


Cariu, Bogor, Kamis, 22 Juli 2010
TRANSKRIPSI
SAMBUTAN IBU NEGARA IBU Hj. ANI BAMBANG YUDHOYONO
PADA
PERESMIAN PADEPOKAN MUTUMANIKAM NUSANTARA INDONESIA
DI CARIU, BOGOR TANGGAL 22 JULI 2010
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Selamat pagi dan Salam Sejahtera buat kita sekalian,
Yang saya cintai Ketua Umum Dekranas Ibu Herawati Boediono. Kebetulan tiga Herawati duduknya bersebelahan. Sebetulnya nama saya juga pakai Herawati, tetapi orang lebih mengenal saya dengan Ibu Ani, Ani Herawati Yudhoyono, Herawati Boediono dan Herawati Hassan Wirajuda. Jadi bisa bikin trio ya bu, trio Herawati.
Yang saya hormati Gubernur Jawa Barat Bapak Ahmad Heriawan beserta Ibu Nety,
Yang saya hormati Ibu Irman Gusman dari DPD,
Yang saya cintai dan banggakan Ibu-ibu yang tergabung dalam Solideritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu dan selanjutnya saya akan menyebutnya SIKIB supaya tidak panjang-panjang,
Yang saya hormati Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Barat. Jadi saya baru tadi pagi juga tahu bahwa penyebutannya sudah berubah bukan menjadi Muspida tetapi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, betul begitu bapak, Jawa Barat maupun dari Kabupaten Bogor, Bapak Bupati.
Para pengurus Mutumanikam Nusantara Indonesia, para pejabat baik sipil maupun militer yang ada di daerah sini, para donatur, hadirin sekalian yang berbahagia.
Pertama-tama saya juga ingin mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi marilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di Desa Cibatutiga, Cariu, Kabupaten Bogor yang indah ini untuk melakukan serangkaian kegiatan. Semoga pertemuan kita dan kegiatan kita hari ini membawa manfaat bagi kita semua.
Tadi sebelum saya berangkat kesini, Bapak Presiden menitipkan salam kepada bapak ibu sekalian dan anak-anak tentu saja, beliau berharap agar upaya melestarikan budaya dan warisan bangsa terus dilakukan tanpa pernah berhenti. Mutumanikam dengan kegiatan ekonomi kreatif secara umum adalah bagian dari upaya pelestarian yang dimaksud. Hal ini tentu menjadi sangat penting, sebab menurut beliau bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya.
Kepada masyarakat desa Cibatutiga, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor maupun sepanjang jalan ketika saya datang kemari, saya minta maaf jika tadi rombongan kami dalam perjalanan ketempat ini menimbulkan sedikit kemacetan. Tak ada niat sedikitpun dari saya dan sesungguhnya Bapak Presiden juga untuk merepotkan masyarakat. Sesungguhnya saya juga ingin seperti masyarakat lainnya yang dapat bepergian dengan semaunya tanpa pengawalan yang ketat. Namun semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh undang-undang dan peraturan pemerintah mengenai tata cara protokoler kenegaraan.
Paspampres, TNI, Polri hanya menjalankan tugas. Ini sesungguhnya juga berlaku secara universal di negara-negara lain juga, di negara-negara di dunia yang ada. Sekali lagi dengan tulus, saya mohon maaf bila sebagian masyarakat terganggu. Jadi sekali lagi tidak ada niatan sama sekali dari saya maupun Bapak Presiden untuk mengganggu masyarakat.
