Pidato Presiden

Parkir Timur Senayan, Sabtu, 19 Juni 2010

Sambutan pada Festival Raya Lele Nusantara

 

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA
FESTIVAL RAYA LELE NUSANTARA
PARKIR TIMUR SENAYAN, 19 JUNI 2010



Assalamualaikum Wr. Wb.,
Selamat pagi dan salam sejahtera buat kita semua,

Yang terhormat Bapak Fadel Muhammad, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, beserta para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II;
Yang saya hormati dan saya cintai Ibu-ibu yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu;
Yang saya hormati Bapak Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bapak Prijanto beserta Ibu;
Hadirin sekalian serta para peserta Festival dan anak-anak sekalian yang saya cintai dan saya banggakan,

Pertama-tama, saya juga ingin mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya pada pagi hari ini kita dapat berkumpul di sini dalam menghadiri acara Pembukaan Festival Lele Nusantara. Tentu saja acara yang baik ini bermanfaat dan sangat bermanfaat untuk kita semua. Saya sungguh senang berada di sini Bapak Fadel Muhammad, berada bersama-sama dengan ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak sekalian dalam rangka pembukaan Festival Raya Lele Nusantara.

Mengapa acara ini menjadi sangat penting? Karena walaupun namanya Festival Raya Lele Nusantara, atau tadi bapak mengatakan perlelean namun sesungguhnya tidak semata-mata hanya menyangkut lele saja, tetapi lebih besar dari itu, yaitu menyangkut pangan dan kecukupan gizi nasional, yang pada ujungnya nanti adalah mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia, generasi penerus bangsa kita di masa depan. Dan saya senang sekali karena disini juga melibatkan anak-anak, ataupun anak-anak hadir disini untuk ikut menyaksikan Festival Lele hingga mereka nantinya akan tahu manfaat yang sesungguhnya dari lele itu.

Hadirin sekalian,
Seperti kita ketahui bersama, bahwa ikan adalah salah satu sumber protein tertinggi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, khususnya adalah otak kita. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ikan adalah makanannya otak. Hal ini secara ilmiah sangat logis dan mudah dijelaskan, karena rata-rata ikan mengandung protein yang lebih tinggi dari jenis makanan lainnya. Misalnya kalau kita membandingkannya, ikan bandeng itu mengandung protein 21,7% kemudian ikan mas 16%, ikan lele 17%. Itu juga sebabnya mengapa anak-anak Jepang mempunyai kecerdasan yang tinggi, salah satunya karena di negara itu rakyatnya diajak mengkonsumsi ikan sejak balita. Jadi saya ulangi sejak balita.

Sangat bisa dimengerti, karena bila makanan yang sehat dan penuh gizi seperti ikan sudah kita kenalkan kepada anak sedini mungkin, maka kelak mereka besar, akan menyukainya dan tentu akan merasakan manfaat bagi kesehatan maupun kecerdasannya. Jadi kalau kita kenalkan sejak dini maka insya Allah dia akan senang mengkonsumsi ikan. Tetapi kalau dari kecil kita juga mengajarkan atau memberikan kepada anak-anak kita makanan-makanan yang kurang sehat seperti mungkin jeroan, jeroan itu memang enak, tetapi kalau kita kenalkan kepada anak-anak sejak dini maka dia akan menyukai. Kalau sudah menyukai bagaimana coba, bisa saja merasa kurang kalau dia tidak makan makanan yang seperti itu. Oleh karena itu mari kita ubah cara berpikir kita, cara pandang kita tentang makanan yang sehat bagi anak-anak balita kita.

Berbicara konsumsi ikan nasional, tadi Bapak Fadel Muhammad sudah mengatakan bahwa kayaknya orang-orang Indonesia terutama tadi menyebutkan orang-orang yang tinggal di Jawa kurang mengkonsumsi ikan. Ya saya merasa bahwa mungkin ada benarnya, karena sebetulnya konsumsi ikan itu kecil, karena tidak dibiasakan oleh orangtuanya. Jadi kalau kita sekarang ini mau merubah pola berfikir kita ataupun cara hidup kita bahwa ikan adalah yang terbaik, insya Allah suatu saat nanti bukan hanya orang Jawa atau orang yang tinggal di Jawa tapi seluruh rakyat Indonesia akan gemar makan ikan.

