Berita Utama

Nantinya Bisa Diakses Masyarakat

Koleksi Buku SBY Sekitar 13.500 Judul

Jakarta: Membaca dan mengoleksi buku telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Maka tak heran bila jumlah koleksi buku yang dimiliki sejak masih menjadi taruna hingga menjadi presiden ini, mencapai angka 13.500 judul. Itupun tidak termasuk yang rusak ataupun hilang. Perjalanan karirnya sejak menjadi prajurit TNI yang mengharuskannya sering berpindah tempat karena tugas, membuat banyak buku - buku koleksinya yang rusak atau hilang.

Karena banyaknya buku yang dimiliki, Presiden SBY menginginkan agar buku - buku tersebut dapat dikelola dengan baik, sehingga lebih terawat, dan memudahkan dalam proses pencarian ketika membutuhkan buku tertentu. Sebab buku - buku tersebut menjadi salah satu referensi penting bagi Presiden dalam pekerjaannya.

Untuk itu Presiden SBY mengundang pihak Perpustakaan Nasional untuk membantu menata dan mengelola perpustakaan pribadinya tersebut, sehingga aset yang sangat berharga itu dapat terawat dengan baik dan dapat digunakan untuk waktu yang panjang. Apalagi tidak sedikit diantara buku-buku itu yang termasuk buku langka.

Untuk sementara perpustakaan pribadi Presiden SBY ini akan berada di kediaman di Cikeas, Bogor. Tapi untuk selanjutnya, akan dipindah ke tempat lain, karena direncanakan pula perpustakaan pribadi Presiden SBY ini bisa dimanfaatkan masyarakat. Gagasan Presiden SBY untuk mendirikan perpustakaan pribadi yang juga dapat diakses publik itu adalah pengalamannya saat mengunjungi beberapa negara. Di Amerika Serikat misalnya, beberapa presiden 'mewariskan' perpustakaan pribadi yang dapat diakses publik.

Presiden SBY mengharapkan agar hal tersebut dapat menjadi tradisi di Indonesia, dimulai dari sekarang, sehingga ke depannya dapat terwujud masyarakat reading society. " Saya ingin menyerukan kepada masyarakat kita untuk menjadi reading society, yang kemudian menjadi learning society dan pada akhirnya menjadi advance society ", demikian harapan presiden yang disampaikan pada pertemuannya dengan team dari Perpustakaan Nasional. (nnf)