Berita Utama

Para Pelaku Ekonomi Brunei Temui Presiden

SBY - Sultan Bolkiah Bahas Tiga Fokus Kerjasama

Istana Edinburgh, Brunei Darussalam : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada hari kedua kunjungan kenegaraan di Brunei Darussalam, selasa ( 28/02/06) pagi setelah morning walk bersama Sultan Hassanal Bolkiah, menerima para tokoh dan pelaku ekonomi Brunei Darussalam. Pertemuan dilangsungkan di Istana Edinburgh, tempat Presiden beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono menginap.

Para tokoh dan pelaku ekonomi yang diterima Presiden SBY adalah Menteri Energi Negara merangkap Ketua Brunei Petroleum dan Ketua Brunei Investment Agency Pehin Yahya, Ketua Royal Brunei Technical Services Haji Moh.Kamarudin bin Haji Dato Paduka Haji Abdul Wahab, dan Ketua Brunei Econlomic Development Board Mr.Timothy Ong.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden SBY didampingi Menteri Luar Nageri Hassan Wirajuda, Menko Perekonomian Boediono, dua nggota DPR-RI Antarini Malik dari Fraksi Partai Golkar dan Soetadji dari Fraksi Partai Demokrat , anggota DPD Anthony Charles, serta dua Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.

Setelah pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut, Presiden SBY didampingi para menteri mengadakan jumpa pers dengan para wartawan dari media tanah air di Istana Edinburgh.

Pada jumpa pers tersebut Presiden memaparkan hasil-hasil pembicaraannya selama kunjungan ini dengan Sultan Hassanal Bolkiah dan tokoh-tokoh ekonomi Brunei Darussalam.

“ Pada kesempatan jumpa pers ini saya ingin menyampaikan hal – hal yang berkaitan dengan kunjungan kenegaraan saya yang pertama ke Brunei Darussalam ini. Dalam kunjungan yang singkat 1 hari 1 malam ke Brunei Darussalam ini pertama-tama memang bertujuan dengan upaya bersama kita, Brunei Darussalam dan Indonesia, untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama yang lebih nyata di waktu yang akan datang dalam segala bidang tentu termasuk kerjasama di bidang investasi, perdagangan dan tenaga kerja yg memang cukup mengemuka antara Indonesia dan Brunei Darussalam,” kata Presiden.

Presiden juga memaparkan hal-hal yang dibicarakannya dengan Sultan Hassanal Bolkiah di mana fokus utama mencakup 3 hal: bidang investasi, perdagangan dan tenaga kerja. Adalah Presiden SBY sendiri yang mengangkat ketiga focus penting kerjasama tersebut. Gayung bersambut, Sultan Bolkiah pun memberikan respon positip.

“Yang pertama adalah meningkatkan kerjasama di bidang investasi. Kita ketahui bahwa Indonesia juga sedang mengundang investor dalam maupun luar negeri untuk melakukan pembangunan infrastruktur dalam 4 tahun mendatang,”jelas SBY.

“Yang kedua di bidang perdagangan, alhamdulillah, pertumbuhan volume perdagangan 2003 – 2004 dan 2005 itu sangat tajam peningkatannya sebagai contoh 2005 meningkat menjadi USD 912 juta hampir Rp. 1 Trilyun, yang 2004 USD 327 juta , tetapi memang ketidakseimbangan yang tajam, karena ekpor Indonesia ke Brunei Darussalam baru USD 25 juta, sehingga hampir USD 900 juta impor kita dari Brunei Darussalam terutama bidang minyak dan gas. Ini lah yang kita tata kembali sehingga bisa lebih seimbang. Kita juga berharap meningkat volume perdagangan itu,”imbuh Presiden.

Hal ketiga, kerjasama di bidang tenaga kerja, dibahas Presiden dengan Sultan Bolkiah. Seperti diketahui ada sejumlah 36 ribu tenaga kerja asal Indonesia di Brunei Darussalam. Presiden SBY mengungkapkan rasa bahagianya, setelah dijelaskan Sultan Bolkiah pelbagai aspek positip para pekerja Indonesia di Brunei.

“Saya senang karena mendapat penjelasan bahwa mereka bekerja dengan baik, adaptif, dan pandai menyesuaikan dengan tatanan hukum, adat istiadat dan apa yg berlaku di Brunei Darussalam ini,”ungkap Presiden.

Presiden Ke-6 Indonesia berharap kerjasama di atas bisa ditingkatkan, lebih banyak lagi tenaga kerja ke Brunei Darussalam.

“Tentunya (dengan) persiapan yang lebih baik. Dengan keterampilan yang lebih meningkat lagi, “ tutup Presiden (nnf).