Saya juga menyayangkan, Bapak Fadel bahwa bahwa di Asia Tenggara kita masih sangat kecil mengkonsumsi ikan. Sebetulnya kalau kita melihat geografis Indonesia, kita ini adalah atau Indonesia ini kepulauan yang terbesar di dunia, daratannya jauh lebih kecil daripada wilayah lautan atau sebaliknya, wilayah lautannya lebih besar dibandingkan dengan wilayah daratannya. Dengan kondisi geografis yang seperti itu seharusnya penduduk Indonesia bisa lebih banyak lagi mengkonsumsi dan memanfaatkan hasil laut bagi sumber pangannya, khususnya protein hewani dari ikan-ikan laut.

Di samping ikan laut, sebetulnya Indonesia juga punya atau kaya akan jenis ikan air tawar. Saya melihat bahwa proteinnyapun tidak kalah dibandingkan dengan protein dari ikan laut. Selain rasanya enak, harganyapun lebih murah, sehingga terjangkau oleh keluarga-keluarga Indonesia. Saya mencatat banyak ada ratusan jenis ikan air tawar yang bisa kita konsumsi, disamping yang hanya untuk dipandang-pandang, untuk dilihat-lihat saja. Tadi bapak mengatakan bahwa Bapak Prijanto jangan hanya memandang, jangan hanya melihat ikan-ikan hias itu tetapi juga mau mengkonsumsinya.

Kita lihat bahwa kita punya banyak sekali sungai, banyak kolam, banyak embung, banyak situ yang semuanya kalau kita lihat di dalamnya bisa kita pelihara ikan-ikan air tawar kita. Semua itu patut kita syukuri bersama hadirin sekalian, karena Allah telah memberikan kekayaan alam yang luar biasa bagi bangsa kita, tinggal sebetulnya kita sendiri yang harus pandai memanfaatkannya untuk kepentingan hidup kita semua.

Kata orang, hidup di Indonesia ini tidak mungkin kelaparan, dan kita juga masih heran kenapa kok bisa kita masih dengar ada yang kelaparan katanya. Nah ini harus kita cari tahu karena apa? Yang penting kita mau bekerja keras. Barangkali yang kelaparan itu tidak mau bekerja, kita lihat saja. Mari kita buktikan, mengapa hidup di Indonesia yang kekayaannya melimpah seperti ini, tanahnya subur karena kita tinggal atau adanya ring of fire banyaknya gunung berapi yang berada di Indonesia ini membuat tanah kita menjadi subur. Kekayaan alam yang melimpah sebetulnya itu menjadi modal yang luar biasa bagi hutan. Tapi heran kok masih ada yang lapar kita mendengarnya. Oleh karena itu dimana yang salah, siapa yang salah dalam hal ini. Kata Koesplus, tongkat kayu bisa menjadi tanaman, betul tidak?

Nah tongkat apa yang bisa jadi tanaman? Ada, tongkat singkong, coba kita tancapkan begitu saja, kita sirami, jadi tumbuh, umbinya bisa menjadi makanan pokok kita, daunnya bisa kita petik kita jadikan sebagai lalap-lalapan. Umbinya, Bapak SBY dulu di Pacitan makannya juga nasi tiwul. Nasi tiwul itu dari apa? Dari singkong. Jadi hidup bahkan sekarang jadi Presiden. Jadi sebetulnya itulah, apa saja bisa kita jadikan sebagai bahan makanan. Kemudian tinggal setelah umbinya kita jadikan makanan pokok, daunnya kita petik menjadi lalapan, tinggal kita cari lauknya ya nggak, kita cari lauknya. Lauknya dari mana? Nggak usah jauh-jauh sebetulnya dari halaman kita sendiri, kita bisa memelihara ikan itu, sehingga ada yang mengatakan bahwa “Tanah sepetak, ikan segentong” maka bisa menghidupi keluarga. Tanahnya sepetak, ikannya segentong, bisa menghidupi keluarga kita sendiri.

