Berita Utama

Presiden Membuka Musyawarah Nasional II PP Polri

Reformasi tidak Seperti Membalik Telapak Tangan

Jakarta: Reformasi dan demokratisasi harus dikawal agar lurus pada arah yang benar, tidak keluar dari relnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal itu saat membuka Munas ke II PP Polri (Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Kepolisian Negara Republik Indonesia), di Auditorium PTIK, Kebayoran baru Jakarta, Senin (23/1) pagi. "Satu hal yang sering kita lupakan, bahwa reformasi yang sekarang menjadi tema besar negara ini bukanlah revolusi, penjungkirbalikan, penjebolan dan lain lain. Reformasi adalah proses. Banyak negara yang melakukan reformasi. Di Eropa Timur dan negara- negara lain berjalan 10 atau 15 tahun. Tidak seperti membalik telapak tangan. Kita ingin satu perubahan, tidak bisa besok perubahan terjadi, tetapi long process, “kata presiden

“Reformasi adalah kesinambungan dan perubahan, apa yang baik dari mendiang Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Megawati, harus kita lanjutkan, termasuk nilai jati diri yang diwariskan oleh para pendahulu. Yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan jaman yang ternyata harus mengalami perbaikan dan perubahan, kita lakukan perbaikan bersama – sama. Itulah makna reformasi yang paling dalam," kata Presiden.

"Membuang, meminggirkan, menyingkirkan apa saja yang berlaku diwaktu yang lalu bukanlah tindakan arif dan cerdas bagi sebuah bangsa. Yang cerdas dan arif adalah melanjutkan apa yang masih baik, sesuai dengan benang kesejarahan kita, kesinambungan dari nilai dan jati diri seraya melakukan perubahan, penyempurnaan, perbaikan sesuai dengan tatanan jaman, semangat jaman, bahkan dalam era globalisasi, “ jelas Presiden. (nnf).