Berita Utama
Jumat, 20 Januari 2006, 09:34:52 WIB
Di Manado
Presiden Buka Raker Kepala Daerah se Indonesia Timur
Manado: Pada hari kedua kunjungannya ke Sulawesi Utara, Presiden Susilo Bambang Yuhoyono Jumat (20/1) membuka sekaligus memberi pengarahan pada acara Rapat Kerja Pemantapan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun 2006 dihadapan Gubernur, Walikota, Bupati, Ketua DPRD TK I dan DPRD TK II Se Wilayah Timur Indonesia. Raker diselenggarakan di Grand Ball Room, Hotel Ritzy, Manado,Dalam rapat kerja itu, Presiden didampingi beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, diantaranya, Mendagri M.Ma’ruf, Menkeu Sri Mulyani, Menko Perekonomian Boediono, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf , Bappenas Paskah Suzetta dan Menko Polhukam Widodo A.S. Tampak pula Kapolri Jenderal (Pol) Sutanto serta Kepala BIN, Syamsir Siregar.
Kegiatan dimulai tepat pukul 09.00 wita, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Mendagri M.Ma’ruf, disusul pengarahan Presiden sekaligus membuka Rapat Kerja Pemantapan Penyelenggaraan Pemerintahan, yang diselenggarakan Departemen Dalam Negeri. Thema raker tersebut adalah “Dengan Semangat Otonomi Daerah, Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesejahteraan Bangsa Indonesia”.
Dalam pengarahannya, Presiden minta kepada semua pejabat pemerintahan supaya tidak ragu – ragu dalam menjalankan tugas. “Pejabat pemerintah harus bisa membedakan mana tindakan yang tergolong menjalankan kebijakan, dan mana tindakan yang mengarah pada praktek korupsi. Karena yang diadili itu bukan kebijakan, yang diadili adalah kejahatan. Kalau tidak dipahami betul maka semua tidak akan berani mengambil keputusan. Semua akan ragu-ragu untuk mengembangkan kebijakan,” kata Presiden.
Menurut Presiden, jalannya pemerintahan tidak boleh terhenti atau terganggu karena bayang – bayang korupsi. Karena sangat beda mana keputusan – keputusan yang menyangkut penggerakan kehidupan pemerintahan, dan mana yang niatnya melakukan korupsi yang tujuannya melakukan kejahatan menguras aset – aset negara maupun uang rakyat, “ lanjut Presiden.
Di bagian lain pengarahannya, Presiden juga menyatakan beberapa hal tentang pelaksanaan pemerintahan daerah antara lain menyangkut otonomi daerah dan gangguan keamanan yang masih saja terjadi di beberapa wilayah Indonesia Bagian Timur. Presiden menekankan otonomi daerah harus dimaknai sebagai jalan untuk memenuhi kepentingan rakyat. ” Saya masih mendengar tentang penilaian yang kurang baik serta sulitnya berurusan dengan aparat pemerintah. Namun saya percaya kita semua berkeinginan untuk memperbaiki kualitas dan kapasitas birikrasi itu,” kata Kepala Negara.
Seusai raker, Mendagri M.Ma’ruf kepada wartawan mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai strategi pemantapan penyelenggaraan pemerintahan tahun 2006, selain juga untuk membangun sikap dan komitmen bersama dalam memantapkan penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah tahun 2006.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimana para peserta mendapatkan materi antara lain tentang Strategi Pemantapan Politik, Hukum,Keamanan, Kesejahteraan Perekonomian Rakyat, dan Otoda dalam koridor UU No 32 Tahun 2004 yang disampaikan oleh para menteri sesuai bidang kerjanya masing – masing.
Setelah membuka dan memberikan pengarahan,Presiden Menuju Masjid Raya Ahmad Yani Manado, guna melaksankan shalat Jum’at bersama ribuan warga muslim yang telah memadati masjid.(win)



