


Kereta Api Luar Biasa, Selasa, 9 Februari 2010
TRANSKRIPSI
WAWANCARA EKSKLUSIF IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DENGAN ANTV
PADA ACARA
”IBU ANI MENJAWAB” SAAT PERJALANAN DI KERETA LUAR BIASA JAKARTA-CIREBON
9 FEBRUARI 2010
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Hari ini saya berkesempatan untuk mewawancarai langsung Ibu Ani Yudhoyono, suatu kesempatan istimewa. Dan ini merupakan wawancara pertama yang beliau lakukan dengan media di periode kedua kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Dan hari ini Ibu Ani berjanji akan menjawab berbagai macam hal dan isu-isu yang tengah mengemuka di tengah-tengah masyarakat.
Terima kasih Ibu Ani atas kesempatan yang diberikan kepada ANTV.
Ibu Negara Republik Indonesia
Sama-sama. Terima kasih.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Dan sepertinya kalau dilihat periode kedua ini jauh lebih sulit ya, Bu dari yang sebelumnya?
Ibu Negara Republik Indonesia
Ya sebetulnya lebih sulit atau lebih berat begitu, saya kira periode pertama, periode kedua sama saja, sama-sama sulit dan sama-sama berat, karena tantangan pada periode pertama, tentu tidak sama dengan tantangan periode kedua.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Ya karena begitu banyak sepertinya tekanan politik yang kali ditujukan pada Bapak yang imbasnya tentu saja pada sesama pejabat negara dan juga keluarga ya Bu ya. Bahkan beberapa aksi ini, tekanan ini nggak cuma dari parlemen, tapi juga sampai ke jalanan buat aksi-aksi unjuk rasa yang dinilai banyak orang sudah diluar batas kepatutan?
Ibu Negara Republik Indonesia
Ya sebetulnya begini, saya sebagai pendamping dari Bapak Presiden melihat bahwa, baik periode pertama maupun periode kedua ini, beliau sudah bekerja dengan ekstra keras ya. Mbak juga bisa menyaksikan bahkan mungkin barangkali bisa ditanya para pembantu beliau, para Menteri, apakah Bapak SBY itu bekerjanya santai-santai saja, ataukah memang bekerja ekstra keras untuk mewujudkan apa yang menjadi komitmen beliau kepada bangsa dan negara ini.
Bekerja kemudian ekstra keras, saya katakan tadi, kemudian mendapatkan kritikan. Kalau kritikan itu wajar dan memang betul mengarah kepada kebijakan beliau yang tidak pas kemudian kritik itu no problem. Sekeras apapun Bapak SBY, itu masih bisa menerima. Saya juga sebagai pendamping tentu bisa menerima walaupun itu pahit.
Namun kalau misalnya kritikan itu bukan hanya kritikan, tapi sudah menjurus kepada hal-hal yang tidak etis, katakanlah seperti tadi Mbak sampaikan, tentu sebagai pendamping ada rasa bagaimana ya, karena kami yang melihat sendiri. Beliau ekstra keras bekerjanya, tapi kok dihina seperti itu ya, karena saya menganggap sebagai sebuah penghinaan, sebagai sebuah penghinaan. Tentu kalau ditanya perasaan ya, siapa sih perasaan istri mana yang mau misalnya kepala rumah tangganya itu dihina seperti begitu.
Jadi pernah suatu saat Mbak, terus terang saja, saking mendalamnya hati saya, sedih melihat betapa kenyataan yang ada dia sudah bekerja kemudian dihina seperti itu. Tanpa sadar itu air mata menetes ketika bangun pagi. Bangun pagi sambil sebelum saya sadar sepenuhnya, merasa bahwa ada tetesan air mata di sudut mata ini. Sambil mengatakan, “Ya Allah, kok begini beratnya, kemudian saya mengatakan mudah-mudahan kami kuat, mudah-mudahan Bapak tetap sabar sambil melihat memandang Bapak, mudah-mudahan Bapak tetap sabar dan tetap kuat menjalankan tugas-tugas yang selanjutnya”. Begitu.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Sebetulnya apa yang salah ya Bu ya, kenapa sekarang kita ini jadi di luar itu, di luar batas-batas etika dan norma ya?