Hadirin yang berbahagia,
Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas selesainya pembangunan bengkel pelatihan bagi para perajin perhiasan yang dengan segala pertimbangan yang matang akhirnya diberi nama Padepokan Mutumanikan Nusantara Indonesia. Dengan kerja keras dan dedikasi yang luar biasa dari para pengurus MMNI yang saya tahu mempunyai cita-cita yang luhur guna meningkatkan kemampuan dan mengangkat potensi perajin perhiasan dan mutiara di Indonesia, yang pada bilangannya tiada lain adalah meningkatnya kesejahteraan perajin dan keluarganya dan tentu saja akan berimbas kepada kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
Di tengah alam desa Cibatutiga yang hijau dan asri, dengan udara yang bersih dan jauh dari polusi, saya yakin akan membuat peserta pelatihan lebih dapat meng-eksplore kemampuan dan menemukan inspiras-inspirasi baru. Biasanya di tempat seperti itu orang akan menghasilkan karya-karya seni yang indah pula. Dengan adanya tempat pelatihan terpadu ini saya berharap para perajin perhiasan yang biasanya mendapat keahliannya dari turun temurun, secara turun temurun bisa mendapatkan pengetahuan dan teknik membuat perhiasan yang lebih baik serta ditunjang dengan peralatan untuk praktek yang memadai.
Saya yakin design dan kualitas produksi Mutumanikam Indonesia akan semakin baik dari waktu ke waktu sehingga tambah digemari di dalam negeri serta dapat bersaing di pasar global. Momentum itu sudah ada di depan mata, jangan di sia-siakan. Seperti apa yang tadi dinyanyikan oleh ibu-ibu dan bapak-bapak dari RS. Husada, “Jangan sia-siakan kesempatan emas yang ada, untuk meraih kesejahteraan kita bersama”.
Kita tahu saat ini Indonesia merupakan pamasok 40 % mutiara di dunia. Kondisi ini harus kita lihat sebagai peluang, jadi peluang dengan cara meningkatkan kemampuan dari sumber daya manusia, manajemen dan marketing terkait produk Mutumanikam sehingga selain pemasaran mutiara lepasan, saya pernah mendengar cerita dari Ibu Jero Wacik bahwa pada bulan, beberapa bulan yang lalu ada lelang mutiara di Lombok, atau di Nusa Tenggara Barat. Mutiara dijual secara lepasan, dijual kiloan. Mutiara memang harganya sudah mahal tetapi kalau misalnya kita sendiri dapat memasok selain mutiara lepasan kepada dunia, maksudnya dijadikan sebagai perhiasan, maka insya Allah harganya pun akan semakin bertambah atau semakin tinggi.
Nah inilah, tolong nanti menjadi pemikiran dari Mutumanikam Nusantara bagaimana caranya bisa memasok, bukan hanya mutiara lepasan tetapi juga berbentuk perhiasan sehingga paling tidak perajin perhiasan yang ada mendapatkan kesejahteraan mereka. Tadi Bapak Prihadi menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 3,5 tahun MMNI sudah melatih sejumlah 750 perajin dengan tempat pelatihan yang berbeda. Saya mendengar dulu di Solo, Yogyakarta kemudian di Bali dan Jambi, ada tiga tempat karena memang MMNI belum berdiri padepokannya.
Tentu saja dengan berdirinya Padepokan MMNI yang dilengkapi dengan sarana pelatihan sekaligus asrama, saya berharap makin banyak lagi perajin yang dapat mengikuti pelatihan di tempat ini. Saya mendukung dengan penuh ibu, rencana MMNI untuk mendatangkan para pelatih. Saya dengar katanya sudah ada dari Spanyol pada hari ini, instruktur tidak hanya dari dalam maupun luar negeri seperti Belgia, Spanyol yang sudah datang maupun Jepang.
Saya memandang hal ini menjadi sebuah terobosan yang baik karena dengan menimba ilmu dari para pakar dari luar negeri, para perajin akan mengetahui teknik pengerjaan yang berkualitas dan design perhiasan yang disukai dan digemari oleh masyarakat internasional. Kita tahu bahwa Indonesia mempunyai kesukaan atau mempunyai selera, boleh dikatakan seperti itu, selera sendiri. Mungkin mirip-mirip dengan Malaysia dan Brunei Darussalam. Tapi tentu saja belum tentu sama dengan Amerika ataupun negara Eropa lainnya.
