Berita Utama
Rabu, 11 Januari 2006, 18:06:33 WIB
Masyarakat Bukittinggi Sambut Presiden
Bukittinggi: Cuaca mendung dan gerimis menyambut kedatangan rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara di kota Bukittinggi, Rabu (11/1) sore. Namun hal tersebut tidak mengurangi antusiasme masyarakat Bukittinggi dalam menantikan kedatangan rombongan Presiden. Murid – murid Sekolah Dasar berdiri berjajar di pinggir jalan dengan seragam sekolah mereka sambil mengibarkan bendera Merah Putih ukuran kecil dari kertas. Sambutan makin meriah ketika rombongan Presiden tiba di Gedung Negara Tri Arga sekitar jam 17.30 WIB.Kedatangan Presiden dan Ibu Negara ke Bukittinggi ini seperti yang telah diagendakan, adalah dalam rangka Pertemuan Bilateral antara Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Malaysia Y.A.B.Dato’ Seri Abdullah Haji Ahmad Badawi yang dijadwalkan berlangsung pada 12 – 13 Januari 2006.
Pertemuan kedua pemimpin itu akan diselenggarakan di Balai Sidang Bung Hatta yang lokasinya berseberangan dengan landmark kota Bukittinggi, Jam Gadang. Dan Gedung Negara Tri Arga atau yang dikenal juga dengan nama Istana Bung Hatta, akan menjadi tempat kediaman Presiden SBY dan Ibu Negara selama kunjungan ini. Sedangkan para menteri Kabinet Indonesia Bersatu yang menyertai Presiden SBY menginap di Hotel Novotel yang bersebelahan dengan Balai Sidang Bung Hatta.
Dipilihnya kota Bukittinggi untuk pertemuan ini karena beberapa alasan, antara lain di kota ini terdapat Gedung Negara Tri Arga atau Istana Bung Hatta, dan Bukittinggi yang berjarak 92 Km dari ibukota Provinsi Sumatera Barat juga memiliki sejarah di masa lalu. Bagi rakyat Malaysia pun, kota ini juga punya ikatan sejarah karena banyak dari mereka yang memiliki nenek moyang berasal dari Bukittinggi.
Alasan lainnya adalah untuk mengangkat potensi pariwisata Sumbar, yang memiliki obyek antara lain benteng bersejarah Fort de Kock, Lubang Jepang, dan keindahan alam Ngarai Sianok, serta hasil kerajinan tangan masyarakat Minang yang terkenal dengan bordirnya yang cantik. Kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, Presiden dapat menerima tamu di mana saja, tidak harus di Jakarta atau Bali. “Dengan menjadikan Bukittinggi sebagai pertemuan kedua pemimpin negara diharapkan dapat meningkatkan potensi wisata yang kaya di wilayah Sumatera Barat ini, “ kata Andi Mallarangeng. (nnf)