Ibu Negara Republik Indonesia
Kalau dikatakan siapa yang salah, saya tidak tahu ya, karena itu masing-masing mempunyai atau membawa kebiasaan atau apa ya namanya pribadi masing-masing. Banyak orang yang mengekspresikan ketidaksukaannya ataupun mungkin ketidakpuasannya kepada pemerintah dengan cara-cara yang lebih positif begitu ya. Coba Mbak perhatikan dengan kritikan yang sepedas apapun, kita masih bisa menerima. Tapi kalau misalnya sudah rasanya ke arah yang tidak etis dan boleh dikatakan ya menghina seperti itu ya, tentu ya sebagai manusia biasa, saya manusia biasa, Pak SBY juga manusia biasa.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Dan tekanan-tekanan sepertinya juga kan dialami juga oleh pejabat negara yang lainnya, yang kali ini juga mendapat kritik tajam ya. Ada nggak yang Ibu yang bisa sharing pada mereka yang Ibu bisa bagi biar mereka harus bisa bersikap, kepada Ibu Boed misalnya?
Ibu Negara Republik Indonesia
Saya pikir sama, sama saya. Ibu Boediono mungkin juga para istri Menteri yang lainnya atau suami Menteri ya begitu. Melihat kalau ada kritikan-kritikan sebatas kritikan itu memang bisa diterima tentu mereka terima. Tapi kalau sudah melebihi batas kepatutan, kita sharing soal ini, ya menguatkan hatilah begitu, yang sabar sajalah.
Allah juga tidak tidur, Allah mengerti apa yang kita kerjakan. Saya kira sebagian rakyat atau mungkin kalau saya boleh mengatakan, mayoritas rakyat melihat kok pemimpinnya benar-benar bekerja, para pemimpin maksudnya juga dengan tentu saja Wapres dan para Menteri yang lainnya bekerja dengan sungguh-sungguh. Karena rakyat juga bisa melihat kok, siapa yang bekerjanya tidak sungguh-sungguh, mereka akan menilai sendiri.
Yang terpenting kita tentu saja sharing ataupun berbagi perasaan dengan beliau-beliau itu, dengan sambil memohon ridho dari Allah dan tentu berdoa. Dzikir menurut saya itu adalah hal yang paling mujarab, sehingga kita sendiri akhirnya bisa menurunkan rasa emosi kita yang sudah, mungkin memuncak katakanlah seperti itu. Tapi dengan kita berdzikir, kita berdoa, Alhamdulillah semuanya bisa redam kembali.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Pak SBY, di beberapa kesempatan sempat menyebutkan bahwa kalau berurusan dengan kebijakan pemerintah, ini murni kebijakan beliau ya, tidak akan melibatkan ibu atau anak-anak atau keluarga. Apa memang ada aturan main di dalam keluarga sebelum Bapak?
Ibu Negara Republik Indonesia
Oh jelas itu Mbak. Saya sejak dulu diajak berdiskusi oleh Bapak atau boleh dikatakan sebagai teman berdiskusi Bapak, itu pada di rumah atau di tempat-tempat yang lain, yang kalau senggang. Tetapi kalau sudah urusan pekerjaan, urusan negara, pemerintahan, kalau dulu mungkin urusan pendinasan, ketika beliau masih menjadi militer ya, tetapi sekarang urusan pekerjaan negara, saya tidak dilibatkan dan memang tidak boleh.
Sebagai teman ataupun boleh dikatakan siapa yang diajak berbicara, ya para pembantunya, mulai dari Wapres kemudian para Menterinya, itu yang diajak berbicara. Kemudian tentu saja dalam keputusan, beliau memutuskan sendiri, keluarga tidak ada, itu garis tegas yang diberikan oleh Bapak SBY, tidak boleh keluarga ikut campur.
Kalau boleh saya memberikan contoh Mbak, anak saya satu militer ya Mbak ya. Ketika orang mengatakan bahwa militer tidak boleh ikut campur dalam politik, artinya harus ada batas antara militer, ya menjaga tentu saja stabilitas negara, tetapi kemudian tidak boleh ikut dalam urusan politik. Ketika kita dalam keluarga berbicara mengenai politik, maka Agus dengan tahu sendirilah begitu, ya sebelum diminta oleh ayahnya dia sudah pergi sendiri. Atau kalau misalnya kita mau berbicara tentang itu, “Agus silakan kamu keluar”.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Oh Bapak akan bilang seperti itu.
