka bisa nimbang, ibunya bisa belajar yang lain dan kemudian kakaknya mungkin bisa belajar yang lain, setelah nimbang juga anak-anak bermain, jadi ini menjadi sesuatu yang saya kira menjadi terpadu sekali silahkan dikembangkan seperti itu.
Anak-anak di Lapas yang tadi juga, itu lapas namanya Andikpas, kalau tidak salah Andikpas anak didik lapas. Kita juga berharap mereka keluar dari situ, kita tidak mengatakan mereka penjahat, tetapi sebetulnya mereka yang sedang dalam masalah. Sedang dalam masalah karena pernah Bapak dan ibu sekalian, seketika saya datang kesana, saya tanya salah satu “Kok kamu masih muda ini masuk kesini kenapa “Gitu yah, kemudian dia jawabnya adalah” Siap karena saya kena kasus apa itu waktu itu, bilangnya kasus pelarian, pelarian apa? saya pikir kemana melarikan, ternyata melarikan anak gadis orang. Jadi masih di bawah umur tetapi kemudian dengan pacarnya itu ya, sebetulnya suka sama suka tetapi orang tua si wanita mengatakan ini dilarikan sehingga dia masuk. Sudah masuk sekali, sudah pertama kali dimaafkan kok dua kali, makanya masuk kemari karena dua kali melarikan Pak. Untungnya gadisnya sama bukan gadis yang beda. Jadi itu akhirnya.
Sebetulnya anaknya cerdas pak, saya ajak bicara juga dia cerdas. Sehingga insya Allah dengan adanya rumah pintar di lapas itu mereka keluar-keluar bisa mendapatkan pencerahanlah boleh dikatakan, karena disana juga diajarkan bagaimana membuat apa namanya? Kerajinan-kerajinan yang tentu merupakan industri ekonomi kreatif kita, bisa menjadi sesuatu yang bisa diandalkan untuk mencari uang.
Jadi itu yang saya pikir, kemudian juga kalau kita lihat masih Wonogiri Bapak sekali-kali datang ke Lapas. Saya tidak tahu kalau ditempat Bapak ada Lapas ini juga bisa dimanfaatkan, kalau ada Lapas barangkali itu bisa menjadi pencerahan. Pencerahan bisa datang ke sana menghibur mereka, tapi hati-hati bapak ya jangan sampai nanti ada apa, senjata-senjata yang ter apa namanya? Terselip disitu. Betul-betul harus hati-hati, maksud saya senjata tajam atau lainnya sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak baik, jadi betul-betul kalau mau disampaikan, atau mau bertugas ke lapas insya Allah tolong apa namanya? di pantau dengan baik.
Dan Bapak dan Ibu sekalian, satu lagi yang ingin saya sampaikan bahwa mobil pintar ini juga bisa kita tugaskan. Sebagai contoh ketika terjadi gempa bumi, bukan, mau gunung meletus di merapi, gunung merapi dan gunung Kelud, kami menugaskan mobil pintar ke sana untuk menghibur anak-anak di daerah, atau masyarakat di daerah pengungsian. Mereka belum menjadi korban tetapi ibaratnya mereka harus mengungsi karena akan, harus waspada. Mereka harus terpaksa mengungsi. Dari pada jenuh mereka terpaksa dihibur dengan mobil pintar ini, di Gunung Kelud, jadi dari Pacitan kami tugaskan ke sana.
Jadi nanti juga barangkali kalau misalnya bapak bisa menugaskan langsung alhamdulillah, tapi kalau antar provinsi mungkin kita akan memantau. Kemudian kami akan menyampaikan kepada bapak untuk menugaskan mobil pintar itu ke daerah, ke suatu daerah begitu. Jadi untuk menghibur mereka. Jadi kita berkonsentrasi ke gunung merapi, ternyata waktu itu Yogya yang kena. Sehingga akhirnya dari lereng gunung merapi langsung mobil pintar itu menuju ke Yogya untuk bertugas di Yogya dan menjadi sekolah-sekolah darurat. Jadi ini yang saya pikir sangat bagus sekali bisa apa namanya? Menutupi kekurangan-kekurangan yang ada. Demikian pula yang ada di Muko-Muko itu juga bagus sekali, mereka juga bisa menghibur anak-anak yang sekolahnya rusak mereka bisa menjadi sekolah-sekolah darurat apa? Di tempat-tempat bencana. Jadi saya kira itu sekali lagi tentu saya mengucapkan terima kasih kepada Opung, Otorita Batam, Otorita, selalu kalau bilang Otorita pasti Batam ya, padahal Otorita Asahan. Tolong sampaikan kepada bapak, terima kasih Bapak kemudian juga para donatur Pak Haryanto dari KBRI dari Singapura, saya juga terima kasih sekali pak Dubes dengan ibu pada waktu itu menyerahkan sendiri sumbangan dari masyarakat Indonesia yang sekarang bermukim di Singapura. Jadi tolong sampaikan betul Bapak Ibu yah, bahwa sudah kami wujudkan dan sudah dimanfaatkan di Lombok Tengah ya, di Lombok Tengah.
Tentu kita tetap menunggu kalau misalnya masih ada yang membantu lagi maka kita akan menyalurkannya. Kita mengetuk hati dari mereka semuanya, kalau ibu tadi, bapak melihat ada book drops ya mungkin saya ingin menyampaikan sedikit tentang program ini. Program ini juga kami gagas, jadi ada semacam kotak yang ditulisi “Amalkan Buku Anda” ini juga bisa dicontoh bapak, amalkan buku anda, menurut pendapat saya, amal itu tidak perlu hanya uang tetapi bisa juga berbentuk buku, kalau buku yang sudah tidak dipakai, tidak dibaca di rumah itu di amalkan, kami sekarang punya 30 book drops yang kita titipkan di gerai-gerai, apa namanya? Gramedia yang ada 100 toko buku yang dipunyai oleh Gramedia kita titipi ada 30. dan mereka kemudian setelah terkumpul akan menyerahkan kepada kita.
Diluar itu Gramedia juga menyerahkan pada kami pada waktu 100 ribu buku, 100 ribu buku, kemudian juga dari masyarakat yang Matakin, kemudian dari Islam ada Islamic Book fair yaitu The Seventh Islamic Book Fair waktu itu juga ribuan, Matakin juga ribuan memberikan, masyarakat dari perbankan juga ada sekitar 11 ribu menyerahkan kepada kami buku-buku, kemudian kita sortir disini kita sortir dulu supaya jangan sampai salah, kita juga tidak mau mengirimkan dengan buku yang salah kepada anak-anak, kita sortir.
Kita beri kotak kemudian kita kirimkan ke daerah-daerah yang membutuhkan. Dan disinilah saya bekerjasama dengan Angkatan Laut, sekali lagi dengan Angkatan Laut yang mempunyai operasi Baskara Jaya yang sampai ke pelosok-plosok tanah air, yang kalau Presiden mengatak bukan pelosok tetapi ini adalah wilayah terdepan dari Indonesia dan kita itu kirimkan. Bersamaan dengan, biasanya kami menitipkan seragam sekolah kemudian tas-tas sekolah ada yang kita buat, kita sebut Aku Cinta Indonesia, jadi tas yang juga disponsori oleh, dibantu oleh Pak Yusuf ini ada tulisan Aku Cinta Indonesia , merah putih di situ ada buku-bukunya yang supaya mereka, anak-anak merasa bahwa kita membina mereka.
Kadang-kadang mereka suka ragu-ragu saya ini orang Indonesia apa bukan ya, betul Opung?. Jadi mereka kadang-kadang SMS saya karena merasa lebih dekat dengan negara tetangga, kemudian negara tetangga, televisinya negara tetangga yang dia lihat. Kemudian mungkin dia lihat pejabat-pejabat dari negara tetangga, sehingga suka merasa kita ini orang Indonesia bukan. Oleh karena itu kami semuanya, saya dan ibu-ibu SIKIB juga kirimkan buku-buku ini tadi kesana dan pakaian seragam, kadang-kadang ke Papua juga kita kirimkan, pakaian pramuka, pakaian seragam anak sekolah yang, yang, yang penting pokoknya ada angkutan ke sana kita titipkan.
Itulah yang ingin saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu sekalian, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada para donator, kemudian selamat memanfaatkan fasilitas yang kita berikan ini untuk Bapak dan Ibu sekalian, semoga, sekali lagi dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Syukur-syukur bapak bisa mengajak yang ada disana, bisa bertambah, kalau setiap kecamatan ada , aduh alhamdulillah Mobil Pintar yang besar ini yang, itu besar pak, cukup besar yang diberikan oleh Sumatera Utara, cukup besar itu bisa dipakai untuk basisnya, si motor itu bisa untuk gonta ganti bukunya disitu.
Sebagai contoh di Semarang, Semarang ada perpustakaan daerah. perpustakaan daerah punya bukunya itu dia tentu dia mungkin juga ada kerjasama begitu, yang mengambil perpustakaan di-drop ke rumah-rumah pintar yang ada, nanti setiap satu bulan sekali ditukar sehingga mereka kita meringankan beban dari anak-anak ini untuk tidak mengeluarkan uang begitu.
Dan sebelum saya tutup Bapak dan Ibu sekalian, saya ingin menyampaikan sebetulnya salam dari Bapak. Tadi saya sampaikan bahwa saya akan ketemu dengan Bapak Bupati dari Sumatera Utara, Walikota juga dari Lombok dari Papua. Beliau menyampaikan salam, sedang nonton Obama tadi. Sayapun tadi sambil lari-lari sambil melihat, sambil melihat cucu juga, sekarang punya, punya mainan yang baru.
Jadi Bapak menyampaikan selamat bekerja kepada bapak dan Ibu, mungkin Walikota tadi. Tentu tahun-tahun ini adalah tahun-tahun yang barangkali akan makin sibuk. Tapi Bapak Presiden mengharapkan tetap berfokus pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tempat Bapak pimpin, kemudian juga tetap sekali lagi berusaha untuk berbuat yang terbaik, baik itu pendidikan terutama adalah kesejahteraan dari masyarakat, itu yang Bapak sampaikan kepada Bapak dan Ibu sekalian.
Akhirnya sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada SIKIB juga yang telah memprakarsai acara ini.
Wabillahi taufik walhidayah
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
-------------------
Biro Pers dan Media
Rumga Kepresidenan