Oleh karena itu dengan mengundang instruktur dari luar negeri paling tidak kita bisa mengetahui seperti apa selera pasar di dunia internasional. Semoga kelak para perajin kita bisa memproduksi perhiasan dan batu mulia, batuan khas Indonesia lainnya maupun mutiara dengan standar dunia. Batu boleh dari Indonesia, mutiara dari Indonesia tetapi setelah menjadi perhiasan standarnya bagus kalau misalnya menjadi standar dunia. Jadi saya berharap sekali kepada pengurus dari MMNI untuk bisa mewujudkan ini.
Hadirin sekalian,
Kita sungguh beruntung karena Allah telah menganugerahi bangsa kita dengan sumber daya alam yang luar biasa. Oleh karena itu kita harus pandai untuk mengolah dan mengelolanya dengan baik sehingga membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Sumber daya manusia yang terampil adalah salah satu jawabannya. Sumber manusia yang terampil adalah salah satu jawaban untuk kunci bagi kesejahteraan yang sehingga dapat dicapai oleh kita semua.
Saya juga amat gembira karena keberadaan Padepokan MMNI ini selain untuk pelatihan para perajin perhiasan juga tentu saja nanti tujuannya untuk wisata. Tadi Pak Prihadi sudah menyampaikan kalau bisa untuk wisata, daerah sekitar sini Bapak Gubernur mengharapkan juga menjadi tujuan wisata dari Jawa Barat. Tentu saja seperti tadi yang bincangkan kepada Ibu Hassan Wirajuda semoga anak-anak sekolah bisa diajak kemari, bisa melihat bagaimana cara membuat perhiasan, sehingga terbuka wawasan anak-anak untuk mengetahui jenis-jenis pekerjaan. Ternyata ada juga pekerjaan membuat perhiasan.
Apalagi kalau anak-anak diajarkan bagaimana membuat perhiasan yang simple, yang mudah dan tidak perlu menggunakan bahan baku yang berharga mahal. Barangkali misalnya batua-batuan. Pacitan itu banyak batu-batuan, kemudian saya tahu Sukabumi juga banyak batu-batuan. Barangkali bisa dibuat gelang. Kalau anak-anak datang kemari membuat gelang sendiri pulang dia akan dengan bangga menyampaikan kepada ibunya bahwa ini buatan saya. Pertama, kita mengajarkan keterampilan kepada dia, yang kedua, dia juga sudah mencintai produk-produk dalam negeri.
Jadi saya berharap seperti itu dan tadi saya katakan bahwa dengan adanya padepokan ini tentu pembangunan infrastruktur seperti jalan, jaringan listrik dan air bersih serta penghijauan secara langsung maupun tidak akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu saya ucapkan terimakasih atas kerja keras Ibu Herawati Wirajuda beserta seluruh pengurus dan juga para yang sudah bekerja keras sehingga tempat pekatihan ini dapat terbangun. Tak lupa kepada Kementerian PU, Pemda Jawa Barat yang telah membangun infrastruktur bagi masyarakat sekitar.
Saya bisa merasakan bapak Gubernur kebahagian mereka dengan masuknya jaringan listrik, kemudian air yang tentu akan menambah gairah hidup dari masyarakat disini.
Hadirin sekalian yang berbahagia,
Selama 5,5 tahun saya bersama-sama dengan Ibu-ibu SIKIB, kalau ibu atau bapak ada yang belum mengenal yang menggunakan baju berwarna orange ini adalah Ibu-ibu SIKIB telah menjalankan program bersama menuju Indonesia Sejahtera. Dengan lima pilar yang tadi sudah disampaikan oleh Ibu Okke Hatta Radjasa. Saya mengucapkan terimakasih kepada Ibu-ibu SIKIB yang tentu saja terimakasih yang tidak terhingga.