Ibu Negara Republik Indonesia
Misalnya seperti itu. Mbak juga tahu keluarga saya, adik saya, ada yang menjadi militer sekarang, yang menjadi Pangdam III Siliwangi, sama beliau juga begitu. Kalau misalnya ini sudah mengenai politik, Edi silakan meninggalkan ruangan, batas itu jelas sekali, jelas sekali. Kalau dalam keadaan yang biasa-biasa kita berdiskusi, tapi dalam keputusan no. Itu restricted buat kita keluarga.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Apakah itu saya mungkin juga harus saya tanyakan, bahwa gampang kalau kenal Bu Ani urusan beres enggak benar kan Bu ya?
Ibu Negara Republik Indonesia
Ada yang mengatakan seperti itu.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Tapi enggak benar begitu ya.
Ibu Negara Republik Indonesia
Saya kira itu berlebihanlah, urusan yang mana begitu ya. Yang beres dengan urusan Ibu Ani itu apa urusannya, tentu ada urusan yang berbeda sendiri. Kalau memang ya barangkali keluarga, urusan rumah tangga, tapi tidak banyak juga, banyak juga yang, misalnya mereka mengeluhkan dari masyarakat begitu, kok ada satu pelayanan masyarakat yang tidak pas begitu ya, itu menyampaikan kepada saya.
Kemudian tentu saja ini saya lihat ini, ini pantasnya kepada siapa saya teruskan keluhan dari masyarakat ini. Biasanya kepada Bapak, kalau misalnya, “Pak, ini ada keluhan dari masyarakat seperti ini, kepada siapa saya teruskan.” Nah itu jadi barangkali itu yang dimaksud begitu ya, urusan seperti itu.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Saya pernah mendapat SMS, Ibu itu, Ibu minta Ibu Menkes untuk memperhatikan Ipat kalau enggak salah, yang anak yang berkelamin ganda dan setengah badannya berbulu, itu kan.
Ibu Negara Republik Indonesia
Saya kebetulan tidak menonton, tetapi Uni Lubis menyampaikan kepada saya tentang Ipat y. Kemudian bahwa kayaknya kok enggak ada pelayanan ya begitu, padahal mungkin kondisinya yang sangat memprihatinkan. Kemudian saya sampaikan dulu kepada Bapak ya. Saya sampaikan, “Pak, saya mendapatkan SMS dari Uni Lubis, dari ANTV yang melihat tayangan atau melihat seseorang yang bernama Ipat itu kayaknya membutuhkan pertolongan. Boleh enggak saya sampaikan kepada Menkes?” Begitu. Kalau Bapak mengatakan sampaikan saja kepada Menkes, baru saya sampaikan.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Dan Alhamdulillah, efektif betul Bu, sekarang anaknya sudah ke RSCM.
Ibu Negara Republik Indonesia
Alhamdulillah, karena Ibu Menkes itu juga langsung merespon. Kemudian Ibu akan kami lihat begitu ya, jadi saya kelanjutannya memang tidak mengikuti lagi. Tapi barangkali itu yang dimaksud, seperti pernah ada seseorang dulu, saya lupa Jambi atau barangkali di daerah Sumatera. Itu ingin mendapatkan kartu Jamkesmas, tetapi mendapatkan kesulitan begitu. Nah pada waktu itu masih Menkesnya Ibu Siti Fadilah Supari, juga saya kirimkan, “Kok Bu saya mau ngurus seperti di pimpong ke kiri ke kanan, ke kiri ke kanan.” Saya juga tanya lagi, “Pak, ini kasihan, ada yang mendapatkan masalah seperti ini. Boleh saya sampaikan kepada Ibu Menkes.” Langsung saya forward kepada Ibu Siti Fadilah pada waktu itu dan responnya sangat cepat, kemudian anak orang itu akhirnya kirim SMS lagi kepada saya. Ibu terima kasih, saya sudah mendapatkan kartunya dan saya sudah bisa berobat secepatnya.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Bapak juga sempat menyatakan dalam negara demokrasi juga dikenal trah kekuasaan ya Bu ya. Tapi sempat berhembus juga, sempat Ibu jawab juga karena waktu itu ada dialog dengan salah seorang pelajar kalau enggak salah ya, soal Ibu yang dipersiapkan katanya untuk di 2014. Apa benar begitu?
