Berita Utama

Menlu Iran Bertemu Presiden SBY

Bicarakan Investasi Kilang Minyak dan Masalah Nuklir

Menteri Luar Negeri Iran Dr. Manouchehr Mottaki didampingi Dubes  Iran di Indonesia Shaban Shahidi Moaddab, saat bertemu Presiden SBY hari Kamis (23/2) sore.  (foto: abror/presidensby.info)
Menteri Luar Negeri Iran Dr. Manouchehr Mottaki didampingi Dubes Iran di Indonesia Shaban Shahidi Moaddab, saat bertemu Presiden SBY hari Kamis (23/2) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Menteri Luar Negeri Iran Dr. Manouchehr Mottaki, Kamis (23/2) sore bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Kepresidenan. Presiden menerima penjelasan dari tamunya itu informasi tentang perkembangan masalah nuklir Iran. Manouchehr Mottaki datang didampingi Duta Besar Iran untuk Indonesia Shaban Shahidi Moaddab, sedang Presiden didampingi beberapa menteri antara lain Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Menlu Hassan Wirajuda dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro.

Kunjungan singkat Menlu Iran ke Indonesia adalah sebagai bagian dari konsultasi terus-menerus yang selama ini dilakukan baik pada tingkatan kepala negara maupun tingkat menteri. Presiden SBY dan Presiden Iran Mahmud Ahmadinezad telah bertemu di New York di sela-sela sidang majelis umum tinggi pada bulan September tahun lalu.

“Dalam pertemuan antara Presiden SBY dan Menlu Iran dibicarakan upaya-upaya dalam membangun hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran,” ujar Hassan Wirajuda didampingi Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal, kepada wartawan seusai pertemuan. ”Dalam masalah bilateral, yang penting untuk dibicarakan diantaranya adalah niatan Iran untuk melanjutkan komitmen melakukan join-venture dengan Indonesia dalam investasi di bidang kilang minyak,” tambah Hassan. Oleh karena itu Presiden telah menginstruksikan Menteri Purnomo Yusgiantoro untuk berkunjung ke Iran demi menindaklanjuti kerjasama ini secara kongkrit.

“Sedangkan mengenai masalah nuklir Iran, Presiden mempunyai harapan baik bahwa dengan perundingan dan konsultasi yang masih terus berlangsung antara Iran dengan Uni Eropa dan Rusia tentang proses pengayaan uranium, dan konsultasi antara Iran dengan Badan Tenaga Atom Internasional, dapat membuahkan hasil yang memuaskan semua pihak,”lanjut Hassan. Tidak diragukan bahwa selama ini Indonesia selalu konsisten mendukung upaya-upaya pengembangan teknologi nuklir untuk tujuan damai, tambahnya.

Selain kedua hal diatas, sempat dibicarakan juga hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan di kawasan Timur Tengah selama ini, khususnya di Palestina. Untuk itu Indonesia berharap dapat membantu pemerintahan baru Palestina hasil pemilihan umum yang baru lalu. (osa)