Dan juga kementerian yang terkait serta berbagai pihak yang membuat program yang telah kita canangkan sejauh ini berjalan dengan baik. Program Indonesia Pintar yang bertujuan memperluas akses pendidikan untuk masyarakat yang kurang mampu dan bertempat tinggal di pelosok sangat sejalan dengan program UNESCO, education for all dan to reach the unreach untuk menjangkau yang terjangkau. Atas apa yang kita lakukan, Ibu-ibu dari SIKIB saya telah diundang untuk mempresentasikan program tersebut di depan forum parlemen Asia Pasifik untuk pendidikan atau The Forum of Asia Pacific Parlementariant for Education disingkat dengan FASTED beberapa minggu yang lalu.
Untuk kita ketahui bersama ternyata banyak negara Asia dan Pasifik bahkan negara di dunia yang lainnya juga dan tempat-tempat lain yang menghadapai problem yang sama denga hampir sama atau sama dengan Indonesia. UNESCO telah menyampaikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan oleh SIKIB dengan program-programnya. Tentu kita tidak boleh bersombong hati hanya mengucapkan syukur alhamdulillah, karena apa yang kita lakukan dapat bermanfaat bagi orang lain bahkan Alhamdulillah beberapa negara sudah berkeinginan untuk meniru program yang kita lakukan disini.
Hadirin sekalian,
Secara singkat saya jelaskan bahwa program Indonesia Pintar merupakan salah satu program SIKIB guna memberikan layanan pendidikan non formal dan in formal. Jadi sama sekali bukan pendidikan formal. Oleh karena itu sama sekali tidak tumpang tindih dengan tugas dari Kementerian Pendidikan Nasional. Kita hanya nonformal dan informal saja. Kepada masyarakat melalui program mobil pintar, motor pintar, rumah pintar dan kapal pintar. Dengan sistem pembelajaran yang terintegrasi melalui pendekatan multiple intelligence, joyful dan meaningful learning.
Pembelajaran yang diberikan berfungsi untuk mengembangkan kecerdasan majemuk anak yaitu linguistic, logika, matematika, visual special, kinestic, intra personel, inter personel, naturalist dan musical. Selain itu dilakukan pendekatan pembelajaran yang bermakna dan tentu saja menyenangkan. Sampai saat ini SIKIB sudah mengoperasikan sebanyak 134 Mobil pintar, 386 motor pintar, 3 kapal pintar, 234 rumpin atau rumah pintar yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan pengelolanya pun sangat beragam.
Tadi ibu juga menyaksikan sendiri mereka yang mendapatkan penghargaan ada yang dari PKK yang mengelola. Kemudian ada dari pemda, organisasi massa, kemudian organisasi istri TNI, TNI sendiri sampai dengan Polisi Republik Indonesia. Jadi semua mengoperasikan ini, tugasnya satu hanya untuk masyarakat. Jadi betul-betul ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Dalam upaya memberikan apresiasi dan mengoptimalkan mutu program-program rumah pintar maka perlu dilakukan pemetaan seperti yang tadi sudah disampaikan oleh Ibu Okke Hatta Radjasa dengan melalui pengisian, questioner, pengelolaan maupun tanggapan masyarakat juga dilakukan visitasi kunjungan lapangan sehingga betul-betul menghasilkan data yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua SIKIB Ibu Okke Hatta Radjasa tadi sudah menyampaikan kriteria penilaian terhadap rumpin yang ada. Dari sekian banyak kita sudah dengar ratusan tetapi yang mengembalikan questioner hanya puluhan, kemudian terpilihlah sang juara. Kita sudah melihat dan sudah menyaksikan tadi dengan kategori masing-masing. Saya yakin bahwa penilaian ini benar-benar berdasarkan atas fakta yang ada secara obyektif dan tidak kongkalikong. Karena sama sekali kalau tadi dilihat kok ada Pacitan yang dapat, kok ada Anissa yang mengelola rumpin yang di Cikeas sama sekali bukan kongkalikong. Karena yang menilai banyak ya bu. Dari unsur UNESCO nya pun ada. Jadi tidak mungkin UNESCO bisa melihat dengan kongkalikong seperti ini.