Ibu Negara Republik Indonesia
Oh ya, ya. Saya ingat ketika itu saya juga terkejut itu Mbak. Terkejut, waktu itu ada anak-anak Taruna Nusantara yang ingin sebetulnya mewawancarai tokoh, tetapi kemudian berusaha untuk berkomunikasi dengan staf begitu, bagaimana bisa enggak mewawancarai Ibu Ani. Tentu saja dengan saya senang hati. Yang pertama, memang anak-anak perlu juga seperti begitu, barangkali pandangan-pandangan seorang Ibu Negara.
Kemudian saya sendiri juga punya kaitan yang erat dengan Taruna Nusantara. Tapi yang menjadi masalah ketika beraudiensi itu, terjadi dialog, kemudian salah seorang, saya lupa namanya, tetapi seorang anak murid wanita, itu menanyakan kepada saya, “Ibu, apakah tahun 2014, setelah Bapak SBY sudah tidak menjadi Presiden lagi, Ibu akan semacam meraih for President.” Saya kaget pada waktu itu kenapa kok ada pertanyaan, ya seperti Hillary Clinton.
Jadi dengan polosnya anak tersebut menyampaikan seperti Hillary Clinton. Tapi saya jawab, Mbak, bahwa itu merupakan komitmen saya dan juga keinginan keluarga kami semuanya tidak punya bayangan, tidak punya pikiran untuk suatu saat saya meneruskan Bapak Presiden menjadi Presiden yang berikutnya, tidak pernah ada dalam benak saya.
Sekarang ini yang saya lakukan sebagai Ibu Negara adalah tentu mendorong atau memberikan semangat kepada Bapak Presiden, menyiapkan apa-apa yang bisa saya siapkan, yang intinya adalah misalnya membuat rumah menjadi nyaman, sehingga Bapak kalau pulang ke rumah atau bersama-sama dengan keluarga, itu ada rasa kenyamanan. Kemudian kita biasa ngobrol, bercengkrama, berdiskusi dengan keluarga, sehingga besoknya sudah fresh lagi, semua beban penuh dari yang dilakukan Bapak sehari-sehari, pekerjaan sebagai Presiden itu bisa cair kalau di dalam keluarga.
Kalau Bapak sudah berangkat lagi dengan pikiran yang jernih lagi, itu sudah merupakan suatu kebahagiaan buat saya. Pada akhirnya saya bisa mempersiapkan beliau, karena beliau yang diberikan amanah oleh rakyat untuk memimpin bangsa dan negara ini sampai tahun 2014 nanti.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Tapi banyak juga yang dukung loh Bu, tapi mereka melihat kearifan Ibu mendampingi Bapak dan juga disebut-sebut Ibu ini bermain besar juga dibelakang suksesnya Partai Demokrat.
Ibu Negara Republik Indonesia
Oh begitu. Tapi tetap saja, bahwa apa yang saya lakukan, mungkin boleh dikatakan suksesnya dalam Partai Demokrat memang saya awalnya kan pertama kali terjun di dalam Partai Demokrat sebagai Wakil Ketua Umum. Tentu saya dalam politik, dalam hal ini, dalam kepartaian, saya ikutlah menyiapkan ataupun ikut berkampanye bahkan tahun 2004 sampai 2009 ini.
Tapi itu betul-betul hanya ingin membantu, membantu tugas-tugas dari Bapak SBY. Yang saya yakin, bahwa kalau beliau kerjakan sendiri barangkali hasilnya baik. Tetapi dengan dibantu oleh saya sebagai pendampingnya, mungkin yang kecil-kecil yang tidak kelihatan oleh beliau bisa dikerjakan, sehingga saya pikir membuat lebih apa namanya, boleh dikatakan lebih sempurnalah, atau lebih lengkaplah, saya melengkapi.
Jadi saya, Bapak SBY, anak-anak, tidak pernah punya pikiran, bahwa saya nanti menggantikan Bapak, walaupun ada yang menyampaikan, “Bu kan nggak tertutup kemungkinan di luar seperti itu.” Oke, boleh di negara luar seperti itu, tapi bagi saya no, tidak.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Or at least barangkali untuk memimpin Partai Demokrat Bu, inikan Mei 2010, Mei nanti.
