Berita Utama

Presiden Terima Janda Karyawan Freeport

Jakarta: Patsy Spear, janda Rickey Spear salah satu dari tiga korban meninggal karena ditembak di Jalur Tembagapura – Timika, Papua tanggal 31 Agustus 2002, Senin (16/1) diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor kepresidenan. Patsy datang didampingi Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Lynn Pascoe.

Pertemuan Patsy dengan Presiden ini adalah pertemuan mereka yang kedua. Sebelumnya, bulan Mei 2005, Presiden pernah bertemu dengan Patsy di Washington DC, ketika Presiden mengadakan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Saat itu Patsy adalah orang pertama yang dijumpai Presiden sesampainya di Washington DC.

Menurut Presiden, pertemuan pertamanya dengan Patsy memberikan motifasi kepada pemerintah Indonesia untuk segera menuntaskan kasus penembakan tiga orang karyawan PT. Freeport ini. Presiden juga mengucapkan kekaguman pada kegigihan Patsy membantu Kepolisian RI dan FBI dalam mengungkap kasus ini.

Patsy mengucapkan terimakasih dan mengungkapkan kelegaannya, karena tersangka Anthonius Wamang dan beberapa tersangka lainnya sudah ditahan dan akan segera menjalani proses hukum. Dalam kesempatan ini Patsy juga menyampaikan surat berisi ucapan terimakasih kepada Presiden RI dari Happy Riwanto, janda Bambang Riwanto, WNI yang menjadi korban dalam insiden itu.

Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto yang ikut mendampingi Presiden SBY dalam pertemuan ini mengatakan, Antonius Wamang dan 7 orang temannya yang dijadikan tersangka akan segera diadili di Jakarta, Ditambahkan, alasan dipilihnya Jakarta untuk mengadili para tersangka karena banyak saksi yang nantinya akan didatangkan dari Amerika Serikat. (osa)