Berita Utama
Senin, 20 Februari 2006, 12:07:05 WIB
Presiden Buka Kongres ke XXV HMI di Makassar
"Tetaplah Bebas dari Politik Praktis"
Makassar: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Senin (20/2) membuka Kongres ke XXV HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), di Balai Prajurit Jenderal M.Yusuf, Makassar, Sulawesi Selatan. Tepat pukul 10.50, Presiden dan Ibu Ani didampingi beberapa menteri diantaranya, Menteri Pemuda dan Olah raga Adiyaksa Dault, Menteri Kelautan Fredy Numberi, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Negara Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali, tiba di Balai Prajurit.Kehadiran Presiden disambut Ketua Umum PB HMI Hasanuddin, serta Wagub Sul-Sel dan Walikota Makassar H. Ilham Arief Sirajuddin. Sementara di dalam Gedung telah menanti tokoh – tokoh HMI antara lain Bagir Manan, Akbar Tanjung, Fuad Bawazier dan Sahar Hasan,
Saat menyampaikan sambutan, SBY menyebut tokoh-tokoh itu, dengan mengatakan, “ Pak Bagir Manan, Pak Akbar Tanjung, Pak Fuad Bawasier, Pak Sahar Hasan, adalah tokoh yang kritis. Meskipun komitmen saya dengan komitmen beliau-beliau sama untuk bangsa dengan negara, kadang-kadang pendapatnya sama dengan saya, kadang-kadang berbeda, tetapi saya menghormati beliau-beliau. Saya berharap silahturahmi kita tidak putus. Ukhuwah Islamiyah kita tetap kita pelihara, inilah pertanda mekarnya demokrasi yang sama-sama kita bangun,” kata Presiden, disambut tepuk tangan sekitar 3 ribu peserta kongres dan undangan yang memadati ruangan.
Menurut Presiden, tema Kongres HMI kali ini yaitu 'Membangun HMI Baru dan Masa Depan Bangsa' merupakan tema yang relevan, aktual dan menukik pada permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. “Jaman berubah, tantangan dan permasalahan juga terus berkembang. Saya yakin HMI menjawab tantangan itu, terus berkontribusi dan berpartisipasi mencari solusi menbangun hari esok kehidupan bangsa kita yang lebih baik.” ujar Presiden
Dikatakan, HMI sebagai organisasi kader kemahasiswaan telah teruji dalam sejarah. “Saya tidak perlu berkomentar banyak, putra putri terbaik HMI telah banyak memimpin jalannya kehidupan bernegara di seluruh Indonesia, di pusat maupun di daerah. HMI juga terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.” Presiden berharap pada keluarga besar HMI agar terus memperkuat komitmen, menyegarkan paradigma, serta tetap menawarkan gagasan dan solusi.
“ Jati diri HMI yang kita kenali bersama adalah organisasi yang mengedepankan dan memiliki kekuatan, dan bercirikan intelektual, modernis dengan nilai-nilai rasionalitas tinggi sesuai dengan nilai nilai ajaran Islam,” kata SBY. Ditambahkan, citra HMI sebagai organisasi kader dipahami selalu membawa semangat keislaman, semangat kebangsaan dan semangat kemanusiaan yang tidak dipisah-pisahkan satu sama lain sebagai arah perjuangan besar HMI.
Untuk itu, Presiden berharap agar HMI memegang teguh prinsip independensi. "Kobarkan terus idealisme perjuangan, dan tetaplah bebas dari politik praktis kekuasaan. HMI berperan dalam investasi dan kaderisasi calon-calon pemimpin, intelektual dan patriot bangsa. Insya Allah, HMI kuat dalam moralitas dan nilai keislaman, serta siap melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa," kata Presiden disambut tepuk tangan hadirin. (win)