Saya ucapkan selamat kepada para pemenang. Terimalah penghargaan saya dan Ibu Herawati Boediono yang tulus atas upaya, prakarsa para pengelola rumpin untuk menjalankan program ini. Apa yang telah dilakukan bapak, ibu, saudara sekalian merupakan bukti nyata atas kecintaannya terhadap masyarakat. Jadi yang cinta bukan hanya kita terhadap masyarakat, yang cinta adalah para pengelola rumpin cinta kepada masyarakat yang berada di sekitarnya, bukan demikian ibu-ibu, para pengelola rumpin, betul tidak? Jadi hanya karena kecintaannya kepada masyarakat.
Semoga penghargaan yang telah diterima tadi akan menambah semangat pengabdian dari para pengelola untuk dapat berbuat yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Hadirin sekalian,
SIKIB juga mempunyai program pentas prestasi. Ibu Hatta Radjasa juga sudah menyampaikannya tadi, kita bekerja sama dengan Taman Impian Jaya Ancol. Pentas prestasi ini diremikan pada tahun 2007. Bermula ketika saya berbincang-bincang dengan Bapak Direktur Taman Impian Jaya Ancol, Bapak Budi Karya pada waktu itu. Ketika saya melihat diluar begitu besarnya penghargaan kepada anak-anak yang berprestasi. Saya belum melihat di Indonesia ada hal yang seperti itu. Artinya, anak kadang-kadang tidak begitu diperhatikan dalam hal prestasinya.
Kalau prestasi dianggap wajar sehingga tidak pernah diberikan apresiasi atau jarang diberikan apresiasi. Oleh karena itu ketika itu saya katakan saya kok ingin ya ada suatu tempat dimana bisa ditampilkan suatu jejak-jejak dari prestasi dari anak-anak Indonesia. Karena ketika saya pergi ke Finlandia terus terang saja saya melihat sebuah rumah, tidak begitu besar tetapi disitu ditampilkan karya seni dari anak-anak bukan hanya dari Finlandia tetapi dari seluruh dunia, dan yang mengejutkan ada enam karya anak Indonesia.
Kalau diluar ditampilkan mengapa tidak di Indonesia. Oleh karena itulah Pak Budi Karya dengan Taman Impian Jaya Ancol pada waktu itu mewujudkannya, sebuah pentas prestasi untuk memberikan penghargaan, apresiasi kepada anak-anak yang berprestasi. Kalau bapak dan ibu sekalian sempat mampir kesana, disana ditampilkan foto dari anak-anak yang berprestasi, medali yang mereka dapatkan baik event nasional maupun event internasional. Dan saya berharap ini tetap diganti dan diperhatikan Bapak Budi Karya sehingga semuanya up-to-date, artinya anak-anak yang berprestasi sekarang juga ada jejaknya di pentas prestasi itu.
Sekali lagi jadi ditampilkan foto prestasi, piala, medali dari anak-anak Indonesia yang telah mereka dapatkan ketika memenangkan lomba-lomba di tingkat internasional, baik di bidang science, seni dan budaya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kembali diadakan lomba replika dan inovasi wahana Ancol. Dimana lomba tersebut sebagai wujud apresiasi Taman Impiasn Jaya Ancol terhadap prestasi siswa-siswi Indonesia. Ibu Okke sudah menyampaikannya tadi dengan lengkap. Dan kita lihat ternyata yang menjadi juara bukan hanya dari Jakarta, tadi ada dari Lombok, kemudian ada dari Tangerang dan daerah lainnya.