Nah sekarang kita bicara soal lele. Ikan itu dalam apa saja yang tadi saya sudah sebutkan, ikan air tawar yang penting karena ikan air laut harus di dalam kondisi yang tentu saja asin, yang sesuai dengan air laut. Sekarang kita bicara khusus mengenai lele, karena hari ini kita bicara perlelean tadi ya pak, jadi kita bicara soal lele. Selama ini orang salah kaprah mengenai lele, katanya atau image-nya tuh kalau lele tadi bapak mengatakan hidupnyapun bisa di air yang kotor, sehingga orang mengatakan lele itu ngga kelas ya. Itu kan hanya di kaki lima, kemudian itu hanya mahasiswa dan anak-anak kos, yang uangnya pas-pasan bisa makan ikan lele, nggak elitlah, boleh dikatakan seperti itu.

Padahal sebetulnya itu tidak benar, tidak benar sama sekali, karena sebetulnya tadi seperti saya katakan, kandungan protein lele sangat tinggi, bahkan juga mengandung vitamin A yang bagus untuk tubuh kita. Sehingga apa? Bisa meningkatkan kecerdasan dari anak-anak balita yang tadi saya katakan, juga bagi anak-anak yang usia sekolah. Nah ini yang perlu diketahui oleh orangtua kita, oleh orangtua.

Selain itu rasanya juga cukup lezat. Kemudian ikan lele dapat diolah dengan berbagai cara. Tadi bapak mengatakan ada abon, macam-macam abon. Saya juga pernah melihat bagaimana cara membuat abon lele, kemudian sate lele. Kemudian kulitnya juga bisa dibikin kerupuk lele, kerupuk kulit lele, sehingga semua itu sebetulnya bisa dimanfaatkan. Tadi bapak mengatakan durinya ya pak, durinya jadi apa ya pak? Juga kripik ya, keripik duri lele. Saya belum pernah merasakan. Nanti ada, baik kita lihat nanti.

Nah saya ingin bertanya kepada hadirin sekalian, siapa yang disini yang belum pernah makan pecel lele? Nggak ada yang ngangkat, oh masih ada. Belum pernah makan? Anak-anak rupanya, anak-anak yang belum pernah makan pecel lele. Anak-anak ya nanti kita lihat. Pecel Lele itu Lele digoreng kering, setelah itu dikasih sambal, hanya itu digoreng kering, dikasih sambal. Sambalnya pedas, kemudian dengan lalapan. Lalapnya apa? Timun, kemudian apalagi? Kemangi, kol. Daun singkong pun juga bisa dijadikan sebagai lalapnya. Jadi sebetulnya bisa kita manfaatkan di dalam halaman kita sendiri.

Nah kalau misalnya tidak punya halaman untuk menanam lalapannya bagaimana? Bisa ditanam, kita tanya kepada Menteri Pertanian, bisa ditanam di pot atau di polybag. Jadi sebetulnya tinggal kita, mungkin beli nasinya ya, nasinya saja kalau kita nggak punya, bisa beli nasi, tinggal ditambah lalap dari halaman dan ikan dari gentong kita tadi itu.

Hadirin sekalian,
Oleh karena itu acara kita pada pagi hari ini, Festival Lele Nusantara yang diramaikan dengan berbagai pameran produk serta lomba masak dengan bahan baku ikan lele, diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempopulerkan lele sebagai makanan bergizi tinggi, sehat, murah dan berkelas. Adanya Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), saya lihat sebagai terobosan kongkrit yang patut diberikan apresiasi. Dan jika saja gerakan itu dimulai dari Parkir Timur Senayan, Jakarta menuju ke seluruh Indonesia, seluruh pelosok tanah air, maka kita akan melihat lima sampai sepuluh tahun ke depan anak-anak akan tumbuh lebih sehat dan cerdas, insya Allah.

Bapak tadi mengatakan selain dikonsumsi, ikan lele bisa dibudidayakan, juga dapat berdampak positif secara sosial dan maupun ekonomi bagi para pengembangnya. Tentu saja kenapa hal ini bisa terjadi? Karena pengembangan dan perawatannya terbilang mudah. Tadi bapak sudah mengatakan seperti itu, tidak perlu lahan yang luas, bahkan dapat dipelihara dalam gentong seperti tadi saya katakan, dengan air yang tidak jernihpun bisa dan memungkinkan siapa pun dapat mengembangkan ikan lele, termasuk oleh mereka yang berada di perumahan-perumahan sempit, maupun di apartemen. Oleh karena itu Jakarta yang mempunyai problem dengan tanah, saya kira tidak menjadi masalah bagi mereka atau warganya atau penduduknya yang ingin mengusahakan lele itu di perumahan mereka masing-masing.

