Pidato Presiden

Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 7 Juli 2010

Presentasi Ibu Negara pada Working Session 6th The First General Assembly of FASPPED

 

TRANSKRIPSI
PRESENTASI IBU HJ. ANI BAMBANG YUDHOYONO
PADA WORKING SESSION 6th
THE FIRST GENERAL ASSEMBLY OF
FORUM OF ASIA PACIFIC PARLIAMENTARIANS FOR EDUCATION
(FASPPED)
HOTEL SULTAN, JAKARTA
7 JULI 2010



Assalamualaikum Wr. Wb.,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Sebelum saya mulai, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Marzuki Alie dan juga Bapak Arief Rachman yang telah memimpin doa untuk saya secara pribadi dan juga kepada seluruh hadirin.

Yang saya hormati Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Bapak Marzuki Alie,
Yang saya hormati para duta besar negara sahabat,
Yang saya hormati anggota parlemen se-Asia Pasifik,
Yang saya hormati anggota komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,
Director of UNESCO Asia Pacific Rregional Buraeau for Science, DR. Hubert Gijzen,
Director of UNESCO Asia Pacific Regional Bureau for Education, DR. Gwang Jo-Kim,
Yang saya cintai para istri menteri yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang saya hormati pimpinan organisasi internasional,
Hadirin yang berbahagia,

Pertama-tama, marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat berkumpul bersama pada pertemuan yang sangat penting ini.

Saya mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan yang datang dari mancanegara di Kota Jakarta, ibukota Republik Indonesia.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,
Di awal sambutan ini, saya ingin sedikit menyinggung mengenai perkembangan pendidikan di Indonesia 8-10 tahun terakhir. Indonesia merupakan salah satu dari sembilan negara yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa, yang memiliki 51 juta siswa sekolah dasar dan menengah, serta 2,7 juta guru yang tersebar di 17.000 pulau.

Sebagaimana kita ketahui bersama, komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemberian akses yang sama kepada seluruh anak Indonesia, education for all, telah dilakukan secara terprogram hingga hari ini. Salah satu indikator ketercapaiannya dapat dilihat dari alokasi anggaran pendidikan yang terus meningkat.

Pada 2002, anggaran pendidikan nasional hanya sekitar 3,8% dari APBN atau 13,6 triliun rupiah. Seiring tuntutan masyarakat dan amanat konstitusi, maka pada 2009 pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil merealisasikan anggaran pendidikan 20% dari APBN, yang nilainya sekitar 207,41 triliun rupiah. Dengan demikian, sejak 2002 sampai 2009, anggaran pendidikan meningkat lebih dari 15 kali lipat. Hal ini menggambarkan perbaikan kondisi perekonomian Indonesia pasca krisis ekonomi global.

Dalam operasional di lapangan, prinsip education for all tercermin melalui Program Pendidikan 3M: mutu, murah, adil, dan merata. Program 3M merupakan pembangunan pendidikan yang bermutu, murah, dan gratis bagi orang miskin. Selain itu, pendidikan yang merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di tanah air. Saya rasa hal ini sesuai dengan tujuan dari UNESCO, khususnya education for all movement, yang berkomitmen memperluas akses pembelajaran dan pemberian akses pendidikan kepada seluruh anak di dunia untuk memerangi buta huruf di akhir dekade ini, sehingga Indonesia mampu melaksanakan Program Wajib Belajar 9 Tahun sesuai dengan tujuan MDGs.

Saudara-saudara yang berbahagia,
Suatu kehormatan bagi saya, dapat berdiri di sini untuk berbagi informasi tentang program yang kami lakukan bersama para istri menteri yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu. SIKIB merupakan suatu organisasi yang saya bentuk, guna memberikan bantuan kepada masyarakat terutama anak-anak dan kaum perempuan yang kurang beruntung dalam rangka memberdayakan mereka melalui Program Menuju Indonesia Sejahtera.

Dalam setiap lawatan Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, ke berbagai daerah di penjuru tanah air di mana saya selalu mendampingi beliau, saya menyadari bahwa masih banyak masyarakat Indonesia, terutama kaum perempuan dan anak yang memerlukan bantuan peningkatan pendidikan untuk mencapai kualitas hidup yang baik. Ini semua tugas kita, sebagaimana yang diamanatkan oleh Konstitusi Republik Indonesia. Selain itu, peningkatan kualitas hidup juga merupakan cita-cita masyarakat dunia sesuai dengan tujuan Millennium Development Goals.

