Berita Utama

Presiden Buka Raker Pemantapan di Batam

Sehebat-hebatnya Manusia Bisa Khilaf Mengambil Keputusan

Presiden Buka Raker Pemantapan di Batam

Sehebat-hebatnya Manusia Bisa Khilaf Mengambil Keputusan


Batam: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Jumat (3/2) pagi memberi pengarahan pada acara Rapat Kerja Pemantapan Penyelenggaraan Pemerintahan Wilayah Barat 2006, Cendana Room, Hotel Novotel, Batam. Raker ini diikuti para Gubernur se Sumatera, antara lain Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Barat, Lampung dan Gubernur Jambi, serta para walikota dan bupati. .

Ini adalah raker pemantapan ketiga yang dihadiri Presiden, setelah sebelum acara yang sama diadakan di Manado (Sulawesi Utara) dan Denpasar (Bali). Kepada para peserta raker di Batam, Presiden kembali mengingatkan, meskipun terdapat otonomi daerah, otonomi khusus dan desentraloisasi,te tapi semuanya tetap diikat dalam bangun unitary system, negara kesatuan. “Desentralisasi adalah untuk memenuhi tujuan yang baik, keadilan, pemerataan, keseimbangan pembangunan, memberdayakan potensi lokal dan memberikan kesempatan kepada daerah untuk lebih mengatur dan menata dirinya sendiri tetapi dengan tidak menggoyahkan sendi-sendi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Presiden.

“Sehebat-hebatnya manusia, pasti mereka bisa khilaf dan salah dalam mengambil keputusan. Karena itu kita harus mencermati aturan dan Undang-undang yang berlaku sebelum mengambil keputusan dan kebijakan.” Presiden minta kepada para pemimpin daerah untuk tidak segan-segan mengkonsultasikan berbagai macam masalah yang mereka hadapi kepada Presiden di Jakarta, karena Presiden juga melakukan hal yang sama, yaitu minta pendapat dan bertanya kepada para menteri, gubernur atau DPR apabila mengalami kesulitan. “Saya tidak menginginkan apabila seorang Gubernur, Bupati, Walikota tiba-tiba dituduh korupsi karena kurang memahami atas satu pengambilan keputusan tertentu,” jelasnya.

“Kemarin saya keliling Batam dan melihat pelabuhannya, klaster-klaster kawasan industrinya, infrastrukturnya, jumlah penganggurannya yang hanya 4,6 persen. Saya juga melihat kerjasamanya dengan Singapore dan negara-negara lain. Dengan itu saya mempunyai keyakinan bahwa tugas dan tantangan Gubernur Kepri, kalau dibangun dengan baik Insya Allah akan tumbuh dengan besar” kata Presiden SBY. Presiden mengajak para pemimpin daerah untuk bersama-sama menggalakkan investasi setinggi-tingginya. (osa).