Ini mengindikasikan bahwa kualitas pendidikan secara bertahap sudah mulai menyebar ke seluruh pelosok tanah air. Saya ucapkan selamat kepada tim yang telah memenangkan lomba replika tahun ini, semoga kemenangan ini juga menambah semangat anak-anak untuk berkarya lebih baik lagi di pentas prestasi juga akan dipajang karya anak-anak, kemudian tentu saja tujuannya tiada lain agar dapat dinikmati oleh teman-teman yang lain atau oleh orang dewasa lainnya sehingga dapat menginspirasi mereka, membuat mereka juga ingin berbuat atau berprestasi yang sama.
Insya Allah setiap tahun menurut pimpinan dari Taman Impian Jaya Ancol akan diadakan lomba replika seperti itu. Untuk itu kepada mereka yang tidak terpilih sebagai juara, 65 hanya diambil mungkin 5 atau 6 tim maka lebih banyak yang kalah. Saya berharap mereka tidak kecewa tetapi tetap berbesar hati, tetap menumpahkan suatu pemikiran sehingga kelak tahun depan mereka bisa juga ikut kembali lomba yang serupa yang akan diadakan tahun depan.
Hadirin yang berbahagia,
Dua tahun yang lalu, tahun 2008 saya selaku Ibu Negara telah menerima penghargaan Sertificate of Global Leadership dari PBB atas keberhasilan dalam menggerakkan program Perempuan Tanam dan Pelihara Sepuluh Juta Pohon. Sebetulnya penghargaan ini bukan ditujukan kepada Ibu Negara secara pribadi tetapi kepada kaum perempuan Indonesia di seluruh tanah air. Saya gembira bahwa gerakan perempuan tanam dan pelihara serta tebar benih ikan untuk ketahanan pangan tetap dijalankan secara konsisten sampai sekarang. Kesadaran akan dampak global warming dan climate change sudah semakin mengemuka.
Posisi Indonesia sangat strategis dimana kita menjadi salah satu negara dengan hutan hujan tropis terluas di dunia setelah Amazon di Brazilia. Kita telah menjadi paru-paru dunia. Kerusakan hutan akan menyebabkan malapetaka bagi umat manusia sejagat. Duniapun terus menyoroti Indonesia. Apakah kita telah memelihara hutannya dengan baik? Oleh karena itu demi kepentingan kita sendiri, demi kepentingan bapak dan ibu sendiri saya terus mengajak kaum perempuan untuk tidak berhenti melakukan penanaman pohon serta menjaga lingkungan kita agar tetap baik bersih, rapih dan sehat.
Lingkungan yang baik dan sehat membuat kita melakukan aktivitas dan bekerja, berkarya dengan lebih produktif lagi untuk mencapai kesejahteraan kita. Dalam kaitan tersebut SIKIB juga telah menjalankan program Indonesia Hijau guna penyelamatan bumi kita. Pada acara ini tadi telah diserahkan kunci yang besar-besar sekali padahal mobilnya tidak sebesar itu, 10 unit mobil hijau kita singkat ‘Mohi’ Mobil Hijau.
Ada maskotnya bapak dan ibu sekalian, mungkin nanti bisa dilihat ada maskot Si Mohi. Kemudian 2 mobil kreatif. Dua mobil kreatif ini baru dioperasikan oleh SIKIB saja kemudian mobil kreatif kita sebut dengan ‘Motif’ maskotnya kita sebut Si Motif, menggunakan baju batik nanti boleh dilihat. Kemudian mobil hijau sebanyak 7 unit diserahkan kepada ibu-ibu yang tadi sudah ada disini, para tim penggerak PKK. 3 unit akan dioperasikan oleh SIKIB. Peluncuran mobil hijau dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran atau sosialisasi kepada masyarakat dan anak-anak dengan berbagai kegiatan berkenaan dengan peningkatan kualitas lingkungan hidup kita.
