Berita Utama

RI - Timor Leste

Presiden SBY: Saya sudah Delapan Kali Bertemu Presiden Xanana


Denpasar: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa hubungan dan kerjasama Indonesia dengan Timor Leste berjalan dengan baik dan tidak ada masalah. Presiden mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Xanana di Bali, hari Jumat (17/2) ini adalah pertemuan yang kedelapan kalinya. “ Pertemuan ini adalah pertemuan kedelapan sejak saya menjabat sebagai Presiden RI, hal itu menunjukkan bahwa hubungan dan kerjasama antara Indonesia dan Timor Leste berjalan dengan baik, “ kata Presiden.

Menurut Presiden, pertemuan empat mata atau ‘one on one meeting’ dengan Presiden Xanana membahas secara mendalam masalah – masalah bilateral yang dihadapi oleh Indonesia dan Timor Leste.

Mengenai laporan yang disampaikan oleh CTF (Comission of Truth and Friendship) atau KKP (Komisi Kebenaran dan Persahabatan), Presiden mengatakan, “ Presiden Xanana dan saya mendengarkan laporan dari Co Chair ( Ketua Bersama- red ) Comission of Truth and Friendship, yang telah bekerja hingga saat ini. Pertemuan atau laporan yang disampaikan oleh CTF kepada Presiden Xanana Gusmao dan saya sangat berharga, karena kami bisa melihat kemajuan yang telah dicapai, kegiatan yang telah dilaksanakan, serta mendengarkan rekomendasi yang ditujukan kepada kami berdua agar CTF dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, “ papar Presiden.


Pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao, yang berlangsung di Istana Kepresidenan Tampak Siring, Bali, memang terdiri dari tiga bagian, yaitu pembicaraan empat mata antara kedua kepala negara, menerima laporan dari CTF atau KPK dan pertemuan bilateral antara delegasi dari kedua negara.

Delegasi Indonesia yang mendampingi Presiden adalah Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Menlu.Hassan Wirajuda, Seskab Sudi Silalahi Panglima TNI Marsekal TNI-AU Djoko Suyanto, Kapolri Jendral Pol. Sutanto, Mantan Panglima TNI Jendral TNI Endriartono Sutarto,dan Juru Bicara Kepresidenan. Dino Patti Djalal.

Sedangkan delegasi Timor Leste yang mendampingi Presiden Xanana Gusmao adalah Dr. Jose Ramos Horta Senior Minister and Minister for foreign Affairs and Cooperation, Rev.Arlindo Marcal Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of Democratic Republic of Timor Leste to The Republic of Indonesia dan Hermeneguildo Pereira Chief of Staff Office of the Presidency.

Kepada wartawan dalam dan luar negeri sesuasi dilakukan pembicaraan tiga tahap, lebih lanjut Presiden SBY mengatakan, kedua kepala negara mendorong agar CTF terus bekerja secara kredibel, benar – benar bisa menyelesaikan tugas dengan baik sesuai dengan mandatnya, transparan, dan menjelaskan apa yang dilakukan kepada publik, baik publik dalam negeri, dalam negeri Timor Leste maupun masyarakat internasional.

Mengenai pertemuan bilateral antara delegasi kedua negara, Presiden SBY menjelaskan bahwa ada 3 hal yang dibicarakan, yaitu mengenai respon terhadap laporan hasil kerja CTF, kerjasama di daerah perbatasan, dan kerjasama di bidang investasi dan ekonomi.

“ Respon dan tanggapan kita baik terhadap hasil kerja CTF, dengan harapan kita bisa lebih mendorong lagi agar CTF bisa bekerja dengan sungguh - sungguh, menghasilkan sesuatu untuk menyelesaikan masa lalu Indonesia Timor Leste dengan tepat sesuai dengan pilihan kami, yaitu membentuk komisi kebenaran dan persahabatan yang lebih mengarah kepada terwujudnya persahabatan dan kerjasama yang baik diantara kedua bangsa di masa depan, “ kata SBY

Mengenai masalah perbatasan wilayah kedua negara, Presiden SBY menyatakan dirinya sepakat dengan Presiden Xanana Gusmao mengenai perlunya meningkatkan kerjasama di sekitar daerah perbatasan. “Baik itu keamanan di sepanjang perbatasan, adanya komunikasi antar kedua kepolisian atau pihak keamanan Timor Leste dengan pihak keamanan Indonesia, agar apabila terjadi pelintasan batas ada komunikasi dan koordinasi yang lebih baik, sehingga tidak terjadi salah pengertian dan hal – hal lain yang dapat menyebabkan jatuhnya korban,” jelas Presiden.

Untuk kerjasama di bidang investasi dan ekonomi, Presiden SBY menyatakan bahwa untuk membahas hal ini akan ada pertemuan- pertemuan diantara pemerintah Timor Leste yang akan dipimpin oleh PM Timor Leste, Mari Alkatiri dengan Pemerintah Indonesia yang akan dipimpin oleh Presiden SBY sendiri, serta kerjasama –kerjasama yang lebih konkrit terutama di bidang investasi dan ekonomi. “ Ini akan kami lakukan pada saatnya yang tepat nanti, agar benar - benar kerjasama diantara kedua negara ini mencakup atau melingkupi banyak bidang tentunya termasuk kerjasama investasi dan kerjasama ekonomi dalam arti umum, “ kata Presiden (nnf).