Berita Utama

Presiden di depan nelayan Sulsel

"Saya Lahir di Pantai Pacitan, Tahu Benar Kehidupan Nelayan"

Makassar : ” Saya lahir di kota Pacitan, kota pantai, masa kecil saya juga seperti ini, tetangga – tetangga saya juga nelayan. Karena itu saya tahu kehidupan nelayan. Kehidupan nelayan itu, terutama nelayan tradisional, banyak ketidak pastian. Kadang – kadang ada musim tangkapan ikannya banyak. Kadang – kadang sepi. Kadang hujan enam hari berturut – turut, dan lain lain, ” kata Presiden kepada para nelayan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Paotere Makassar, Selasa (21/2) pagi.

"Kita, negara, pemerintah, dunia usaha, harus membikin kehidupan nelayan itu lebih pasti. Dengan bantuan teknologi, penginderaan informasi tentang cuaca, tentang wilayah – wilayah mana kaya ikan, berikan seperti itu ke nelayan. Kemudian, lingkungan kehidupan nelayan kadang – kadang kurang bagus. Mmari kita bikin bagus. Kompleks nelayan .. Pak Menteri tolong didirikan puskemasnya. Tolong pikirkan sekolahnya. Tolong dipikirkan tidak busuk itu ikan – ikan itu. Bagus sudah ada pabrik es, ada cooldstorage , yang memungkinkan bisa disimpan, jangan pakai formalin," kata Presiden sambil menoleh ke arah para menterinya.

Ikut serta dalam kunjungan ke TPI Paotere itu antara lain menteri Kelautan Fredy Numberi, Menteri Negara Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali, Menteri Agama Maftuch Basyuni dan Gubernur Sulawesi Selatan Amin Syam dan Walikota Makassar Ilham Aief Sirajuddin.

Menurut Presiden, soal permodalan kadang-kadang sulit bagi nelayan. "Agunannya apa, jaminannya apa? Tolong Pak Gubernur, Pak Walikota dan Pak Bupati ikut memecahkan, bekerjasama dengan Bank. Bekerjasama dengan mereka – mereka, bagaimana modal ini bisa didapat. Setelah modal dapat, tentu harapan kita tidak hilang. Kembali lagi atau makin tumbuh, berarti dibina manajemennya, dibina bagaimana mengelola uang, dibina bagaimana mengatur organisasi” ujar Kepala Negara.

”Insya Allah kalau tangkapan baik, makin bagus alatnya, dijualnya harus ada pasarnya. Bagaimana kalau kita menangkap banyak, tidak bisa dijual di pasar tertentu, inilah sebetulnya yang harus kita lakukan. Meskipun ada strategi dan kebijakan, tapi akhirnya bagi nelayan pemasaran itu yang diperlukan.”

Mengenai perkembangan koperasi, Presiden mengatakan, "Kalau masing-masing koperasi menghadapi sendiri permasalahannya, memecahkannya sendiri, barangkali berat. Tapi kalau koperasinya hidup, pengurusnya jujur tidak kesana kemari, maka koperasi itu akan membantu anggota-anggotanya, ” ujar Presiden disambut tepuk tangan nelayan dan para undangan lainnya. (win)