Mohi akan berkeliling mendatangi masyarakat guna memberikan penyuluhan pendidikan mengenai perilaku yang ramah lingkungan dalam bentuk pendekatan interaktif juga menyebarkan informasi dalam bentuk media cetak atau leaflet berisi pesan-pesan lingkungan, pemanfaatan lahan bagi tanaman herbalia, hortikultura dan penghijauan yang menarik khususnya bagi kaum perempuan dan anak-anak. Saya senang sekali karena ternyata lahan dari padepokan ini sebagian dimanfaatkan untuk penanaman herbalia dan hortikultura.
Jadi saya mendengarkan satu tayangan interaktif pada waktu itu dari Bapak Kabulog yang mengatakan ributnya masyarakat ketika cabai harganya mahal. Akhir-akhir ini katanya cabai harganya mahal. Tentu saja harga mahal itu tergantung dari pasokan. Panennya, belum ada panen tentu saja harga atau kurang pasokan harga akan turun sedangkan permintaan meningkat. Oleh karena itu Bapak Kabulog, saya meneruskan apa yang disampaikan Kabulog dari televisi pada waktu itu kalau kita tahu sebentar lagi kita akan menghadapi lebaran, maka apa yang dibutuhkan pada lebaran selain daging dan daging ayam? Biasanya orang membutuhkan cabai. Kalau ibu-ibu lebih tahu, saya enggak tanya bapak-bapak.
Ibu-ibu membutuhkan apa bu? Cabai. Bagaimana caranya supaya kebutuhan cabai kita terpenuhi lebaran nanti. Tanamlah mulai sekarang, sangat mudah. Tidak punya lahan? Ada polybag, ada kaleng bekas susu puteranya, ada tempat-tempat lain yang bisa kita manfaatkan untuk menanam cabai sehingga katanya cabai itu hanya 1 sampai 11/2 bulan sudah bisa berbuah. Oleh karena itu ibu-ibu mari kita galakkan, mari kita ingatkan saudara-saudara kita untuk mulai sekarang tanam cabai. Jangan-jangan nanti saya diprotes sama pedagang cabai lagi ya. Tidak, tetapi paling tidak untuk diri kita sendiri. Untuk diri kita sendiri mari kita tanam cabai, sayur-sayuran dan tanaman produktif lainnya.
Hadirin sekalian,
Seperti yang tadi saya sampaikan motif hanya dua, baru dua. Ibu Novi tadi sudah membisik saya, “Ibu kalau ada saya juga mau untuk PKK Jabar”. Tetapi maaf Ibu karena baru dua, nanti kita kalau misalnya sudah ada lagi barangkali bisa kita serahkan kepada yang mau mengelola mobil kreatif ini. Didalam mobil kreatif ada yang kita sebut dengan nama beranda, kalau di mobil pintar ada sentra. Tadi mungkin sepintas bisa kita lihat ada beranda yang kita sebut beranda kemas. Beranda kemas ini akan mengajarkan kepada masyarakat bagaimana mengemas sebuah produk sehingga akhirnya produk itu menjadi atau mempunyai nilai tambah, produk atau beranda kemas.
Disitu diajarkan bagaimana cara mengemas yang baik. Kemudian juga ada beranda seni dan pertunjukkan. Kalau ibu lihat tadi ada angklung, ada calung, ada suling itu adalah alat-alat musik tradisional dari? Dari? Dari? Enggak dengar saya, darimana? Bapak Gubernur mestinya paling keras. Dari Jawa Barat. Daripada diaku sama orang lain, ya betul dari Jawa Barat. Jadi saya berharap bahwa kita akan mengenalkan musik-musik atau alat musik tradisional. Bukan hanya calung, angklung barangkali nanti ada juga ada sasando dari NTT dan mungkin kolintang dari Manado. Itu harus kita kenalkan kepada anak-anak.
Demikian pula dengan seni tari. Jadi kemungkinan kita bisa membawa guru tari ke satu tempat kemudian mengajarkan tarian, mengenal musik-musik tersebut ke daerah, ke tempat itu. Kemudian beranda kriya, beranda kriya yang berisi alat menjahit, alat masak kemudian menyulam, merajut dan ini juga mereka akan datang ke tempat itu untuk mengajarkan kepada masyarakat atau kaum perempuan disitu. Inilah makna dari to reach the unreach. Kalau mereka tidak bisa datang, mendatangi suatu akses maka akses yang akan mendatangi, nah ini yang kita lakukan seperti ini, akses yang akan mendatangi mereka.
Apa yang kita lakukan baru sedikit. Kemudian tentu saja mobil sehat yang tadi kita lihat sudah diberikan pengelolaannya oleh masing-masing yang kita lihat, rumah sakit-rumah sakit, baik Gatot Subroto, Husada kemudian Sanbe dan semuanya itu saya mohon dapat memberi pelayanan, penyuluhan kepada masyarakat sehingga lebih banyak lagi yang dapat kita layani. Terimakasih kemarin sudah melakukan juga pengobatan baik secara umum, gigi, kemudian ada operasi minor, sunatan. Jadi kemarin ada judul mendadak di sunat, karena kebetulan ada yang datang kesini ternyata ada, sehingga masyarakat Cibatu sini ada yang mendadak disunat. Alhamdulillah 11 orang, insya Allah mudah-mudahan ditempat lain juga ada nanti yang seperti itu, kita bisa melakukan. Nah ini barangkali bisa menjadi contoh bagi mereka-mereka yang belum mulai melakukan atau mengoperasikan mobil sehat ini.
Hadirin sekalian,
Pada kesempatan yang amat baik ini saya mengajak marilah kita semua berperan bagi kemajuan bangsa sekecil apapun peran kita akan sangat berarti. Mari kita tunjukkan bahwa dengan bekerja sama kita mampu melakukan perubahan. Jangan sia-siakan kesempatan emas yang kita miliki untuk mengubah masa depan kita. Siapa lagi kalau bukan kita yang mengubahnya. Oleh karena itu mari kita bergandengan tangan bersama-sama mengubah masa depan kita. Tentu saja tujuannya tiada lain untuk mencapai kesejahteraan bersama. sebelum saya akhiri sambutan ini, pada kesempatan yang baik ini saya ucapkan terima kasih yang pertama kepada Bapak Gubernur Jabar beserta jajarannya yang telah memberikan perhatian dan dukungan atas kegiatan ini.
Kemudian terima kasih juga saya sampaikan atas partisipasi semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kementerian PU, kehutanan, pertanian, lingkungan hidup, diknas, kesehatan dan UMKM, serta barangkali ada yang belum saya sebutkan. Kemudian kepada tim penilai rumah pintar dari KNIO, UNJ dan dari Departemen Pendidikan Nasional. Kemudian juga tak lupa kepada para donatur yang sudah memberikan sedikit rejekinya kepada masyarakat karena ini bukan untuk SIKIB, bapak ibu sekalian. Ini bukan untuk SIKIB tetapi untuk masyarakat kita. Saya ucapkan terima kasih dan juga tak lupa kepada Direktur Taman Impian Jaya Ancol. Sekali lagi saya berharap kita semua dapat memanfaatkan Padepokan MMNI ini untuk meningkatkan produksi dan kualiatas Mutumanikam Nusantara.
Akhirnya dengan mengucap Bismillahirrohmannirrohiim, dengan ini saya nyatakan Padepokan MMNI secara resmi dibuka serta 10 mobil hijau, 12 mobil sehat, 2 mobil kreatif secara resmi diluncurkan dan dioperasikan.
Terimakasih,
Wa bilahi taufiq wal hidayah,
Wa salamu’alaikum Wr. WB
*****
Biro Pers dan Media
Rumah Tangga Kepresidenan
