Berita Utama

Presiden Hadiri Jamuan Makan Malam Raja Kamboja

"Indonesia-Kamboja Masih Muda Dalam Demokrasi"

Phnom Penh: Kerlap-kerlip lampu di lingkungan Istana Raja menjadi tanda bahwa ada tamu istimewa yang datang. Paling tidak, itulah yang dikatakan oleh seorang penjaga keamanan istana kebanggan rakyat Kamboja itu. Benar saja, saat menginjakkan kaki di kediaman Raja, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan terbatas langsung disambut hangat oleh Yang Mulia Raja Norodom Sihamoni, Selasa (28/2) pukul 20.00 waktu setempat. Di istana yang sangat luas dengan arsitektur indah ini, Presiden menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang dihadiri pula oleh menteri-menteri dan pejabat setingkat menteri yang tergabung dalam rombongan resmi.

Bertempat di Preach Reach Damnak Serei Mongkol, kompleks Istana Raja, tuan rumah mempersembahkan tarian tradisional sebagai ucapan selamat datang. Acara dimulai dengan menyimak pidato Raja Kamboja dalam bahasa Khmer diikuti dengan toast dan lagu Indonesia Raya. “Saya baru 5 jam tiba disini, dan sangat tersanjung dengan sambutan yang saya terima. Sambutan kedatangan di bandara merupakan contoh bagaimana sebuah negara meninggalkan masa lalunya yang kelam dan maju untuk membangun masa depan yang damai. Masa depan dengan harga diri. Masa depan dengan persatuan,” ujar Presiden mengawali pidato balasannya.

Kunjungan ini bukanlah yang pertama bagi SBY. Pada tahun 1992, sesaat setelah Paris Agreement, Presiden yang saat itu masih aktif dalam dunia militer, mengunjungi batalyon Indonesia yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian. “Kamboja yang saya lihat saat ini sangat berbeda dengan Kamboja di masa lalu. Damai telah menggantikan perang. Kemajuan telah menggantikan keputusasaan. Persatuan telah menggantikan konflik. Stabilitas telah menggantikan pertumpahan darah. Dan mungkin yang terpenting, demokrasi telah menemukan rumahnya di negara Anda. Anda menemukan banyak hal yang bisa dibanggakan,” ujar Presiden.

Presiden juga menegaskan bahwa hubungan antara Indonesia dengan Kamboja hari ini dan esok akan sangat berbeda dengan hubungan kedua negara ini di masa lalu. “Hari ini, hubungan kita adalah hubungan antara dua negara yang masih muda dalam hal demokrasi. Saat ini, Indonesia dan Kamboja bekerja bahu-membahu untuk mempromosikan perdamaian, memerangi terorisme, memberantas penyakit menular, flu burung, bencana alam, dan kejahatan transnasional. Dan saat ini, Indonesia dan Kamboja berdiri berdampingan dalam memerangi pertempuran terbesar abad dua satu, yaitu perang melawan kebencian, sikap tidak toleransi, dan ketidaktahuan," ujar Presiden dalam sambutannya. (meg)