Apalagi masa panennya tadi hanya 60 sampai 70 hari, hanya tiga bulan saja, itu cukup singkat untuk bisa mendapatkan keuntungan. Kemudian budi daya lele tadi bisa saja dijual secara yang sudah besar, tetapi juga bisa bibitnya, ya pak, bibitnya bisa kita jual, juga menghasilkan keuntungan, sedangkan yang kita membeli bibit, kita pengembangbiakannya atau membesarkannya juga bisa menguntungkan. Jadi dua-duanya bisa menguntungkan bagi para peternak maupun pembibitan atau pengembangannya.

Nah, selain itu, tadi juga bapak sudah menyinggung katanya ada warung pecel lele, betul? Jadi sekarangpun usaha kuliner pecel lele atau bahan baku ikan lele sudah mulai marak. Bahkan saya mendengar tadi ada seorang pengusaha yang mempunyai pengalaman dari satu warung pecel lele, warung pecel lele, sudah menjadi puluhan, setelah puluhan akhirnya menyerap tenaga kerja yang ratusan dan omsetnya bahkan saya mendengarnya sampai miliaran setiap bulan dari warung pecel lele itu. Itukan luar biasa.

Bahkan dari mereka ada yang bisa menyekolahkan putera puterinya ke luar negeri, sampai ke luar negeri, bayangkan anak lele, anak lele itu. Jadi luar biasa oleh karena ini harus menginspirasi kita semua, dari satu warung menjadi puluhan, menyerap tenaga kerja ratusan, omzetnya miliaran, sehingga anak-anaknyapun akhirnya lebih sejahtera bisa sekolah ke luar negeri maupun di dalam negeri sama saja, tapi itukan luar biasa bahwa mereka bisa dengan lele itu mendapatkan kesejahteraan yang tinggi lagi.

Nah, hadirin sekalian,
Melihat fakta itu, maka sesungguhnya budi daya lele dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Di samping itu, oleh karena bisnis lele ini merupakan usaha rakyat dan dinikmati rakyat, maka hal itu termasuk langkah nyata penyediaan lapangan usaha dan kerja yang mengarah pada pro-job dan pro-poor. Oleh karenanya, pada kesempatan yang baik ini, kita layak untuk bersama-sama mendukung pengembangan ikan lele dan komoditi ikan lainnya, demi kesejahteraan masyarakat serta kesehatan dan kecerdasan bagi anak-cucu kita. Saya punya cucu satu-satunya, insya Allah akan saya ajarkan makan lele nantinya, sekarang belum, mungkin agak sedikit besar lagi nanti saya ajarkan makan ikan lele. Pokoknya sebelum lima tahun, kan mulai balita sampai usia sekolah.

Dengan harga yang murah, komoditi ini merupakan bahan makanan yang terjangkau oleh masyarakat kecil. Dengan demikian maka lele telah menjadi salah satu komoditi untuk mendukung program ketahanan pangan atau food security. Ketahanan pangan jangan hanya ditafsirkan secara kuantitatif mengenai ketersediaan karbohidrat saja. Ketahanan pangan juga harus kita tafsirkan secara kualitatif pula, yakni ketersediaan protein bagi masyarakat. Dan pada kesempatan yang amat baik ini, saya mengimbau, melalui para kader PKK di manapun berada, saya mengharapkan ibu-ibu dapat memberikan contoh dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam gerakan “Tebar dan Pelihara Ikan Lele” di halaman rumah masing-masing, selain untuk dikonsumsi sendiri, dijual, dan insya Allah keluarga akan menjadi sehat dan sejahtera.

Dan sebelum menutup sambutan saya ini, saya ingin mengajak kita semua, seluruh rakyat Indonesia, untuk gemar makan ikan, termasuk ikan lele, sekali lagi karena terbukti menggandung protein yang tinggi, low cholesterol, protein boleh tinggi, kolesterol harus rendah, kemudian rasanya nikmat, membuat badan menjadi sehat dan tentu saja akan mencerdaskan anak-anak kita

Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahhirohmannirohim, Festival Raya Lele Nusantara dengan resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Allah meridhoi usaha dan setiap langkah kita menuju Indonesia Sejahtera. Terima kasih.

Billahitaufiq Walhidayah,
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


*****

Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang