Berita Utama
Jumat, 24 Februari 2006, 15:00:27 WIB
Senator Fiengold Bertemu Presiden
Senator Russ Feingold, didampingi Dubes AS Lynn B Pascoe (kanan), saat diterima Presiden SBY Jumat (24/2) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Senator Russ Feingold sudah sejak lama mempunyai perhatian besar terhadap Indonesia. Ia salah satu senator yang paling berpengaruh di Senat dalam masalah yang berkaitan dengan Indonesia. Senator Feingold pernah bertemu Presiden SBY saat masih jadi Menko Polkam pada bulan Mei tahun 2003.
"Presiden berharap, perlu ada kontak yang lebih erat antara parlemen Indonesia dengan kongres Amerika Serikat. Dalam pertmuan tadi dibahas berbagai isu mengenai hubungan bilateral antara kedua negara, masalah Timur Tengah, mengenai hubungan antara Islam dan Barat, terorism, rekonstruksi Aceh, situasi di Papua, rekonstruksi ekonomi dan reformasi militer,"kata Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal.
"Saya senang sekali bisa mengunjungi Indonesia yang indah ini untuk pertama kalinya dan sangat senang bisa mendapatkan kesempatan bertemu dan berbicara langsung dengan Presiden Yudhoyono," ujar Senator Feingold kepada wartawan usai pertemuan tersebut. "Saya sangat optimis bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia akan terus berjalan dengan baik," kata Fiengold yang pernah menjadi salah satu pimpinan senat AS untuk masalah kemerdekaan Timor Timur.
Dalam kesempatan itu Senator Fiengold juga mengungkapkan kekagumannya kepada Presiden Yudhoyono karena bisa membawa bangsa Indonesia mengatasai masa-masa sulit pasca bencana tsunami di Aceh. Yang menjadi perhatian Senator Feingold adalah masalah Papua. Keterbukaan, kemauan dan kemampuan untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di Papua akan sangat membantu Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini dan saya yakin bahwa pemerintah Amerika akan sangat mendukung penyelesaian kasus ini," tambahnya.
"Pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia perlu bersatu dan bekerjasama dalam segala bidang termasuk salah satu masalah yang menjadi prioritas utama Amerika yaitu memberantas terorisme,"kata Fiengold mengakhiri konferensi persnya. (osa)



