Berita Utama

Presiden Dialog dengan nelayan

"Ekonomi Tumbuh kalau Koruptor Diberantas"

Sambutan Presiden Pada Kunjungan Ke Pelelangan Ikan.


Makassar : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (21/2) pagi bertemu dengan nelayan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Paotere, kawasan utara kota Makassar, Sulawesi Selatan. ” Kami datang ke tempat pelelangan ikan ini, betul – betul untuk mengetahui secara langsung masalah apa saja yang dihadapi, dan bagaimana kita mencari solusi untuk meningkatkan kesejaterahan saudara-saudara semua, ” kata SBY mengawali dialognya dengan para nelayan. Selain nelayan, hadir pada acara ini antara lain Menteri Kelautan Fredy Numberi, Menteri Negara Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali, Menteri Agama Maftuch Basyuni, Gubernur Sulawesi Selatan Amin Syam, Bupati se Sulsel serta pengurus koperasi nelayan.


Kata Presiden, dari jumlah penduduk Indonesia yang 220 juta, 40 juta diantaranya masih berkategori miskin atau belum sejahtera, sedang 20 juta lainnya tergolong setengah miskin. Tetapi di dunia ini banyak negara yang jauh lebih miskin, yang hidupnya jauh lebih susah. ”Kalau kita lihat di televisi, kematian demi kematian ribuan warga negaranya meninggal, karena kelaparan dan kemiskinan yang sangat menyedihkan.

"Indonesia tidaklah seperti itu. Bagaimanapun kita berkewajiban terus untuk menurunkan angka kemiskinan ini, dan mengangkatnya menjadi bagian masyarakat yang lebih sejahtera. Itulah sebabnya mengapa bangsa kita membangun. Itulah sebetulnya tujuan pembangunan nasional kita, agar kesejahteraan semua rakyat, nelayan, petani, guru, karyawan, TNI , Polri dan semuanya , makin meningkat, ” kata Presiden dalam balutan baju tenun makassar warna hijau lengan pendek.

Menurut Presiden, kesejahteraan rakyat makin meningkat kalau pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup dan rasa tentramnya makin baik. "Akhirnya apapun teori pembangunan, apapun kebijakan strategi pembangunan yang kadang-kadang indah dan sering memberikan harapan berlebihan, yang kita lakukan tiada lain untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," katanya. Tiada artinya sebuah negara yang kelihatan megah, gedung gedungnya tinggi dan lain lain, kalau rakyatnya tidak sejahtera. Tetapi kalau gedung tinggi itu digunakan dengan baik untuk kepentingan rakyat, akhirnya yang kita tuju adalah kesejahteraan rakyat, kata Kepala Negara.

Untuk itu, kata Presiden, kesejahteraan rakyat itu bisa ditingkatkan kalau ekonomi kita tumbuh dengan baik. "Ekonomi tumbuh dengan baik kalau kondisi di negeri kita baik, aman, tidak rusuh, hukumnya baik, koruptornya diberantas, dan penyimpangan dihentikan. Semua bertanggung jawab untuk itu. Pemimpin harus turun ke lapangan, semua harus berkarya dan berusaha bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Presiden.

Presiden SBY didampingi Ibu Negara bersama beberapa menteri berkunjung ke Makassar sejak hari Senin (20/2). Acara Presiden selama di di Makassar antara lain membuka Kongres ke XXV HMI dan berdailog dengan tokoh pers dan wartawan Makassar. Selasa siang, Presiden dan rombongan bertolak kembali ke Jakarta. (win)