Ibu Negara Republik Indonesia
Itupun tidak, karena cita-cita saya kalau Bapak SBY sudah menjalankan tugas sampai akhir masa jabatan nanti, berhasil dengan baik, itu kepuasan buat diri saya, itu luar biasa. Karena berarti Bapak sudah bisa amanah rakyat yang diemban bisa diberikan oleh rakyat itu bisa dilaksanakan dengan baik. Jadi itu sudah merupakan kepuasan bagi saya, tidak ada lebih-lebih.
Saya akan bersama-sama kuat, bersama-sama Pak SBY, Insya Allah begitu ya dan sambil mendorong anak-anak, tentu anak-saya cuma dua, sekarang ada menantu, ada cucu, kami hanya mendorong agar mereka semuanya sukses dalam hidupnya, dalam karirnya masing-masing.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Jadi 2 minggu lalu saya sempat juga hadir waktu Ibu mencanangkan Gerakan Hari Anti Narkoba yang di Podomoro itu ya Jakarta Barat. Saat itu Ibu, banyak sekali anak-anak mahasiswa dan anak-anak pelajar yang ikut men-support Ibu, tapi artis-artis yang sempat juga menjadi ikon, jadi idola anak muda inikan banyak betul yang terjerumus. Bagaimana Ibu melihatnya?
Ibu Negara Republik Indonesia
Ya ini sebetulnya sesuatu hal yang sangat memprihatinkan saya ya, karena kita tahu bahwa narkoba itu adalah satu barang yang kenapa dikatakan haram, karena memang efek dari penggunaan narkoba itu sendiri tentu saja itu tidak bagus. Kalau bagus enggak mungkin dibilang haram ya, karena tidak bagus efeknya dikatakan sebagai barang haram.
Sebagai, saya tentu melihat dalam kacamata ini, ya menyesalkan, prihatin begitu, kalau misalnya ada seorang artis yang menjadi idola begitu ya, kan kalau yang namanya idola pasti banyak fansnya. Fansnya harus senang sekali dengan dia, memuja begitu, karena melihat bahwa ini pantas saya puja. Tapi begitu tahu ada hal yang tidak pas barangkali tentu mengecewakan banyak fans.
Satu, pertama, dia fans yang kecewa, tapi anak itu sendiri, atau sang artis sendiri sebetulnya sudah, ya menurut saya barangkali mudah-mudahan bisa juga dikembalikan lagi artinya bisa dipulihkan kembali. Kita anggap saja anggap saja sebagai mungkin kesalahan sesaat begitu, tergelincir begitu, sehingga bisa diluruskan lagi ke jalan yang benar.
Tetapi tentu saya berpesan kepada semua ya, bukan hanya artis, semua, jadi semua anak-anak Indonesia, jangan sampai terjerumus kepada narkoba. Karena jangan cobalah, karena kalau sekali coba itu hanya neraka di depannya, jurang yang ada di depannya, bukannya kita masuk ke surga, tidak.
Kalau misalnya ada yang mengatakan, kalau pakai narkoba ini rasanya seperti di surga, emangnya pernah ke surga, kan belum tahu. Tapi yang jelas neraka, karena itu akan merusak otak kita, sehingga daya konsentrasi turun, kemudian kecanduan, kemudian yang paling parah itu kalau kena penyakit nantinya begitu ya. Karena narkoba kan macam-macam ada yang dengan suntikan, suntikan yang tidak higienis, kemudian dipakai berganti-gantian, itu menyebabkan bisa penyakit HIV/AIDS.
Ini yang artinya harus kita cegah jangan sampai terjadi seperti itu, prihatinlah kita. Tapi ini merupakan tanggung jawab kita semua ya, jangan hanya menyerahkan kepada pemerintah saja, aparat hukum, atau Kepolisian untuk hal-hal seperti ini, tapi kita semua, orangtua yang paling harus bertanggung jawab penuh kepada putra-putrinya, selain tentu saja diri pribadi kita sendiri ya, kalau sudah dewasa ya tentu kita sendiri yang bertanggung jawab kepada diri kita.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Dan aturan hukum barangkali Bu ya, saya Alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir ini betul-betul dikejar betul, kalau ada sindikat?