Kami menyadari bahwa langkah menuju Indonesia sejahtera sangatlah panjang, tetapi bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.

Dalam rangka mensejahterakan rakyat, terutama untuk kaum perempuan dan anak, kami berkewajiban memberikan perlindungan (protection), peningkatan pendidikan (promotion), dan pemberdayaan (empowerment).
Ketiga hal tersebut dilaksanakan oleh pemerintah dengan bantuan masyarakat, termasuk organisasi masyarakat dan LSM.

Sebagai mitra pemerintah, Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu senantiasa membantu program-program pemerintah, di mana kami memfokuskan kerja di daerah-daerah yang sulit terjangkau (to reach the unreached). Sasaran SIKIB adalah mencerdaskan masyarakat Indonesia dengan Program Indonesia Pintar, dengan moto “Gemar membaca, meraih cita-cita.” Kami menyadari bahwa pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa. Seraya bergandengan tangan, kami berusaha merangkul semua lapisan masyarakat untuk ikut berperan menuju Indonesia Sejahtera.

Sejauh ini, SIKIB telah membuat Program Indonesia Pintar. Misi utama program ini dalam rangka memberantas buta huruf, kebodohan, dan mensejahterakan kehidupan masyarakat Indonesia.

Berbekal misi tersebut, maka kami meluncurkan beberapa aksi nyata di lapangan, seperti Mobil Pintar, Motor Pintar, Kapal Pintar, dan Rumah Pintar. Secara umum, awalnya semua program bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak usia 4 sampai dengan 15 tahun. Kemudian berkembang menjadi masyarakat berpengetahuan (knowledge society), masyarakat sejahtera (welfare society), dan masyarakat beradab (civilized society).

Selain itu juga, kami memfasilitasi pengembangan kualitas pendidikan masyarakat, terutama yang kekurangan sumber untuk belajar. Juga menciptakan pembelajaran di luar sekolah, menyebarkan informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, menanamkan nilai-nilai positif keanekaragaman lingkungan sosial budaya setempat, kearifan lokal, serta mengembangkan dan menggali multiple intelligence anak-anak untuk dapat mengembangkan kecerdasan majemuk anak, dan membantu program pemerintah dalam mengembangkan kualitas hidup masyarakat.

Sasaran program dimulai dari anak usia 4 sampai dengan 6 tahun, the golden age, karena saya merasa pada umur tersebut anak perlu mendapatkan perhatian khusus, sehingga dapat dikembangkan potensi spiritual, emosional, intelektual, sosial, dan jasmani sejak dini. Kemudian untuk anak 7 sampai dengan 15 tahun, kami memberikan pelayanan untuk menolong mereka agar dapat menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun.

Untuk mencapai hal tersebut, kami melaksanakannya melalui Program Mobil Pintar, Motor Pintar, dan Kapal Pintar yang di dalamnya terdapat empat sentra dengan metode pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna (joyful learning), serta dengan pendekatan terpadu (integrated learning), serta didampingi oleh tutor, dan dilengkapi oleh jingle yang akan dibunyikan setiba di tempat tujuan, dengan harapan anak-anak akan mengetahui kehadiran Mobil Pintar, Motor Pintar, dan Kapal Pintar.

Sentra-sentra yang ada di dalam Mobil Pintar, Motor Pintar, dan Kapal Pintar tersebut adalah Sentra Buku: merupakan fasilitas utama. Sarana yang tersedia adalah buku. Tujuannya adalah mengenalkan anak dengan dunia buku, membangun minat baca dan menambah cakrawala pengetahuan anak. Sentra ini merupakan jendela ilmu bagi para tunas harapan bangsa.

Sentra Komputer adalah sentra yang memberikan kesempatan untuk mengenal teknologi informasi bagi anak-anak. Di dalam sentra ini, anak dapat bermain sambil belajar dengan menggunakan komputer. Sentra ini merupakan salah satu andalan pembangunan potensi intelektual anak melalui pengenalan teknologi.

Sentra Alat Permainan Edukatif: menyuguhkan fasilitas pembelajaran untuk mengembangkan semua potensi kreatifitas dan imajinasi anak melalui pengembangan kecerdasan jamak (multiple intelligence).

Sentra Audio Visual atau Panggung: di dalam sentra ini diberikan kesempatan kepada anak untuk membangun rasa percaya diri, membantu anak untuk mengekspresikan perasaan. Anak dapat menemukan dan mengembangkan konsep diri. Kemampuan bahasa lisan anak terasah dengan cara melihat, mendengar, terlibat aktif, dan menceritakan kembali hal yang ia ketahui. Berbagai alat cerita dapat digunakan, misalkan boneka tangan, boneka jari, televisi, dan CD film edukatif. Sentra ini sangat diperlukan untuk mengembangkan potensi inner dan intra personal.

Bapak dan Ibu serta hadirin yang terhormat,
Dari hasil evaluasi kami di lapangan, anak-anak yang belajar di Mobil Pintar, Motor Pintar, maupun Kapal Pintar pada umumnya memperoleh kemajuan yang sangat signifikan dan alhamdulillah mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat, di mana anak-anak lebih percaya diri untuk menampilkan bakatnya, lebih berani dalam berekspresi, dan selain itu layanan Mobil Pintar, Motor Pintar, dan Kapal Pintar dapat menggantikan fasilitas sekolah yang pada umumnya tidak mempunyai fasilitas tersebut di sekolah mereka.

Mobil Pintar juga memberikan pelayanan ke daerah-daerah yang terkena bencana, dengan maksud agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yang tengah trauma. Karena model layanan dari Mobil Pintar ini adalah joyful learning, maka kehadiran Mobil Pintar di tengah anak-anak tersebut sangat diharapkan dan diterima dengan baik. Peran tutor sangat berpengaruh cepat terhadap pengembalian rasa percaya diri pada anak, sehingga anak-anak dapat menghilangkan rasa trauma tersebut dengan kegiatan yang sangat positif di Mobil Pintar.

Kelanjutan dari program Mobil Pintar, Motor Pintar, dan Kapal Pintar adalah program Rumah Pintar. Di dalamnya terdapat penambahan satu sentra lagi, yaitu Sentra Kriya.

Sentra Kriya adalah tempat pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan penghasilan penduduk setempat. Sentra ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan. Peserta dilatih untuk dapat menerapkan kemampuannya guna menunjang kehidupan, terutama dalam kegiatan ekonomi. Dengan demikian, peserta dapat berkarya sambil bekerja, sehingga dapat menumbuhkan sikap wirausaha yang mandiri.

Keberadaan Sentra Kriya dalam konsep Rumah Pintar merupakan syarat mutlak, karena aktivitas di Sentra Kriya ini dirancang untuk memberikan keterampilan hidup atau keterampilan vokasional. Dengan adanya Sentra Kriya diharapkan tercipta perluasan peluang usaha dan lowongan kerja bagi masyarakat setempat. Sentra Kriya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, anak-anak, remaja, dan ibu rumah tangga berdasarkan potensi setempat, baik potensi alam maupun manusianya. Sehingga mereka diharapkan mampu meningkatkan pendapatan, kesejahteraan masyarakat, dan mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu, aktivitas di Sentra Kriya dapat sangat beragam dan bervariasi sesuai dengan potensi lokal dan juga potensi masyarakatnya.

Kriya yang dipilih tergantung kepada bahan mentah yang tersedia, talenta budaya masyarakat setempat, dan kemudahan untuk pemasarannya. Muara program ini adalah pada pengembangan jiwa kewirausahaan, pengenalan lingkungan, penggalian budaya pada anak-anak dan masyarakat setempat. Program tersebut sangat sesuai dengan program UNESCO, yaitu pendidikan yang berkelanjutan untuk pengembangan (education for sustainable development).

Hadirin sekalian,
Untuk mencapai Indonesia Sejahtera, selain Program Indonesia Pintar, kami juga menjalankan Program Indonesia Sehat, Indonesia Kreatif, Indonesia Hijau, dan Indonesia Peduli. Kelima program tersebut dirancang untuk membantu tercapainya tujuan dan percepatan target MDGs pada tahun 2015.

Program Indonesia Sehat dengan moto “Bangsa sehat, negara kuat.” Program Indonesia Sehat ditujukan untuk membuat keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia yang lebih sehat. Kami menyadari bahwa pembangunan kesehatan merupakan aspek penting dalam pembangunan nasional. Konsep yang kita kembangkan ini diimplementasikan melalui Mobil Sehat dan Motor Sehat, sebagai wahana penyuluhan, pelayanan kesehatan bilamana diperlukan, dan penemuan dini kasus-kasus gangguan kesehatan dalam masyarakat yang lebih ditujukan kepada ibu dan anak.

Peran dan fungsi Mobil Sehat ini dimaksudkan untuk melengkapi program pemerintah yang sudah ada. Mobil Sehat tersebut akan mengunjungi masyarakat yang kurang mampu secara berkala.

Tanpa sehat, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan sehat, segalanya bisa kita perbuat untuk meraih cita-cita. Dengan sehat pula, kita dapat meningkatkan produktivitas kita untuk mencapai kesejahteraan yang kita idam-idamkan bersama.

Program Indonesia Hijau dengan moto “Selamatkan bumi kita.” Program Indonesia Hijau merupakan bentuk nyata kepedulian kaum perempuan terhadap pelestarian lingkungan hidup. Kami mengajak kaum perempuan di seluruh pelosok Indonesia untuk berkontribusi dalam mengantisipasi dan mitigasi perubahan iklim, dengan memulihkan kerusakan alam melalui Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon. Mengajarkan kepada anak-anak sejak usia dini tentang budaya menanam dan memelihara pohon, serta menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup, dan melakukan penanaman pohon pada setiap kelahiran: satu anak, satu pohon (one child, one tree).

Selain itu, kami juga melakukan tebar benih ikan yang diarahkan kepada konsep ketahanan pangan keluarga, dan pemeliharaan kebersihan lingkungan dan sanitasi. Saya percaya bahwa jika saja setiap kelahiran diikuti dengan penanaman pohon, maka Indonesia Hijau akan segera terwujud.

Dampak positif lainnya yang kami harapkan dari gerakan ini adalah agar dapat menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menghindarkan kita dari ancaman climate change atau global warming yang melanda seluruh dunia.

Program Indonesia Kreatif dengan moto “Lestarikan budaya, pacu kreativitas.” Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam dan budaya. Kekayaan alam tersebut dapat kita olah menjadi suatu produk kerajinan melalui Gerakan Indonesia Kreatif. Indonesia dengan jumlah penduduk 240 juta jiwa merupakan pasar yang cukup besar bagi produk industri kreatif, termasuk kerajinan. Peran SIKIB dalam mensukseskan program pemerintah ini adalah dengan mengembangkan Sentra Kriya pada seluruh Rumah Pintar yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga dapat menunjang Program One Village, One Product, dengan tujuan agar semua potensi lokal dapat dikembangkan sebagai potensi nasional.

Program Indonesia Peduli dengan moto “Cinta dan peduli sesama.” Program Indonesia Peduli bertujuan meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial dan solidaritas penanganan korban bencana alam, serta pemberdayaan ekonomi bagi daerah bencana, daerah konflik, daerah terdepan yang dilakukan melalui berbagai program, sebagai wujud kepedulian kita kepada masyarakat.

Untuk memupuk rasa kepedulian ini, saya selalu mengimbau kepada kita semua, agar yang kaya, berkecukupan bisa membantu yang miskin; yang mampu memperhatikan yang kurang mampu; yang berdaya dapat memberdayakan yang kurang berdaya. Dengan demikian, kita bisa mencapai kesejahteraan kita. Hal ini sesuai dengan tujuan dari UNESCO, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together.

Saudara-saudara yang saya hormati,
Di akhir sambutan ini, saya ingin menekankan bahwa segala usaha yang kita lakukan, jika dilandasi keseriusan, pastilah akan membawa hasil yang maksimal. Saya kutip pernyataan bijak dari pepatah Indonesia yang mengatakan, “Siapa menebar benih, ia akan menuai hasilnya.”

Berkaca dari program-program yang sudah dilaksanakan oleh SIKIB dalam enam tahun ini, secara nyata terbukti memberikan berbagai dampak yang cukup besar dalam rangka mewujudkan Indonesia sejahtera, Indonesia berbudaya, dan Indonesia yang beradab.

Akhirnya, saya berharap agar apa yang sudah kami jalankan bersama SIKIB ini bisa memberikan inspirasi dan motivasi untuk dunia yang lebih baik (for a better world). Terima kasih, thank you.

Billahittaufiq walhidayah,
Wassalaamualaikum Wr. Wb.


*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan


Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Ibu Negara Republik Indonesia - Ny. Hj. Kristiani Herawati
Hak Cipta dilindungi Undang-undang