Berita Utama
Senin, 13 Februari 2006, 19:25:51 WIB
Presiden Shalat Maghrib di Masjid Lau Tze
Presiden saat dialog di masjid Lau Tze, di kawasan Pecinan, Pasar Baru, Jakarta, Senin (13/2) sore. (foto; anung/presidensby.info)
Pada kesempatan itu hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Wakil Katibi PB Nahdlatul Ulama Said Agil Siradj, Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Hamidan, Ketua LDII Husein Umar, serta pengurus Masjid Lau Tze.
Para tokoh ormas Islam ini secara bergantian menyampaikan berbagai masalah yang menjadi perhatian masing – masing. Dari masalah korupsi, kemiskinan, kenaikan berbagai kebutuhan dasar, impor beras, RUU pornografi dan pornoaksi, tayangan – tayangan di televisi yang berbau pornografi, hingga persoalan Ahmadiyah.
Presiden sangat menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan para tokoh agama itu, karena menurut Presiden agenda keumatan dan agenda kebangsaan tidak bisa dipisahkan. Presiden menamai forum ini sebagai Sambung Rasa Serius Tapi Santai di Surau.“Yang jelas, saya bersyukur dan gembira. Meskipun santai dan informal, tapi isu, substansi, dan topik pembicaraan yang diangkat ini sangat penting, “ kata Presiden. Presiden kemudian memaparkan hal – hal yang menjadi concern pemerintah sekarang ini.
Setelah menutup diskusi, Presiden mengunjungi lantai dua dari bangunan Masjid Lau Tze untuk menerima cinderamata berupa patung berlapis emas dan lukisan dari pengurus Masjid Lau Tze. Rangkaian acara ditutup setelah Presiden menunaikan sholat Maghrib dengan hadirin. (nnf )