Ibu Negara Republik Indonesia
Ya dan jangan lupa ada Undang-Undang Narkotika yang sudah, baru disahkan tahun 2009 ini, kalau tidak salah nomor 35 tentang Narkotika. Nah ini yang kita lihat, kalau bagi pengedar katanya itu akan mendapatkan hukuman yang berat sekali. Kalau misalnya anak yang baru coba-coba, tergelincir seperti itu, mari kita luruskan, mari kita luruskan bersama. Saya kira demikian.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Ini pertanyaan terakhir, ini Bu. Pak Presiden selama ini dikenal sebagai figur yang amat sangat terbuka. Beliau sedih, senang, juga dibagi sama kita, sama rakyatnya, ya kecewa, ya marah, semua dibagi ke kita. Jadi ada fenomena menarik dalam dua periode ini, dimana bukan cuma rakyat yang curhat sama Presiden, Presiden juga kadang-kadang curhat sama rakyatnya. Tapi sama Ibu sendiri, Bapak sering enggak sih Bu, cerita tentang apa?
Ibu Negara Republik Indonesia
Sering ya, tentu saja sering ya. Karena tadi saya katakan bahwa sejak dulu saya sebagai teman diskusi. Mungkin disitulah peran seorang istri, tempat curhatnya, teman curhat, teman diskusi kemudian barangkali malah kalau ada kekesalan juga kita sebagai tempat untuk melampiaskan kekesalan itu. Ya walaupun jarang sekali Pak SBY kekesalan itu ditumpahkan kepada istrinya, kemudian dengan cara-cara yang tidak pas, tidak, paling menyampaikan hal-hal yang seperti saya katakan curhat tadi ya. Kalau sudah curhat seperti ya seringlah.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Biasanya Ibu memulihkan Bapak supaya kalau dari marah jadi redam marahnya, apa dengan makanan atau main tenis barangkali, Bu?
Ibu Negara Republik Indonesia
Seringkali tentu saja kalau seperti itu, ya kita bikin senang hatinya. Senang hatinya itu macam-macam, misalnya menyiapkan makanan yang kesukaan beliau.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Apa sih Bu?
Ibu Negara Republik Indonesia
Kesukaan beliau itu tahu, gampang sekali. Jadi ajudan pun sudah hafal itu. Kalau misalnya Bapak sedang tidak enak hatinya, cepat dikeluarkan tahu, tahu goreng, tahu goreng dengan cabe. Itu pinter sekali sudah. Sampai bukan ajudan Bapak saja, ajudan Ibu juga begitu, sudah mengerti Bapak wajahya sedang keruh, nah ini pasti tahu goreng saja, langsung minta ke dapur, tahu goreng dikeluarkan begitu ya. Karena beliau juga sebetulnya mudah sekali bisa menerima seperti itu, menurunkan tensinya seperti itu.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Juga Aira barangkali ya?
Ibu Negara Republik Indonesia
Ya, tetapi sayang cucu saya sekarang ini tidak ada di tempat ya. Artinya dia sedang mengikuti ayahnya sekolah di luar, sehingga kadang-kadang ya itu juga ada, saya punya rekaman kecil begitu ya, dengan video yang dikirimkan dari Amerika sana, kita putar saja. Jadi itu langsung betul-betul itu, memang mujarab sekali itu. Kalau orang dulu mengatakan bahwa cucu itu luar biasa buat seorang kakek dan nenek, betul, betul sekali.
Jadi kalau ngelihat cucunya lucunya dengan video yang kecil pun, ataupun kita melihat fotonya saja sudah rasanya hati itu sudah separuh langsung turun, langsung turun melihat kelucuannya, sehingga yang ada adalah happy-happy membayangkan cucu, membayangkan anak-anak yang ketika itu masih kecil misalnya seperti itu. Jadi itulah yang saya lakukan selama ini.
Sdri. Eva Mazrieava, Presenter ANTV
Baik. Terima kasih Ibu Ani.
Dan pemirsa, itu tadi perbincangan saya blak-blakan dengan Ibu Ani Yudhoyono yang kami rekam dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Cirebon untuk melihat salah satu pusat industri batik yang ada di Cirebon. Saya Eva Mazrieva undur diri.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan
